Agama Dan Interaksi Sosial: Potret Harmoni Beragama Di Wiyono Kabupaten Pesawaran

https://doi.org/10.24042/adyan.v13i2.3295

Suhandi Suhandi

Abstract


Dalam kapasitasnya sebagai makhluk sosial, manusia cenderung berhubungan dan melakukan interaksi dengan lingkungannya.Adapun interaksi sosial selalu didahului oleh suatu kontak sosial dan komunikasi. Kontak ini kemudian dilanjutkan dengan proses-proses yang asosiatif ataupun yang disasosiatif atau oposisional. Proses asosiatif dimulai dengan kerja sama kemudian dilanjutkan dengan akomodasi, asimilasi, dan akulturasi. Penelitian ini memfokuskan pada upaya memotret harmonisasi masyarakat beragama di daerah Wiyoni Kabupaten Pesawaran. Dari Hasil penelitian dapat disimpulan bahwa: Interaksi sosial yang tejadi lebih mengarah pada interaksi yang dinamis dimana terjadinya interaksi dua arah yang saling menguntungkan yang melahirnya interaksi assosiatif yakni saling menguatkan. Sehingga hal yang demikian mengarah pada terwujudnya harmonisasi dalam kehidupan antar umat beragama.Sedangkan faktor yang mendukung terjadinya interaksi adalah adanya saling menghormati antara agama yang satu dengan yang lain (Islam dan Kristen), adanya dukungan dari tokoh-tokoh agama, dan secara etnis di desa Wiyono sebagian besar berpenduduk Jawa yang secara budaya lebih mengedepankan budaya saling menghoremati dengan sesama.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24042/adyan.v13i2.3295

Article Metrics

Abstract views : 51 | PDF downloads : 63

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.