Perbandingan Kemampuan Inkuiri Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar dalam Perkuliahan Sains

https://doi.org/10.24042/jipfalbiruni.v6i1.1582

Chandra Ertikanto

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan (pengetahuan dan keterampilan) inkuiri dan tanggapan mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Lampung dalam perkuliahan Pendidikan Sains SD. Pelaksanaan penelitiannya dengan model belajar inkuiri secara pemodelan, dimana mahasiswa PGSD berperan sebagai pebelajar SD, dan peneliti sebagai model pengajar SD. Teknik sampling yang digunakan adalah Quota Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak sampai terpenuhi jumlah yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan pada 72 orang mahasiswa, dan dilaksanakan mulai Maret sampai Juni 2016.Variabel kemampuan inkuiri diperoleh melalui tes pilihan jamak, dan tanggapan mahasiswa diperoleh melalui angket, Data dianalisis dengan statistik berbantuan komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kemampuan inkuiri mahasiswa PGSD setelah mengikuti perkuliah Sains SD melalui model belajar inkuiri dengan pemodelan, secara signifikan lebih tinggi dibandingkan model belajar inkuiri dengan konvensional. Pada kelompok eksperimen tampak menunjukkan antusias, dan memberikan tanggapan positip, mahasiswa PGSD berharap mata kuliah yang berlabel SD dapat dilaksanakan dengan model belajar inkuiri dengan pemodelan.

The Inquiry Abilities Comparison of The Students of Primary Teacher Training Program in Science Learning

This research aims to describe the inquiry ability (knowledge and skill) and the response from students of Elementary School Teachers Education (PGSD) Lampung University towards Elementary School (SD) Science Education Lecture. The research is done with modeling the inquiry learning model, where PGSD students play as SD learners and the researcher as SD teacher model. The sampling technique used is Quota Sampling, which means random sampling until fulfilled the number wanted. This research is done on 72 students and starts from March to June 2016. Inquiry ability of variable achieved from the multiple-choice test, and the student's response achieved through a questionnaire. The data analysis is using computerized statistics. The research results that the inquiry ability of PGSD students after following SD Science Lecture through modeling inquiry learning model, significantly higher than the conventional inquiry learning model.  On experimental group seems enthusiasm, and gives a positive response, PGSD students hope the SD labeling lectures can be done by modeling inquiry learning model


Keywords


kemampuan inkuiri; model pembelajaran; pembelajaran sains

Full Text:

PDF

References


Aprilia, L., & Mulyaningsih, S. (2014). Penerapan Perangkat Pembelajaran Materi Kalor Melalui Pendekatan Saintifik Dengan Model Pembelajaran Guided Discovery Kelas X SMA. Skripsi tidak dipublikasikan. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.

Arikunto, S. (2008). Evaluasi Program Pendidikan.Jakarta: Bumi Aksara.

Capobianco, B., & Lehman, J. (2006). Integrating technology to foster inquiry in an elementary science methods course: A case study of one teacher educator’s initiatives in a PT3 project. Journal of Computers in Mathematics and Science Teaching, 25(2), 123-146

Cuevas, P., Lee, O., Hart, J., & Deaktor, R. (2005). Improving science inquiry with elementary students of diverse backgrounds. Journal of Research in Science Teaching, 42(3), 337-357.

Dewi, P S., dan Rochintaniawati, D. (2015). Implementasi Pendekatan Saintifik Terhadap Proses Aktivitas Guru dan Siswa pada Pembelajaran IPA Terpadu. ITB. Prosiding Simposium Nasional Inovasi dan Pembelajaran Sains. ISBN: 978-602-19655-8-0.

Ertikanto, C., Wahyudi, I., & Viyanti, V. (2015). Increasing Teachers Inquiry Ability With Training Inquiry Ability Programme And Teaching Science. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 4(2).

Ertikanto, C., Viyanti, V., & Wahyudi, I. (2015). Keefektifan Pengetahuan Inkuiri Guru Sekolah Dasar Kota Bandar Lampung Dalam Pembelajaran Sains. Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) (Vol. 2, Pp. 106-116).

Hermawan, A. A. (2014). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 Melalui Pendekatan Scientific pada Materi Alat Optik untuk Melatihkan Sikap Ilmiah Siswa Kelas X Sman 3 Surabaya. Inovasi Pendidikan Fisika, 3(3).

Education, A. (2004). Focus on inquiry: A teacher’s guide to implementing inquiry-based learning. Alberta, Canada: Author.

Joyce, B., Weill, M., & Colhoun, E. (2001). Models of Teaching. 6th edition. Boston: Allyn an Bacon.

Marx, R. W., Blumenfeld, P. C., Krajcik, J. S., Fishman, B., Soloway, E., Geier, R., & Tal, R. T. (2004). Inquiry‐based science in the middle grades: Assessment of learning in urban systemic reform. Journal of research in Science Teaching, 41(10), 1063-1080.

Matson, J. O., & Parsons, S. (2006). Misconceptions about the nature of science, inquiry-based instruction, and constructivism: Creating confusion in the science classroom. Electronic Journal of Literacy through Science, 5(6), 1-10.

National Research Council. NRC.(2000). Inquiry and the National Science Education Standards: A Guide for Teaching and Learning.

Pine, J., Aschbacher, P., Roth, E., Jones, M., McPhee, C., Martin, C., ... & Foley, B. (2006). Fifth graders' science inquiry abilities: A comparative study of students in hands‐on and textbook curricula. Journal of research in science teaching, 43(5), 467-484.

Nasional, D. P. (2003). Kurikulum 2004. Jakarta: Depdiknas.

Ruiz‐Primo, M. A., & Furtak, E. M. (2007). Exploring teachers' informal formative assessment practices and students' understanding in the context of scientific inquiry. Journal of research in science teaching, 44(1), 57-84.

Rustaman, N. Y. (2005, July). Perkembangan penelitian pembelajaran berbasis inkuiri dalam pendidikan sains. In Makalah dipresentasikan dalam Seminar Nasional II Himpunan Ikatan Sarjada dan Pemerhati Pendidikan IPA Idonesia Bekerjasama dengan FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung (pp. 22-23).

Saregar, A., Sunarno, W., & Cari, C. (2013). Pembelajaran Fisika Kontekstual Melalui Metode Eksperimen Dan Demonstrasi Diskusi Menggunakan Multimedia Interaktif Ditinjau Dari Sikap Ilmiah Dan Kemampuan Verbal Siswa. Inkuiri, 2(02).




DOI: https://doi.org/10.24042/jipfalbiruni.v6i1.1582

Article Metrics

Abstract views : 712 | PDF downloads : 381

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

Jurnal ilmiah pendidikan fisika Al-Biruni is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Copyright © Physics Education Department, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampunge-ISSN 2503-023X