Politik Identitas Etnis dan Representasi praktek kekuasaan simbolis dalam Harmonisasi Antar Etnis

https://doi.org/10.24042/tps.v18i1.12902

Gesit Yudha

Abstract


Pasca orde baru pada tahu 1998 berlakunya otonomi daerah, mengharuskan tiap-tiap daerah untuk melakukan pemberdayaan. Dimensi itu menjadi celah dalam demokratisasi lokal untuk melakukan dominasi kekuasaan politik lokal, yang pada tujuan utamanya adalah melakukan upaya yang mempusatkan pada kekuatan simbolis sebagai upaya dalam penguatan harmonisasi antar etnis bukan sebaliknya melakukan dominasi kekuasaan untuk etnis tertentu saja bahkan menguasai sumber daya ekonomi di daerah tersebut. Kenyataan di lapangan hasil demokratisasi politik lokal menggambarkan para aktor (kelompok) etnis tertentu sebagai penguasa yang memiliki wewenang dalam pengelolaan baik kepentingan maupun kebijakan daerah masih jauh apa yang diharapkan dalam pengelolaan harmonisasi antar etnis cenderung mengesampingkan istilah etnis pendatang, inilah yang pada akhirnya menimbulkan konflik baik konflik kepentingan maupun konflik antar etnis akibat kesenjangan itu. Maka dari itu, peran kelompok etnik tertentu yang memenangi konstestasi politik local memiliki kesadaran dalam membangun harmonisasi antar etnis. Pada dasarnya etnisitas aktor yang dominan akan menunjukan respeknya dan terbangunnya relasi antar antor etnis untuk membangun kebersamaan, apabila actor merasa memiliki kuasa atas praktek yang dilakukan sehingga diperlukan membangun komunikasi bersama dan menjalin strategi bersama membangun daerah dalam mewujudkan politik local yang dinamis dan mencerminkan multikulturalisme.

Keyword : Politik Identitas, Kearifan local, Harmonisasi etnik


References


Daftar Pustaka

Afan Gaffar.1990. “Teori Empirik Demokrasi dan Alternatif Pemikiran tentang Pelaksanaan Demokrasi Pancasila” dalam Akhmad Zaini Abar(peny) Beberapa Aspek Pembangunan Solo: Ramadhani

Alcoff, L. and Mendieta, E., 2003, Identities: Race, Class, Gender, and Nationality, Malden, MA: Blackwell Publishing.

Bhabha, Homi K. 1994. The Location of Culture. London: Routledge.

Berger dan Luckman, 1990. Tafsir Sosial atas Kenyataan: Risalah tentang Sosiologi Pengetahuan Jakarta: LP3ES

Bradley, H., 1997, Fractured Identity: Changing Patterns of Inequality, Cambridge: Polity.

Chandakirana, K.. Geertz.1989. Politik dan Masalah Kesukuan. Jakarta. Prisma No. 2/1969.

Calhoun, C., (Ed.), 1994, Social Theory and the Politics of Identity, Oxford: Blackwell.

Castells, M., 2004, The Power of Identity, Malden, MA: Blackwell Publishing.

Cornelis Lay. 2003. ‘Otonomi Daerah dan Keindonesiaan’ dalam A. GaffarKarim (ed) Kompleksitas Persoalan Otonomi Daerah di Indonesia.Yagyakarta, Pustaka Pelajar dan Ilmu Pemerintahan, UGM

Davis, N. Y. 2000. Gender and Nation, serial Politics and Culture. London: Sage Publication.

Dwiyanto, A, dkk.. 2002. Reformasi Tata Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Yogyakarta: Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada.

Donald L Morowitz.1998. “Demokrasi Pada Masyarakat Majemuk’”.Dalam Larry Diamond dan Mars F Plattner. Nasionalisme, Konflik Etnikdan Demokrasi Bandung. ITB Pres.

Eisenberg, A., & Kymlicka, 2011. Bringing Institutions Back In: How Public Institutions Assess Identity. In A. Eisenberg & W. Kymlicka (Eds.), Identity Politics in the Public Realm: Bringing Institutions Back In. Vancouver: UBC Press.

