DAMPAK FENOMENA CLUBBING DI TINJAU DARI DIMENSI AGAMA DAN MASYARAKAT

https://doi.org/10.24042/adyan.v10i2.1431

Erine Nur Maulidya

Abstract


Ketika zaman berubah dengan cepat, salah satu kelompok yang rentan untuk ikut terbawa arus adalah para remaja. Tak lain karena mereka memiliki karakteristik tersendiri yang unik: labil, sedang pada taraf mencari identitas, mengalami masa transisi dari remaja menuju status dewasa, dan sebagainya. Secara definitif remaja memiliki 2 ciri yaitu berupaya untuk mencapai tujuan dari apa yang diharapkan oleh norma budaya yang berlaku, dan tumbuh dengan cepatnya perkembangan mental, emosi dan sosial. Dalam usaha untuk mencapai kesesuaian dengan norma budaya yang berlaku, remaja seringkali mengalami benturan pemikiran dan keinginan. Sehingga melahirkan sikap-sikap pemberontakan terhadap norma-norma tersebut. Norma merupakan suatu ketetapan yang ditetapkan oleh manusia dan wajib dipatuhi oleh masyarakat dan memiliki manfaat positif bagi kelangsungan hidup khalayak. Setiap peraturan yang telah ditetapkan pasti ada sanksi bagi yang melanggar, hal itu serupa dengan norma, apapun jenis norma ada di Indonesia, pasti ada sanksi bagi yang melanggarnya.

Keywords


Fenomena Clubbing, Remaja, Dimensi Agama, Masyarakat

Full Text:

PDF

References


Andi, Mappiere. Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional, 1983. Bambang, Marhiyanto. Kemelut Remaja dan Pemecahannya. Gersik: CV Bintang Pelajar, 1979. Bertens, K, dan A.A. Nugroho. Realitas Sosial. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama1990. Buchori, Jeffry. Sekuntum Mawar Untuk Remaja. Jakarta: Gramedia, 2007. Campbell, Tom. Tujuh Teori Sosial. Seri Refleksi Sosial. Grogport: Oxford University Perss, 1980.

Daradjad, Zakiah. Pembinaan Remaja. Jakarta: Bulan Bintang. Jakarta, 1982. Gunarsa, Singgih D. Psikologi Anak Bermasalah. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1985. Hall,S. Development Processes in Early education. London: Rount Ledge&Keggn Paul. London, 1985. Faisal. Format-Format Penelitian Sosial. Jakarta: PT. Rajawali, Jakarta, 1990.

O’Dea, Thomas F. Sosiologi Agama. Jakarta: CV. Rajawali, 1985.

Perdana, D. Dugem Ekspresi Cinta, Seks, dan Jati diri. Yogyakarta: Iva Press. Yogyakarta, 2004.

Piliang,Y.A. Dunia yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan. Yogyakarta: Jalasutra. 2006. Piliang, Amir Yasraf. Hipersemiotika : Tafsir Cultural Studies atas Matinya Makna. Yogyakarta: Penerbit Jalasutra, 2003. Plummer, R. Life Span Development Psychology: Personality and Socialization. New York: Academic Press, 1983. Uno, Mien R. Etiket. Jakarta: Indonesia Printer, 2006. Sakinah. Media Muslim Muda. Solo: Elfata2002. Syamsudin M, Qiram. Kejahatan Anak Suatu Tinjauan dari Psikologis dan Hukum. Yogyakarta: Lyberty, 1985. Sarwono, S.W. Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1989. Subandy, Idi. Ecstasy Gaya Hidup. Bandung: Penerbit Mizan, 1997. Susanto, A.B. Potret-Potret Gaya Hidup Metropolis. Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2001.

Sarwono, S. W. Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1989.

Subandy, Idi. Ecstasy Gaya Hidup. Bandung: Penerbit Mizan, 1997. Susanto,A.B. Potret-Potret Gaya Hidup Metropolis. Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2001. Mansyur, M.Cholil, Bc. Hk. 1977. Sosiologi Masyarakat Kota dan Desa. Surabaya: Usana Offset, 1997. Daldjoeni, N. Seluk Beluk Masyarakat Kota. Bandung: Alumni, 1985.




DOI: https://doi.org/10.24042/adyan.v10i2.1431

Article Metrics

Abstract views : 107 | PDF downloads : 81

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.