PEMBARUAN HUKUM PUBLIK SYARIAH: PERSPEKTIF ABDULLAH AHMED AL-NA'IM

https://doi.org/10.24042/adalah.v12i2.3018

Junaidi Abdillah

Abstract


Abstract: Renewel Public Law Sharia: Perspectives Abdillah Ahmed al-Na’im. Abdullah Ahmed al-Na’im is a thinker and innovator in the field of Islamic law which is quite controversial, and has been a hit historical sharia construction is already well established. Based on the theory of inverse nasakh opposed to the construction of the science of usul al-fiqh traditional. al-Na’im public view that sharia law is no longer functional, hence it requires reconstruction methodology. Legal socio-political realities of Sudan seem to have much influence al-Na’im to choose the path of secularism related public application of sharia law. In reforming public law Sharia, al-Na’im start criticizing epistemology historical sharia: sources, methods and applications, ie with inverted nasakh theory initiated to revive passages deleted by the theory of traditional manuscripts.

 

Abstrak: Pembaruan Hukum Publik Syariah: Perspektif Abdullah Ahmed al-Na’im. Abdullah Ahmed al-Na’îm merupakan seorang pemikir dan pembaru dalam bidang hukum Islam yang cukup kontroversial, dan telah mendobrak konstruksi syariah historis yang terlanjur mapan. Berbasis pada teori nasakh terbalik yang berlawanan dengan konstruksi ilmu ushûl al-fiqh tradisional. al-Na’îm memandang bahwa hukum publik syariah tidak lagi fungsional, karenanya ia membutuhkan rekonstruksi metodologi. Realitas sosio politik-hukum Sudan tampaknya telah banyak mempengaruhi al-Na’îm untuk memilih jalan sekularisme terkait aplikasi hukum publik syariah. Dalam melakukan pembaruan hukum publik syariah, al-Na’îm memulai mengkritik epistemologi syariah historis: sumber, metode dan aplikasinya, yakni dengan menggagas teori nasakh terbalik untuk membangkitkan kembali ayat-ayat yang terhapus oleh teori nasakh tradisional.


Keywords


Historical Sharia; naskh; Reconciliation; Criminal Law; Human Rights; Syariah Historis; Rekonsiliasi; Hukum Pidana; Hak Asasi Manusia

References


Abdullah, M. Amin, “Arkoun dan Kritik Nalar Islam” dan Komaruddin Hidayat, “Arkoun dan Tradisi Hermeneutika” dalam John Hendrik Meuleman (peny.), Tradisi, Kemodernan dan Metamodernisme: Memperbincangkan Pemikiran Mohammed Arkoun, Yogyakarta: LKiS, 1996.

______, “Paradigma Alternatif Pengembangan Ushûl al-Fiqh dan Dampaknya pada Fiqh Kontemporer” dalam Ainurrofiq (ed.) “Mazhab Yogyakarta: Menggagas Paradigma Ushûl al-fiqh Kontemporer, Yogyakarta: ar-Ruzz Press dan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga, 2002.

Attas, al-, S.M.N A, Commentary on The Hujjat al-Shiddiq of Nur al-Din al-Raniri, Kuala Lumpur: Tnp., 1986.

Anderson, James Norman Dalrymple, Islamic Law in the Modern World, Connecticut: Greenwood Press, 1975.

Ashiddiqie, Jimly, Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara, Jakarta: Mahkamah Konstitusi RI, 2006.

Assyaukanie, A. Luthfi, “Tipologi dan Wacana Pemikiran Arab Kontemporer” dalam Jurnal Pemikiran Islam Paramadina”, Vol.1, No. 1, 1998.

Azhary, Muhammad Tahir, Negara Hukum: Suatu Studi Tentang Prinsip-prinsipnya Dilihat dari Segi Hukum Islam, Implementasinya pada Periode Negara Madinah dan Masa Kini, Jakarta: Bulan Bintang, 1992.

Azra, Azyumardi, Pergolakan Politik Islam dari Fundamentalisme, Modernisme Hingga Post-Modernisme, Paramadina, Jakarta, 1996.

Coulson, Noel J., Conflicts and Tensions in Islamic Jurisprudence, Chicago: The University of Chicago Press, 1969.

Dahlan, Muhammad, Epistemologi Hukum Islam al-Na’îm, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.

Effendi, Muhammad Satria, “Ijtihad Sepanjang Sejarah Hukum Islam: Memposisikan KH Ali Yafie” dalam Jamal D. Rahman, Wacana Baru Fiqh Sosial: 70 Tahun KH Ali Yafie, Bandung: Mizan, 1997.

