Urgendi Bimbingan dan Konseling bagi Kesehtan Mental

https://doi.org/10.24042/bu.v12i1.3282

Kholidi Kholidi Kholidi

Abstract


Manusia diciptakan dalam fitrah berketuhanan, karena ia telah bersaksi semasa dalam rahim ibunya bahwa Allah swt sebagai Rabnya. Hanya saja fitrah berketuhanan itu dapat saja rusak karena pengaruh dari lingkungan yang ada dan juga setan yang selalu membelokkan hati manusia. Penyimpangan dari fitrah asalnya tersebut, manusia dikategorikan tidak sehat secara kejiwaan atau mental. Manusia dikatakan sehat mental/ jiwa adalah mereka punya kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan dimana ia hidup.

Untuk menjaga kelangsungan fitrah berketuhanan tersebut sebagai indicator kesehatan jiwa/mental, manusia memerlukan bimbingan dan konseling. Bimbingan dilakukan dalam rangka menjaga kelangsungan fitrah tersebut agar tidak rusak, sedangkan konseling dilakukan untuk mengembalikan bila telah terjadi penyimpangan dari fitrah asalnya. Keberhasilan bimbingan dan konseling tidak saja ditentukan oleh materi yang disampaikan, metode yang digunakan oleh seorang konselor, tetapi juga konselor harus memiliki pemahaman yang cukup tentang hal-hal yang berkaitan dengan kondisi psikologis konseli.




DOI: https://doi.org/10.24042/bu.v12i1.3282

Article Metrics

Abstract views : 38 |

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 BINA' AL-UMMAH

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
Bina' al-Ummah is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.