PENYERBUKAN SILANG ANTARBUDAYA MENURUT EDDIE LEMBONG (Suatu Perspektif Tasawuf)

Andi Eka Putra

Abstract


Pencetus penyerbukan silang antarbudaya sebagai suatu tawaran dalam mendekati pluralisme di Indonesia, adalah Eddie Lembong, tokoh keturunan etnis Tionghoa dan pendiri yayasan Nabil (Nation Building). Ide penyerbukan silang antarbudaya menempatkan kebudayaan Indonesia yang beraneka ragam dapat dikelola sebagai suatu strategi dalam mengelola prluralisme di Indonesia. Budayabudaya yang unggul diserbuk-silangkan dengan budaya unggul etnis lain sehingga muncullah satu budaya alternatif. Penyerbukan silang antarbudaya (Cross Cultural Fertlization) berbeda dengan ide multikulturalisme. Praktek multikulturalisme yang diterapkan di Kanada dan Australia juga di sebagian negara-negara Eropa tidaklah cocok bila diterapkan di Indonesia. Ide multikulturalisme yang berangkat dari pandangan bahwa masing-masing budaya diberikan kebebasan untuk tumbuh berkembang sesuai dengan keunikannya masing-masing. Dalam perspektif tasawuf, strategi penyerbukan silang antarbudaya ibarat taman yang ditanami banyak pohon. Masing-masing budaya yang ada tumbuh sesuai dengan kediriannya. Tidak ada dialog batin yang mendalam apalagi usaha saling-silang dalam pendekatan tersebut.

Keywords


Kebudayaan, Persilangan Budaya, Pluralisme

Full Text:

PDF

References


Aan Rukmana dan Eddie Lembong (ed), Penyerbukan Silang Antarbudaya: Membangun Manusia Indonesia, PT. Elex Media Kompatindo, Jakarta, 2015. Bonnie Triyana,. Eddie Lembong Mencintai Tanah Air Sepenuh Hati. Penerbit Buku Kompas, Jakarta, 2011. Fuad Hasan, Renungan Budaya., Balai Pustaka, Jakarta, 1992. Koentjaraningrat. Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan, Gramedia, Jakarta, 1992. Said Hawwâ, Pendidikan Spiritual, terj. Abdul Munip, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 2006. Samuel P Huntington dan Lawrence E. Harrison, Kebangkitan Peran Budaya: Bagaimana Nilai- nilai Membentuk Kemajuan Manusia, terj. Retnowati, LP3ES, Jakarta, 2011.

Taufik Abdullah, “Dinamika Kebudayaan: Otentisitas dan Saling Penetrasi dalam Lintasan Sejarah”, dikutip dari www.taufikabdullah.com




DOI: http://dx.doi.org/10.24042/ajsla.v10i2.1433

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.