SKETSA PEMIKIRAN KEAGAMAAN DALAM PERSPEKTIF NORMATIF, HISTORIS DAN SOSIAL-EKONOMI

Andi Eka Putra

Abstract


Pemikiran keagamaan kontemporer bersifat terbuka dan  plural. Berbagai pendekatan bermunculan mulai dari yang paling tua seperti pendekatan historis hingga yang paling belakangan seperti pendekatan ekonomi Islam. berbagai pendekatan pemikiran keagamaan seringkali dikelompkkan secara sederhana ke dalam tiga kelompok arus utama; yakni kelmpok normatif, historis, dan sosiologis. Ketiga pendekatan ini tak jarang terpisah-pisah, padahal idealnya, sebagai sebuah pemikiran keagamaan, ketiganya mesti dapat dipertautkan dan dikombinasikan sehingga menghasilkan suatu pendekatan multidisipliner, yakni pendekatan yang secara komprehensif dapat menyegarkan kembali pemikiran keagamaan kontemporer yang tampak mulai lesu.


Keywords


Pemikiran keagamaan, pendekatan normatif, historis dan sosial-ekonomi

Full Text:

PDF

References


Abuddin Nata, Peta Keragaman Pemikiran Islam di Indonesia, Jakarta: PT Raja Grafindo, 2001

Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2008

Abdurahman, Dudung. (ed.), Metodologi Penelitian Agama: Pendekatan Multidisipliner, Yogyakarta: Lembaga Penelitian UIN Sunan Kalijaga, 2006

Abdullah, Amin. Islamic Studiaes: Normativitas atau Historisitas, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012

Atho Mudzhar, Pendekatan Studi Islam: teori dan Praktek, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998

Khoiruddin Nasution,, Pengantar Studi Islam, Yogyakarta: Academia dan Tazzafa, 2009 Imam Suprayogo dan Toroni, Metodologi Penelitian Sosial-Agama , Bandung: Rosda Karya, 2003

Kiki Muhamad Hakiki dan Zaenal Muttaqien, Konflik dan Integrasi Sosial (Telaah Buku A. Malik MTT berjudul “Pura dan Masjid; Konflik dan Integrasi Pada Suku Tengger Jawa Timur), Al-AdYaN/Vol. IX, N0. 2/Juli-Desember/2014.




DOI: http://dx.doi.org/10.24042/adyan.v12i2.2110

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.