PENDEKATAN BLUSUKAN JOKOWI-JK SEBAGAI TITIK TEMU UNIFIKASI PENETAPAN AWAL BULAN QAMARIAH DI INDONESIA

https://doi.org/10.24042/adalah.v12i2.192

Hamdun Hamdun

Abstract


Abstract: The Jokowi–JK’s Blusukan Approach As a Rallying Point to Unify the Methods in Determining the Beginning of Lunar Months in Indonesia. This article attempts to analyze the problem in determining the beginning of lunar months (Ramadan, Syawal, and Dzulhijjah) in Indonesia and the challenges faced by Jokowi and JK’s government to unify such disparate methods. A number of models and approaches have much to offer ranging from a simple model to a complex model. A model requires dialogues between the government and the Islamic social organizations leaders; Another needs only a dialogues among the leaders; while other require the involvement of all the Indonesian Muslims. By using the blusukan approach, the government is expected to promote an agreement, or even to issue the rules to unify the methods in determining the beginning of moon in the Islamic calendar, which has become an urgent need for Muslims in Indonesia.
Keywords: blusukan, hisab and rukyat

Abstrak: Pendekatan Blusukan Jokowi-JK Sebagai Titik Temu dalam Rangka Unifikasi Penetapan Awal Bulan Qamariah di Indonesia. Tulisan ini mencoba menganalisis problem penetapan awal bulan Qamariyah dan tantangan pemerintahan Jokowi dan JK dalam menyatukan metode penetapan kalender Hijrah (awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah) secara nasional di Indonesia. Beberapa model dan pendekatan telah banyak ditawarkan mulai dari model yang sederhana sampai model yang rumit. Ada model yang menggunakan dialog antara pemerintah dengan pimpinan organisasi masyarakat Islam, ada yang hanya sebatas dialog antar pemimpin organisasi, dan ada pula yang perlu melibatkan kesepakatan seluruh umat Islam Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan blusukan, pemerintah diharapkan mampu melahirkan kesepakatan atau aturan untuk menentukan bulan baru dalam kalender Islam, yang merupakan kebutuhan yang sangat mendesak bagi umat Islam di Indonesia.
Kata Kunci: blusukan, hisab dan rukyat


Keywords


blusukan; hisab dan rukyat

Full Text:

PDF

References


Asyari, Suaidi, Nalar Politik NU dan Muhammadiyah Overcrossing Java Centris, Yogyakarta: LKiS, 2009.

Azhari, Susiknan, “Penggunaan Sistem Hisab dan Rukyat di Indonesia Studi Interaksi NU dan Muhammadiyah”, Disertasi, Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2006.

Badan Hisab Rukyat Departemen Agama RI, Almanak Hisab Rukyat, Proyek Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam, Jakarta: 1981.

Djamaluddin, Thomas, Menggagas Fiqih Astronomi; Telaah Hisab Rukyat dan Pencarian Solusi perbedaan Hari Raya. (editor) Asep Nurshobah, Bandung: Kaki Langit, 2005.

______, “Analisis Visibilitas Hilal Untuk Usulan Kriteria Tunggal di Indonesia”, http://tdjamaluddin.wordpress.com. Diakses 30 Juni 2011.

Geertz, Clifford, Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa, Jakarta: Pustaka Jaya, 1981.

Hamdun, “Wacana Unifikasi Penentuan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia: Suatu Kajian dengan Analisis Systems Approach”, Tesis Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya, 2011.

Utama, Hendro Setiyanto, J.A., Sistem Rukyat Online: “Pemanfaatan Tekhnologi Informasi dalam Observasi Hilal”, dalam Pikiran Rakyat, 21 September 2006.

Izzuddin, Ahmad, “Hisab Rukyat di Indonesia”, Makalah pada acara Orientasi Sertifikasi Arah Kiblat Badan Hisab Rukyat Daerah di Hotel Muria, tanggal 5-7 Agustus 2009 M / 14-16 Sya’ban 1430 H.

Inda, Jonathan Xavier (ed), Anthropologies of Modernity: Foucault, Governmentality, and Life Politics, pp. 5., Oxford: Blackwell Publishing, 2000.

Keputusan Temu Kerja Evaluasi Hisab Rukyat 2010 di Hotel Horizon, Semarang, tanggal 25 Februari 2010 M.

Keputusan Temu Kerja Evaluasi Hisab Rukyat 2011 di Hotel Aston Denpasar Bali, tanggal 27 Mei 2011 M.

Lembar laporan hasil pembahasan lanjutan kriteria penentuan awal bulan Qamariyah, Dirjen Bimas Islam Departemen Agama RI tanggal 30 Maret 2007.

Lembar Rumusan Lokakarya Nasional Perundang-undangan Awal Bulan Qamariyah tahun 2009 Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama RI, tertanggal 6 Desember 2009.

Lembar Rumusan Lokakarya Perundang-undangan Hisab Rukyat tahun 2011, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama RI, tertanggal 28 April 2011.

Madjid, Nurcholish, Dialog Ramadhan bersama Cak Nur, Jakarta: Paramadina, 2000.

______, “Prisma Pergeseran Budaya Jawa ke Budaya Indonesia”, dalam KOMPAS, Jumat, 7 Januari 2000.

______, et.al., Islam Universal, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.

Maulani, Achmad, Tabayyun Jokowi-JK, Jakarta: DKN Garda Bangsa, 2014.

Mawardi, Imam, al- Ahkam al-Sulthaniyah, Terj. Fadli Bahri, Jakarta: PT. Darul Falah, 2006.

Mu’thi, Abdul, Inkulturasi Islam Menyemai Persaudaraan, Keadilan dan Emansipasi Kemanusiaan, Jakarta: al-Wusta Publishing, 2009.

Nawawi, Mahyudin, “Menegakkan Mazhab Negara”, dalam Chorul Fuad Yusuf (ed), Hisab Rukyat dan Perbedaannya, Balitbang Agama dan Diklat Keagamaan, Departemen Agama RI, 2004.

Pengelolaan Keragaman Agama di Indonesia; Usulan Penanganan Kasus-Kasus Mendesak, Perbaikan Implementasi dan Perubahan Kebijakan”, Makalah ini ditulis bersama oleh staf Program Studi Agama dan Lintas Budaya (CRCS), Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Oktober 2014.

Pew Forum on Religion and Public Life, “The Global Religious Landscape A Report on the Size and Distribution of the World’s Major Religious Groups as of 2010”, Washington, D.C., 2012.

Pedoman Pejabat Urusan Agama Islam, “Ketetapan MUI Nomor 2 tahun 2004”, Departemen Agama Ditjen Bimas Islam dan Urusan Haji, Jakarta: 2005.

Ruskanda, Farid, dkk, Rukyat dengan Teknologi, Jakarta: Gema Insani Press, 1994.

Rusydi, Caswiyono, Badrul Munir, Jokowi dan Islam: Praktik Kepemimpinan Islami Joko Widodo, Jakarta: DKN Garda Bangsa, 2014.

Sudibyo, Ma’rufin, “Variasi Lokal dalam Visibilitas Hilaal: Observasi Hilaal di Indonesia pada 2007–2009”, Makalah LP2IF–RHI.

Sudibyo, Ma’rufin, Mutoha Arkanuddin, dan Riyadi, “Observasi Hilaal 1427–1430 H (2007–2009 M) dan Implikasinya untuk Kriteria Visibilitas di Indonesia”, makalah Seminar Nasional: Mencari Solusi Kriteria Visibilitas Hilal dan Penyatuan Kalendar Islam dalam Perspektif Sains dan Syariah, Obs. Bosccha, 19 Desember 2009.

Sudibyo, Ma’rufin, “Mengenal Lebih Lanjut Kriteria Visibilitas Hilal Di Indonesia”, (LP2IF–RHI), Makalah disampaikan pada Dauroh RHI Solo Raya IV Solo, 17 April 2011.

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara.

Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 29 (Amandemen UUD 1945).

Internet:

“Jemaah Al-Muhdlor di Tulungagung Rayakan Idul Fitri, Kemarin”, http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=14423. Diakses 28 Desember 2009.

“Jamaah Naqsabandiyah Padang Shalat Idul Fitri Hari Ini”, http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=14426. Diakses 28 Desember 2009. http://detikIslam.com/2008/09/29/hizbut-tahrir-mengumumkan-Idul-Fitri-30-. Diakses 28 Desember 2009.

”Jamaah al-Nadzir Tak Gunakan Hisabatau Rukyat untuk Tentukan Idul Fitri” http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=14439. Diakses 28 Desember 2009.

”NU dan Muhammadiyah Shalat Idul Fitri Bersamaan” http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=14453. Diakses 28 Desember 2009.

“Jamaah Syattariyah di Sumbar Shalat Idul Fitri, Kemarin“ http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=14478. Diakses 28 Desember 2009.

“Umat Islam Aboge Banyumas Shalat Ied Hari Ini” http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/10/03/1/150658/umat-Islam-aboge-banyumas-shalat-ied-hari-ini. Diakses 28 Desember 2009.

http://rukyatulhilal.org/

http://kpu.go.id/koleksigambar/VISI_MISI_Jokowi-JK.pdf

http://kpu.go.id/koleksigambar/Daftar_Riwayat_Hidup_JOKO_WIDODO.pdf

http://kpu.go.id/koleksigambar/Daftar_Riwayat_Hidup_JUSUF_KALLA.pdf




DOI: https://doi.org/10.24042/adalah.v12i2.192

Article Metrics

Abstract views : 283 | PDF downloads : 363

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2014 AL-'ADALAH



Creative Commons License

Al-'Adalah is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.