PENAFSIRAN AYAT-AYAT POLIGAMI DALAM AL-QUR’AN

Mahmuddin Bunyamin

Abstract


Abstark

 

Poligami yang dilakukan Nabi adalah upaya transformasi sosial. Mekanisme poligami yang diterapkan Nabi merupakan strategi untuk meningkatkan kedudukan perempuan dalam tradisi feodal Arab pada abad ke-7 Masehi. Saat itu, nilai sosial seorang perempuan dan janda sedemikian rendah sehingga seorang laki-laki dapat beristri sebanyak mereka suka. Sebaliknya, yang dilakukan Nabi adalah membatasi praktik poligami, mengkritik perilaku sewenang-wenang, dan menegaskan keharusan berlaku adil dalam berpoligami. Ketika Nabi melihat sebagian sahabat telah mengawini delapan sampai sepuluh perempuan, mereka diminta menceraikan dan menyisakan hanya empat. Dan, inilah pernyataan eksplisit dalam pembatasan terhadap kebiasan poligami yang awalnya tanpa batas sama sekali

 Kata Kunci: Keadilan, Kondisi Sosial, Perempuan

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

al-Mubarak ibn al-Atsir, Jami’ al-Ushul fi Ahadits al-Rasul, Juz XII, t. tp: Maktabah al-Halwani , 1972

Hamka, Tafsir Al-Azhar, Juz 4, Jakarta: Pustaka Panji Mas, 1983

Muhammad Uqlah, Nizham al-Usrah fi al-Islam, Jilid 1,Amman: Maktabah al-Risalah,1989

Muhammad Ali al-Shabuni, Qabas Min Nur Al-Qur’an al-Karim, Damaskus: Dar al-Qalam, 1989

Najman Yasin, al-Islam Wa al-Jins Fi al-Qarn al-Awwal al-Hijri (Beirut: Dar Atiyyah, 1997

Said Sabiq, Fiqh al-Sunnah, Jilid II, Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi, 1987

Taha Husain, Fi Syi’r al-Jahili,Tunisia: Dar al-Ma’arif, t.th

Wahbah al-Zuhaili, al- Tafsir al-Munir, Jilid 2, Damaskus: Dar al-Fikr, 2007


Refbacks



Copyright (c) 2017 Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Al-Hadits

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.