F. Budi Hardiman, 2009. Demokrasi Deliberatif, Yogyakarta: Kanisius.

Gerry Van Klinken.2007. Peran Kota Kecil. Jakarta. YOI dan KITLV.

Geertz, C. 1965. The Integrative Revolution: Primordial Sentiments and Civil Politics in the New States. In C. Geertz, Old Societies and New States (pp. 105-157). New York: The Free Press.

Gutmann, A. 2003. Identity in Democracy. Oxfordshire: Princeton University Press.

Hall, S. and du Gay, P. (Eds), 1996, Questions of Social Identity, London: Sage Publications.

Henk S Nordholt. 2007. “Less State, more Democracy”. Kuliah Umum yang diselenggarakan JIP dan S2 PLOD di Fisipol UGM pada tanggal 27April.

Henk Schulte Nordholt dan Gerry Van Klinken. 2007. Politik Lokal diIndonesia. Jakarta. YOI

Isin, E. E., & Wood, P. K. 1999. Citizenship and Identity. London: Sage Publication.

Ingram, D. Rights, 2004. Democracy, and Fulfillment in the Era of Identity Politics: Principle Compromises in a Compromised World. Marryland: Rowman and Littlefield Publishers, Inc.

Johan Galtung, 1996. Peace by Peaceful Means: Peace and Conflict, Development and Civilization.

Jenkins, R., 1996, Social Identity, London: Routledge.

Jumadi. 2003. “Fenomena Etnis Dalam Proses Rekruitmen Elit PolitikLokal: Kasus Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ketapang-Kalbar 2000-2005”. Yogyakarta. Tesis S2 UGM.

Kemala Chandakirana. 1989. “Geertz dan Masalah Kesukuan”. Jakarta.Prisma No. 2/1989.

Kenny, M., 2004, The Politics of Identity, Cambridge: Polity. Storry, M and Childs, P. (Eds.), 1997, British Cultural Identities, London: Routledg

Lijphart, Arend, and Waisman, Carlos H. (eds.). 1996. Institutional Design in New Democracies. Boulder: Westview.

Lucian W Pye. 1993. “Pengantar”. Dalam Harold R Isaacs. PemujaanTerhadap Kelompok Etnis Jakarta YOI.

Manuel Castells, 2010. Network Society From Knowledge to Policy..Washington, DC: Johns Hopkins Center forTransatlantic Relations

Noor, I.. 2012. Politik Otonomi Daerah untuk Penguatan NKRI. Jakarta: Seven Strategic Studies.

Purwanto. 2015. Politik Identitas Dan Resolusi Konflik Transformatif. Jurnal Review Politik Volume 6 Nomor 01 Juni Tahun 2015.

Sanit, A. 1998. Reformasi Politik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Siti Zuhro. 1999. “Riau dan Otonomi Daerah”. Dalam Syamsuddin Haris(ed.,). Indonesia di Ambang Perpecahan, Jakarta. Erlangga.Ubed Abdilah.2002. Politik Identitas Etnis. Magelang. IndonesiaTera

Syamsuddin Haris (ed.). 1999. Indonesia di Ambang Perpecahan. Jakarta.Erlangga.

Ubed. 2002. Politik Identitas Etnis.Magelang: Indonesia Tera.

Weiner, M. 1977. Integrasi Politik dan Pembangunan Politik. In Y. Muhaimin, & C. MacAndrews, Masalah-masalah Pembangunan Politik (pp. 40-49). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Wiarda, H. J. 2014. Political Culture: Political Science, and Identity Politics: An Uneasy Alliance. Ashgate.

Young, I. M. 1990.Justice and the Politics of Difference. Pricetown: Pricetown University Press..




DOI: https://doi.org/10.24042/tps.v18i1.12902

Article Metrics

Abstract views : 264 | PDF (Bahasa Indonesia) downloads : 152

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

All publications by Jurnal TAPIS [ISSN-p 0216-4396; ISSN-e 2655-6057 ] are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License