INGKAR SUNNAH ( Sejarah, Argumentasi, dan Respon Ulama Hadits)

https://doi.org/10.24042/al-dzikra.v9i1.1727

Suhandi Suhandi

Abstract


Pertanda munculnya “Ingkar Sunnah” sudah ada sejak masa sahabat, ketika Imran bin Hushain (w. 52 H) sedang mengajarkan hadits, seseorang menyela untuk tidak perlu mengajarkannya, tetapi cukup dengan mengerjakan al-Qur’an saja. Menanggapi pernyataan tersebut Imran menjelaskan bahwa “kita tidak bisa membicarakan ibadah (shalat dan zakat misalnya) dengan segala syarat-syaratnya kecuali dengan petunjuk Rasulullah saw. Mendengar penjelasan tersebut, orang itu menyadari kekeliruannya dan berterima kasih kepada Imran. Sikap penampikan atau pengingkaran terhadap sunnah Rasul saw yang dilengkapi dengan argumen pengukuhan baru muncul pada penghujung abad ke-2 Hijriyah pada awal masa Abbasiyah. Pada masa ini bermunculan kelompok ingkar as-sunnah dan diikuti periode-periode berikutnya dengan bermunculan tokoh-tokoh yangmengingkari keberadaan Sunnah. Siapa saja mereka dan bagaimana respon ulama terhadap mereka  akan dibahas dalam tulisan ini.


Full Text:

PDF

References


Abdul Ghani Abdul Khaliq, Hujjiyyah as-Sunnah, Daar al-Qur’an, Beirut.

Abdul Majid Khon, Sunnah dan Pengingkarannya di Mesir Modern, Disertasi, 2004.

Abdul Majid Khon, Ulumul Hadis, Amzah, Jakarta, 2013.

Abi Hilal al-Askari, Al-Lum’ah Min Al-Furiq, As-Safaqiyah, Surabaya, t.t. hlm. 2.

Ali Mustofa Ya’qub, Kritik Hadis, Cet. I.,Pustaka Firdaus, Jakarta, 1995.

As-Syaukani, Irsyad al-Fuhul ila tahaqiq al-Haq min ‘Ilmi al-Ushul, Daar Asy-Sya’ab al-Ilmiyyah, Beirut, 1999.

Ibrahim Anis, Almu’jam al-Washith, juz 3, Daar al-Ma’arif, Mesir, tahun 1972.

Jalaluddin As-Suyuthi, Miftah al-Jannah fi al-Ihtijaj bi as-Sunnah, Daar as-Salam, Cairo, 1999.

Mahmd Abu Rayyah, Adwa’ ‘ala as-Sunnah al-Muhammadiyah, Daar al-Ma’arif, Cairo, t.t. 250.

Muhammad Abu Zahrah, Asy-Syafi’i Hayatuhu wa ‘Ashruh: Ara’uh wa Fiqhuh, Mathba’ah Al-Mahadi, Cairo, 1996.

Muhammad Ajaj al- Khatib, Ushul al-Hadits Ulumuhu wa Musthalahuhu, Daar al-Fikr, Bairut, Libanon, 1992.

Quraish Shihab, Membumuikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, Mizan, Bandung.

Tim IAIN Syarif Hidayatullah, Ensiklopedi Islam Indonesia, Djambatan, Jakarta. 1992.




DOI: https://doi.org/10.24042/al-dzikra.v9i1.1727

Article Metrics

Abstract views : 1716 | PDF downloads : 466

Refbacks



Copyright (c) 2017 Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Al-Hadits

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
All Publication by AL-DZIKRA is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

AL_DZIKRA Indexed by: