PEMIKIRAN FARID ESACK TENTANG HERMENEUTIKA PEMBEBASAN AL-QUR’AN

https://doi.org/10.24042/ajsla.v10i1.1424

Sudarman Sudarman

Abstract


Teologi Pembebasan lahir dan berkembang di Amerika Latin, sebagai gerakan pemerdekaan bagi kelompok masyarakat miskin, pinggiran, dan tertindas. Teologi pembebasan tampil dengan menyerukan persamaan hak tanpa memandang latar belakang, agama, etnis, dan warna kulit. Di kalangan Islam, Farid Esack, pemikir dari Afrika Selatan, adalah salah seorang yang dengan sangat semangat mendengungkan pembebasan. Berangkat dari pengalaman pribadi dan keluarganya di Afrika Selatan, Farid Esack berhasil memformulasikan sktetsa ajaran Islam menjadi sebuah gerakan pembebasan yang berpengaruh secara signifikan terhadap dunia Islam secara umum. Menurutnya al-Qur’an memuat semangat pembebasan bagi semua manusia secara universal.

Keywords


Farid Esack, Teologi Pembebasan, Afrika Selatan

Full Text:

PDF

References


Esack, Farid., But Musa Went to Fir’aun. Maitland, The Call of Islam, 1989. ______, “Aduk-aduk Tempat Sampah agar Bisa Makan,” dalam Tabloid Detak, No. 132 tahun ke-3 April 2001. ______, “Spektrum Teologi Progresif di Afrika Selatan,” dalam Dekonstruksi Syariah II, terj. Farid Wajidi. Yogyakarta: LKiS, 1996. ______, On Being A Muslim: Finding a Religious Path in the world Today. Oxford, Onerworld Publication, 1999. ______, Qur’an Liberation and Pluralism: An Islamic Perspective of Interreligious Solidarity against Oppression. London: One World Oxford, 1997. Brenner, Louis, “Introdution,” dalam Louis Brenner (ed.), Moslem Identity and Social Change in Sub-Saharian Africa. London: Hurst and Company, 1993.

E. Sigmund, Paul., Liberation Theology and The Crossroad. New York: Oxford University Press, 1990. Irwandi, “Membaca Reception Hermeneutik Maulana Farid Esack,” dalam Skripsi. Jakarta: IAIN Syarif Hidayatullah, 2000, tidak diterbitkan. J. Grenz, Stanley., Roger E. Olson, 20th’Century Theology: God & The World in a Transitional Age. Downers Grove: InterVarsity, 1992). Mustaqim, Abdul-Sahiron Syamsudin, Studi Al-Qur’an Kontemporer: Wacana Baru Berbagai Metodologi Tafsir. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2002. Nitiprawiro, Wahono., Moh. Sholeh Isre, Teologi pembebasan: sejarah, Metode, Praksis, dan Isinya. Yogyakarta: Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS, 2000. T. Wardaya, Baskara., Spiritualitas Pembebasan: Refleksi Atas Iman Kristiani dan Praksis Pastoral. Yogyakarta: Kanisius, 1995. Wijaya, Aksin., Arah Baru Ulumul-Qur’an. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009. Winangun, Y. W. Wartaya., Tanah Sumber Nilai Hidup. Yogyakarta: Kanisius, 2004.




DOI: https://doi.org/10.24042/ajsla.v10i1.1424

Article Metrics

Abstract views : 2063 | PDF downloads : 784

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.