Effendy, Bahtiar, Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia, Jakarta: Paramadina, 1998.

Esposito, John L. dan John O. Voll, Makers of Contemporary Islam, Oxford: Oxford University Press, 2001.

Fanani, Muhyar, “Abdullah Ahmed al-Na’îm: Paradigma Baru Hukum Publik Islam”, dalam A. Khudori Sholeh (ed.), Pemikiran Islam Kontemporer, Yogyakarta: Jendela, 2002.

Hardiman, F. Budi, Melampaui Positivisme dan Modernitas: Diskursus Filosofis Tentang Metode Ilmiah dan Problem Modernitas, Yogyakarta: Kanisius, 2003.

Kamali, Muhammad Hashim, Principles of Islamic Jurisprudence, Cambridge: The Islamic Society, 1991.

Kurzman, Charles (ed), Islam Liberal; Pemikiran Islam Kontemporer tentang Isu-isu Global, Jakarta: Paramadina, 2001.

Lohban, Carolyn Fluehr-, “Sudan” dalam John. L. Esposito (ed.), The Oxford Encyclopedia of The Modern Islamic World IV, New York: Oxford University Press, 1995.

Maraghi, al-, Musthafa, Tafsîr al-Marâghi, Volume I, Bayrût: Dâr al-Fikr, t.t.

Na’îm, al-, Abdullah Ahmed, “Mahmud Muhammad Tahâ and Crisis in Islamic Law Reform: Implications for Interreligious Relations” dalam Journal of Ecumential Studies Vol. 25, No. 1, 1988.

______, Dekonstruksi Syariah: Wacana Kebebasan Sipil, Hak Asasi Manusia dan Hubungan Internasional dalam Islam, Ahmad Suaedy dan Amiruddin Arrani (terj.), Yogyakarta: LkiS, 1997.

______, Toward an Islamic Reformation, Civil Liberties, Human Rights and International Law, New York: Syracuse University Press, 1996.

Qaradhâwy, al-, Yûsuf, al-Madkhal li Dirâsah al-Syarî’ah, Kairo: Maktabah Wahbah, 2001.

Qarâfi, al-, Syarh Tanqîh al-Fushûl fi Ikhtishâr al-Mahshûl fi al-Ushûl, Kairo: Dâr al-Fikr, 1973.

Râzi, al-, al-Mahshûl fi ‘Ulûm al-Ushûl al-Fiqh, Juz I, Bayrût: Dâr al-Kutub al-Ilmiyyah, 1988.

Ridha, Sayyid Rasyid, Tafsir al-Manâr, volume I, Bayrût: Dâr al-Fikr, t.t.

Ridwan, Kafarawi, et.al, (eds.), Ensiklopedi Islam IV, Jakarta: PT. Ichtiar Baru van Hoeve, 1994.

Shihab, Quraish, Membumikan Alqur’an, Bandung: Mizan, 2004.

Sjadzali, Munawir, Islam dan Tata Negara: Aliran, Sejarah dan Pemikiran, Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1993.

Syaukani, Imam, Rekontsruksi Epistemologi Hukum Islam Indonesia dan Relevansinya Terhadap Pemabagunan Hukum Nasional, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.

Suyûthi, al-, Jalaluddin, al-Itqân fi ‘Ulûm al-Qur’ân, Kairo: Dâr al-Turâts, 1967.

Syâthibî, al-, Abû Ishâq Ibrahîm ibn Mûsâ, al-Muwâfaqât fi Ushûl al-Syarî’ah, Jilid 2, Bayrût: Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyyah, t.t.

Turabi, al-, Hasan, Fiqh Demokratis: dari Tradisionalisme Kolektif Menuju Modernisme Populis, Abdul Haris dan Zaimul Am (pent.), Bandung: Arasy, 2003.

Thabathaba’i, al-, Muhammad Husein, al-Mîzân fî Tafsîr Alqur’ân, Bayrût: Mu’assasah al-‘Alamî, 1991.

Usman, Iskandar, Istihsân dan Pembaruan Hukum Islam, Jakarta: Rajawali Pers dan Lembaga Studi Islam dan Kemasyarakatan, 1994.

www.Law.emory .edu/annaim diakses pada tanggal 15 Oktober 2013.




DOI: https://doi.org/10.24042/adalah.v12i2.3018

Article Metrics

Abstract views : 671 | PDF (Bahasa Indonesia) downloads : 392

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 AL-'ADALAH



Creative Commons License

Al-'Adalah is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.