VONIS MATI BANDAR DAN PENGEDAR NARKOBA ANTARA PUTUSAN MK DAN SEMA (PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM)

https://doi.org/10.24042/adalah.v12i2.190

M Nurul Irfan

Abstract


Abstract: The Dead Penalty for the Drug Dealers in the Constitutional Court and the Sema (an Islamic Criminal Law Perspective). The death sentence set by the Supreme Court for the agents and drug dealers has attracted attention of criminal law experts. Constitutional Court Decision No. 34 / PUU-X /2013 which annuls Article 268 paragraph (3) Criminal Procedure Code-stating that the submission PK (judicial review) can only be done once- has open a chance that the PK can be submitted more than once. This ruling has been responded by the Supreme Court through a Sema No. 7/2014 stating that reviewing the criminal case may only be submitted once. Such a controversy in regulation affects the suspension of executions. Death sentence for the agents and drug dealers, viewed from the perspective of Islamic criminal law, can be implemented through ta’zîr approach, and must be realized. Otherwise, it could become a bad precedent for the enforcement of law in Indonesia.
Keywords: Death sentence for the agents and drug dealers, the decision of the Constitutional Court, Sema, Islamic Criminal Law

Abstrak: Vonis Mati bagi Bandar dan Pengedar Narkoba dalam Putusan MK dan Sema (Perspektif Hukum Pidana Islam). Vonis mati yang ditetapkan Mahkamah Agung bagi bandar dan pengedar narkoba menjadi bahan perbincangan para pakar hukum pidana. Putusan Mahkamah Konstitusi No. 34/PUU-X/2013 yang membatalkan pasal 268 ayat (3) KUHAP yang menegaskan bahwa pengajuan PK hanya bisa dilakukan satu kali, telah membuka peluang bahwa PK bisa diajukan lebih dari satu kali. Putusan ini ditanggapi Mahkamah Agung dengan Surat Edaran MA (Sema) No. 7/2014 yang menegaskan bahwa peninjauan kembali perkara pidana hanya boleh diajukan satu kali. Kontroversi dalam perundang-undangan ini berpengaruh terhadap penangguhan eksekusi mati. Vonis mati bagi pengedar dan bandar narkoba, ditinjau dari perspektif hukum pidana Islam, dapat direalisasikan melalui pendekatan ta’zîr, dan wajib direalisasikan. Bila tidak, hal itu akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia.
Kata Kunci: Hukuman mati bagi penjahat narkoba, Putusan MK, Sema, hukum pidana Islam


Keywords


Hukuman mati bagi penjahat narkoba; Putusan MK; Sema; hukum pidana Islam

Full Text:

PDF

References


‘Audah, ‘Abd al-Qâdir, al-Tasyrî’ al-Jinâ`î al-Islâmî Muqâranan bi al-Qânûn al-Wad’î, Bayrût: Muassasah al-Risâlah, 1992.

Ambari, Hasan Muarif, (et. al), Ensiklopedi Islam, Jakarta: PT Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1996.

Azadî, al-, Dâwûd Abû Sulaimân Ibn al-Asy’ats al-Sijistânî, Sunan Abî Dâwûd, Indonesia: Maktabah Dahlan, t.t.

Benton, William, Encyclopedia Britania, Volume 16, USA, 1970.

Echols, Jhon M., dan Hasan Sadili, Kamus Inggris Indonesia, Jakarta: PT Gramedia, 1996.

Hasary, al-, Ahmad, al-Siyâsah al-Jazâ’iyyah, Bayrût: Dâr al-Jail, t.t.

Idris, et.al, Ilmu Kedokteran Kehakiman, Jakarta: PT Gunung Agung, 1985.

Jurjawî, al-, ‘Ali Ahmad, Hikmah al-Tasyrî’ wa Falsafatuhu, Ttp.: Dâr al-Fikr, t.t.

Kandahlâwî, al-, Muhammad Zakariyâ, Aujâz al-Masâlik ilâ Muwatta`i Mâlik, Bayrût: Dâr al-Fikr, 1974.

Kanwil Depdiknas DKI Jakarta, Kami Peduli Penanggulangan Bahaya Narkoba, Jakarta: Depdiknas DKI Jakarta, 2003.

Khudari-, al-, Bik Muhammad, Nûrul Yaqîn fî Sîrah Sayyid al-Mursalîn, Ttp.: Tnp,. 1981.

______, Ushûl al-Fiqh, Bayrût: Dâr al-Fikr, 1986.

Kline, Smith, dan French Clinical, A Manual for Law Enforcement Officer Drugs Abûse, Pensylvania: Philladelphia, 1969.

Naisabûri, al-, Abî Hasan ‘Ali bin Ahmad al-Wâhidi, Asbâb al-Nuzûl, Bayrût: Dâr al-Fikr, 1414.

Nasâ`î, al-, Abdullâh Muhammad Ibn Yazîd al-Qazwînî, Sunan al-Nasâ`î, Bayrût: Dâr al-Fikr, 1995.

Mardani, Penyalahgunaan Narkoba: dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Pidana Nasional, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008.

Ma’lûf, Luis, al-Munjid fî al-Lughah, Bayrût: Dâr al-Masyriq, 1977.

Munawwir, Ahmad Warson, al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia, Yogyakarta: Pustaka Progressif, 1984.

Moelyono, Anton M., Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1988.

Nîsâburî, al-, Muslim Ibn al-Hajjaj Ibn Muslim al-Qusyairî, Sahîh Muslim, Semarang: Toha Putera, t.t.

Nawâwî, al-, Muhyiddîn Abû Zakariyâ Yahyâ Ibn Syaraf Ibn Murrî, al-Minhâj fî Syarh Sahîh, Ttp.: Tnp, t.t.

Poerwadarminta, Kamus Inggris-Indonesia, Jakarta: Vers Luys, 1952.

Qurtubî, al-, Abû ‘Abdullâh Muhammad Ibn Ahmad al-Ansârî, al-Jâmi’ lî Ahkâm al- Qur`ân, Bayrût: Maktabah al-’Asriyyah, t.t.

Sâbûnî, al-, Muhammad ‘Alî, Rawâ`i’ al-Bayân fî Tafsîri Âyât al-Âhkâm min al-Qur`ân, Bayrût: Dâr al-Fikr, t.t.

______, Tafsîr Ayat Ahkâm, Ttp.: Dâr al-Fikr, t.t.

Suyûtî, al-, Jalâluddin, Lubâb al-Nuqûl fî Asbâb al-Nuzûl, Bayrût: Dâr al-Rasyîd, t.t.

Sudarto, Kapita Selekta Hukum Islam, Bandung: Alumni, 1986.

Syaukânî, al-, Muhammad Ibn ‘Ali bin Muhammad, Nail al-Autâr, Bayrût: Dâr al- Fikr, t.t.

UU RI No. 22/1997 Tentang Narkotika, Jakarta: CV. Novindo Pustaka Mandiri, 1997.

Yatim, Danny I., Kepribadian, Keluarga dan Narkotika: Tinjauan Sosial-Psikologis, Jakarta: Pen. Arcan, 1989.

Zahabî, al-, Syamsuddîn, Kitâb al-Kabâ’ir, Jakarta: Dinamika Berkah Utama, t.t.

Zuhalî, al-, Wahbah, al-Fiqh al-Islâmî wa Adillatuh, Bayrût: Dâr al-Fikr al-Ma’âsir, 1997.

Zakaria, al-, al-Sibrî Zakariyâ, Masâdir al-Ahkâm al-Islâmiyyah, al-Qâhirah: Dâr al-Ittihâd al-‘Arabî, t.t.

Media Massa:“Eksekusi Terpidana Narkoba Didahulukan”, Kompas, Sabtu 10 Januari 2014, h. 3.

“Grasi Ditolak, Eksekusi Diproses”, Kompas, Sabtu 10 Januari 2014, h. 3.

“ Saat Konsistensi Putusan Dipertanyakan”, Kompas, Rabu 7 Januarai 2014, h. 5.




DOI: https://doi.org/10.24042/adalah.v12i2.190

Article Metrics

Abstract views : 411 | PDF downloads : 276

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2014 AL-'ADALAH



Creative Commons License

Al-'Adalah is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.