Tinjauan Konstruktivisme dan Ashabiyah Ibnu Khaldun Terhadap Uni Eropa

Hartanto Hartanto

Abstract


                                                    Abstract

This paper tries to review and compare the perspective of constructivism and Ashabiyah. The discussion of this paper includes an explanation of the concepts of constructivism and Ibn Khaldun's asabiyah, the two concepts will also be explained in the case study of the European Union, from the case study it will be seen how the two perspectives have some of the same characters but some are different. Constructivism and Asabiyah in the context of European integration both have unifying factors, but these factors are different if constructivism is an interest in Ashabiyah the factor is a cultural project. Constructivism and asabiyah both lead to a common interest in realizing a social order or political institution, what is different is if in constructivism the actor tries to form an identity that shapes interests by creating a political institution, while according to Asabiyah the actor forms a social solidarity and brotherhood to realize a political institution that accommodates interests. So constructivists emphasize the formation of new identities by actors on the basis of common interests, whereas in Asabiyah there is no emphasis on identity but on making cultural projects that can be accepted by all political institutions.

Keywords: Constructivism, Ashabiyah, European Union

                                                      Abstrak

Paper ini mencoba mereview dan membandingkan perspektif konstruktivisme dan Asabiyah. Pembahasan paper ini meliputi penjelasan tentang konsep kontruktivisme dan asabiyyah Ibnu Khaldun, akan dijelaskan pula dua konsep tersebut dalam studi kasus Uni Eropa, dari studi kasus tersebut akan terlihat bagaimana kedua perspektif tersebut mempunyai beberapa karakter yang sama tetapi ada juga yang berbeda. konstruktivisme dan asabiyyah dalam konteks integrasi Eropa sama-sama mempunyai faktor yang bersifat pemersatu, tetapi faktor tersebut berbeda jika pada konstruktivisme berupa kepentingan pada Ashabiyah faktornya adalah cultural project. Konstruktivisme dan asabiyyah sama-sama mengarah pada sebuah kepentingan bersama dalam mewujudkan sebuah tatanan sosial atau institusi politik, yang berbeda adalah jika pada konstruktivisme aktor berusaha membentuk identitas yang membentuk kepentingan dengan membuat sebuah institusi politik maka asabiyyah aktor membentuk sebuah solidaritas sosial dan persaudaraan untuk mewujudkan sebuah institusi politik yang mengakomodasi kepentingan. Jadi konstruktivis menekankan pada pembentukan identitas baru oleh aktor atas dasar kepentingan yang sama sedangkan dalam asabiyyah tidak ada penekanan pada identitas tetapi pada pembuatan cultural project yang bisa diterima oleh semua institusi politik.

Kata Kunci: Konstruktivism, Ashabiyah, Uni Eropa  


Full Text:

PDF PDF

References


Christian Reus-Smith, “Constructivism” dalam Scot Burchill, Richard Devetak, (et all), Theories of International Relations, Second Edition, London: Palgrave, Cet. I, 2001.

Della Porta, Donatella, and Michael Keating, eds. Approaches and Methodologies in The Social Sciences: A Pluralist Perspective. Cambridge: Cambridge University Press, 2008, h. 87.

Edmonds, W. A., & Kennedy, T. D. An Applied Guide to Research Designs: Quantitative, Qualitative, and Mixed methods 2nd Edition. California: Sage Publications Inc, 2017, h. 141.

Ilham, Muh. "Konsep “Ashabiyah” dalam Pemikiran Politik Ibnu Khaldun." Jurnal Politik Profetik, Vol. 4. No. 1. 2016, h. 2.

Jackson, Richard, Georg Sørensen, and Jørgen Møller. Introduction to International Relations: Theories and Approaches. Oxford: Oxford University Press, USA, 2019, h. 206.

Khaldun, Ibn, Muqddimah, terj. Ahmadie Toha. Jakarta : Pustaka Firdaus, 1986, h. 151.

Khaldun, Ibn. The Muqaddimah: An Introduction to History, London: Routledge dan Kegan Paul, 1967, Chapter 2.

Kubalkova, Vendulka, Nicholas Onuf, and Paul Kowert. "Constructing Constructivism." dalam International Relations in a Constructed World. London: Routledge, 2015, hal. 14

McCauliff, C. M. A. "Union in Europe: Constitutional Philosophy and the Schuman Declaration, May 9, 1950." Colum. J. Eur. L. 18, 2011, hal. 441.

Price, Richard, and Christian Reus-Smit. "Dangerous Liaisons? Critical International Theory and Constructivism." European Journal of International Relations Vol. 4. No. 3, 1998, h. 263.

Rob Sibley. Eropa sebagai kekuatan Dunia: Lintasan Sejarah dan tantangan Masa Depan, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1992, hal. 4.

Stephen, Krasner. Sovereignty: Organized Hypocrisy. Princeton, New Jersey: Princeton University Press. 1999, h. 235.

The Economist, August 26, 2006

Urwin, Derek W. The Community of Europe: A history of European Integration Since 1945. London: Routledge, 2014, hal. 5.

Wendt, Alexander. "Anarchy is What States Make of It: The Social Construction of Power Politics”. International Organization, Vol. 46, No. 2 (Spring, 1992), h. 394

Wendt, Alexander. Social Theory of International Politics, cetakan ke-2. Cambridge University Press. 2001, hal. 47.




DOI: http://dx.doi.org/10.24042/tps.v16i2.7788

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

All publications by Jurnal TAPIS [ISSN-p 0216-4396; ISSN-e 2655-6057 ] are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License