Metode Kritik Hadits di Kalangan Ilmuwan Hadits

https://doi.org/10.24042/al-dzikra.v9i2.1873

Siti Badiah

Abstract


Penelitian kualitas hadis perlu dilakukan, bukan berarti meragukan hadits Nabi Muhammad SAW, tetapi melihat keterbatasan perawi hadits sebagai manusia, yang ada kalanya melakukan kesalahan, baik karena lupa maupun karena didorong oleh kepentingan tertentu. Keberadaan perawi hadits sangat menentukan kualitas hadits, baik kualitas sanad maupun kualitas matan hadits. selama riwayat-riwayat ini membutuhkan penelitian dan kajian mendalam untuk mengetahui mana yang dapat diterima dan mana yang ditolak, maka mutlak diperlukan adanya kaidah-kaidah dan patokan sebagai acuan melakukan study kritik hadits. Aktivitas krritik hadits marak terjadi pada abad ke-3 Hijriyah. Namun hal tersebut tidak menunjukkan bahwa di era sebelumnya sama sekali tidak terjadi kegiatan kritik hadits. Sebab ketika penelitan hadits dipahami (dengan sederhana) sebagai upaya untuk membedakan antara hadits yang shohih dan tidak shohih, maka kegiatan kritik hadits dalam bentuk yang begitu sederhana telah muncul sejak masa Rasullullah masih hidup.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24042/al-dzikra.v9i2.1873

Article Metrics

Abstract views : 115 | PDF downloads : 163

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Al-Hadits

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
All Publication by AL-DZIKRA is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

AL_DZIKRA Indexed by: