Hukum Keluarga Islam di Indonesia: dari Orde Lama hingga Orde Reformasi

Ahmad Rajafi

Abstract


Historically, the rule of Islamic family law existed and has been practiced since the early arrival of Islam in the archipelago. This is indicated by the phenomenon of massive application of fiqh madzhab asy-syafi’iyyah in the colonialization era.. After the day of Independence, the efforts to established Islamic family law through political institutions has begun, starting from the old order era until the reform era. The reform movement grew stronger mainly after CLD-KHI was echoed to make KHI ( Collection of Islamic Law) a new Marriage Act. Unfortunately, this movement received a negative response from a number of Islamic organizations; so the plan was canceled by the Government. Nevertheless, the struggles between liberal and conservative-fundamentalist Islamic thought still continue to this day.

Keywords


renewal movement, family law of Islam, CLD-KHI, Indonesia

References


Abegebriel, A. Maftuh and etc. Negara Tuhan: The Thematic Encyclopedia. Yogyakarta: SR-Ins Publishing, 2004.

Arief. Abd. Salam. “Politik Islam Antara Aqidah dan Kekuasaan Negara,” n.d.

“Amanat Presiden No. R.02/P.U/VII/1973 Perihal RUU Tentang Perkawinan,” July 31, 1973.

Asnawi. Habib Shulton. “Dasar Hukum Hakim Mahkamah Konstitusi dalam Memutuskan Perkara No. 46/PUUVIII/2010 Tentang Status Hukum Anak di Luar Nikah (Perspektif Hukum Islam dan Hak Asasi Manusia).” Fikri 1, no. 1 (June 2016): 45–78.

Asari, Hasan dan Amroeni Drajat. Antologi Kajian Islam. Bandung: Cita Pustaka Media, 2004.

Azhary, Tahir. “Kompilasi Hukum Islam Sebagai Alternatif: Suatu Analisis Sumber-Sumber Hukum Islam.” Mimbar Hukum II, no. 4 (1991): 16.

Al-Buraey. Muhammad A. Administrative Development or Islam Landasan Alternatif Administrasi Pembangunan. Translated by Achmad Nashir Budiman. Jakarta: Rajawali, 1986.

Al Arif, M. Yasin. Politik Hukum Calon Tunggal dalam Putusan Mahkamah Konstitusi dan Implikasinya Terhadap SIstem Pilkada Serentak, Jurnal Yuridis 3, No. 2, Desember (2016).

Djamil, Fathurrahman. “Reaktualisasi dan Legislasi Hukum Islam.” Juridiksi I, no. I (1996): 13–14.

Djubaedah, Neng. Pornografi dan Pornoaksi Ditinjau dari Hukum Islam: Edisi Revisi. 3rd ed. Jakarta: Prenada, 2009.

Erwinsyahbana, Tengku. “Perspektif Hukum Perkawinan Antar Agama yang Berkeadilan Dikaitkan dengan Politik Hukum Perkawinan Indonesia dalam Rangka Pembangunan Hukum Keluarga Nasional.” Indonesian Journal of Dialectics 2, no. 2 (2012).

_____, “Sistem hukum perkawinan pada Negara hukum berdasarkan Pancasila.” jurnal ilmu hukum 3, no. 01 (2013).

Erlina. “Access To Justice ‘Anak di Luar Perkawinan’ (Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/ 2010 Tentang Pengujian Pencatatan Perkawinan dan Status Hukum Anak Yang Dilahirkan dari Perkawinan Yang Tidak Tercatat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan).” Jurnal Konstitusi PSHK, Universitas Islam Indonesia Kerjasama dengan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia I, no. 1 (November 2008): 33–58.

Faisal. “Penerapan Hukum Takzir dalam Hukum Positif: Analisis Atas Ketentuan Pidana dalam UU. No. 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat”.

_____, Pluralisme Hukum di Indonesia: Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman. Yogyakarta: Maghza, 2012.

Farid, Mukhamad. “Interpretasi Hakim Tentang Anak di Luar Kawin Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 Tentang Pengujian UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (Studi di Pengadilan Agama Purwokerto).” Jurnal Idea Hukum, Magister Hukum Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman I, no. 2 (Oktober 2015): 123–33.

Hasbi, Muhammad. “Studi Komparatif Antara Hukum Islam dan Hukum Positif Undang-Undang Perkawinan No 1 Tahun 1974 Tentang Batas Ketaatan Isteri Terhadap Suami.” PhD diss., Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2013.

Haryani, Anik Tri and Tiara Oliviarizky Toersina. “Hak Keperdataan Anak Luar Kawin Pasca Judicial Review Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010.” Sosial 14, no. 2 (September 2013): 12–23.

Hidayatullah, Bagus Anwar. “Politik Hukum Sistem Pemilu Legislatif dan Presiden Tahun 2009 dan 2014 dalam Putusan Mahkamah Konstitusi”, Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 21, No. 4, (Oktober 2014), Yogyakarta: Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Himsyah, Fatroyah Asr. “Batas Usia Perkawinan Menurut pasal 7 Undang-Undang no. 1 tahun 1974 Perspektif Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.” PhD diss., Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2011.

Jafizham, T. Persentuhan Hukum di Indonesia dengan Hukum Perkawinan Islam. Medan: Mestika, 1977.

Martinelli, Ida. “Hukum Anak Luar Kawin Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010.” De Lega Lata I, no. 2 (July 2016): 308–28.

Muhammad bin Hibban. Shahih Ibnu Hibban. Vol. 9. Bayrût: Mu`assasah al-Rasalah, 1993.

Nasution, Khoiruddin. Hukum Perdata (Keluarga) Islam Indonesia dan Perbandingan Hukum Perkawinan di Dunia Muslim: Studi Sejarah, Metode Pembaruan, dan Materi & Status Perempuan dalam Hukum Perkawinan/Keluarga Islam. Yogyakarta: Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri, 2009.

Operasi, April 14, 1969.

Pramana, I Gede Pasek. “Konsekuensi Yuridis Putusan Makamah Konstitusi No. 46/PUU-VIII/2010 Terhadap Kedudukan Anak Astra dalam Hukum Adat Bali.” Jurnal Magister Hukum Udayana 7, no. 3 (2014): 411–22.

Prins, J. Hukum Perkawinan di Indonesia. Translated by G.A. Ticoalu. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1982.

Pohan, Rahmad Asril. Toleransi Inklusif: Menapak Jejak Sejarah Kebebasan Beragama dalam Piagam Madinah. Yogyakarta: Kaukaba, 2014.

Prodjodikoro, Wirjono. Hukum Perkawinan di Indonesia. 8th ed. Bandung: Sumur, 1984.

Rahayu, Ninik. “Politik Hukum Itsbat Nikah.” Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam 12, no. 2 (2016): 279-294.

Rasjadi. H. M. Kasus RUU Perkawinan dalam Hubungan Islam dan Kristen. Jakarta: Bulan Bintang, 1974.

Sanger, Juliana Pretty. “Akibat Hukum Perkawinan Yang Sah Didasarkan Pada Pasal 2 UU. Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.” Lex Administratum 3, no. 6 (2015).

Sidharta, P. H. “Undang-Undang Perkawinan Ditinjau dari Segi Hukum Antar Tata Hukum pada Dewasa Ini.” Jurnal Hukum & Pembangunan 22, no. 4 (1992): 334-353.

Soewondo, Nani. Kedudukan Wanita Indonesia dalam Hukum dan Masyarakat. 2nd ed. Jakarta: Timun Mas, 1968.

Sularno, M. “Dinamika Hukum Islam Bidang Keluarga di Indonesia.” Al-Mawarid 18 (2008).

Surat Menteri Agama Nomor MA/274/2004 Tentang Counter Legal Draft KHI, Oktober 2004.

Surat Menteri Agama RI Nomor MA/271/2004 Tentang Teguran,” tanggal Oktober 2004.

Suphia. “Hubungan Keperdataan Anak Luar Kawin Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi No. 46/PUU-VIII/2010.” Jurnal Rechtens 4, no. 2 (Desember 2015): 1–14.

Syahuri, Taufiqurrohman. Legislasi Hukum Perkawinan di Indonesia: Pro-Sosroatmodjo, Asro dan A. Wasit Aulawi. Hukum Perkawinan di Indonesia. Jakarta: Bulan Bintang, 1978.

Thalib, Sajuti. Receptio A Contrario Hubungan Hukum Adat dengan Hukum Islam. 4th ed. Jakarta: Bina Aksara, 1985.

Wahid, Marzuki. “Pembaruan Hukum Keluarga Islam di Indonesia Paska Orde Baru: Studi Politik Hukum atas Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam [Renewal of Islamic Family Law in Post at New Order Indonesia: Legal-Political Study On Counter Legal Draft of the Compilation of Islamic Law].” In 4th Annual Islamic Studies Postgraduate Conference, Melbourne, pp. 17-18. 2008.

_____, “Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam (CLD-KHI) dalam Perspektif Politik Hukum di Indonesia.” In 4th Annual Islamic Studies Postgraduate Conference, The University of Melbourne, pp. 17-18. 2008.

Wahyudi, Yudian. Is Islamic Law Secular? A Critical Study of Hasan Hanafi’s Legal Philisophy. Yogyakarta: Pesantrean Nawesea Press, 2007.

_____, Maqasid Asy-Syari’ah dalam Pergumulan Politik: Berfilsafat Hukum Islam dari Harvard ke Sunan Kalijaga. Yogyakarta: Pesantrean Nawesea Press, 2007.




DOI: http://dx.doi.org/10.24042/adalah.v14i2.2059

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 AL-'ADALAH

Creative Commons License

Al-'Adalah is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.