Falsafah Nubuwwah Abū Nasir Muhammad Bin Al-Farakh Al-Fārābi'

https://doi.org/10.24042/ajsk.v1i1.3301

Abdul Azis

Abstract


Konsep Nubuwwah di kalangan filosof muslim masih menjadi perdebatan. yakni terbelah menjadi dua pemikiran. Di antara filosof yang menerima konsep kenabian adalah Ibnu Miskawaih, al-Farabi, al-Ghazali, dan Ibn Sina. Sementara filosof yang menolak konsep Nubuwah antara lain Aḥmad ibn Iṣḥāq al-Ruwāndī dan Abū Bakr Muḥammad ibn Zakariya al-Rāzī. Artikel ini bertujuan mengkaji tentang konsep Nubuwwah Al-Farabi sebagaimana dijelaskan dalam bukunya Ārā Ahl al-Madīnah al-Fāḍilah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pandangan al-Farabi tentang kenabian dijelaskannya dengan teori kenabian (al-Naẓariiat al-Nubuwwah). Teori ini menyatakan bahwa kenabian berhubungan dengan “Aql Fa’āl meskipun jarang terjadi, khususnya orang-orang besar. Akan tetapi hal itu dapat tercapai melalui dua jalan: (1) melalui jalur akal maupun imajinasi, atau (2) melalui jalan kontemplasi (al-Ta’ammul) dan ilmah (inspirasi). Dengan cara pandang yang kritis (al-naẓar) dan kontemplasi, seorang manusia dapat sampai pada derajat “Akal Sepuluh”. Sementara melalui studi dan penelitian jiwanya mampu sampai kepada “’Aql Mustafād” yang dapat menerima cahaya Ilahi (taqbal al-anwār al-Ilāhiyyah). Ketika dapat menerima cahaya Ilahi inilah jiwa telah sampai kepada derajat kenabian, yaitu derajat paling sempurna yang dicapai oleh kekuatan imajinasi. Dan kesempurnaan derajat ini dapat ditempuh oleh manusia melalui kekuatan imajinasi ini (al-quwwah al-mutakhayyilah).

Keywords


Falsafah Nubuwwah, al-Farabi, Aql Fa’āl, ’Aql Mustafād

Full Text:

PDF

References


A. Mustafa, Filsafat Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2004.

Abdurrahaman Habanakah, Pokok-pokok Aqidah Islam, Jakarta, Gema Insani Press, 1998.

Ahmad Fuad Al-Ahwani, Filsafat Islam, terj. Pustaka Firdaus, Jakarta: Pustaka Firdaus, 1997.

Ahmad Hanafi, Pengantar Filsafat Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1996.

Al- Farabi , Arā Ahl al-Madinah al-Fadhilah, Kairo: Maktabat, Mathabā’at Muhammad Al`, t.t.

Al-Ghazali, tahkih Abdul Halim Mahmud, 1976.

Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996.

Deborah L. Black,“Al-Fārābī”, dalam Seyyed Hossein Nasr dan Oliver Leaman, Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam I, Terj. Tim Penerjemah Mizan, Bandung: Mizan, Cet. I, 1424 H/2003 M.

Fazlur Rahman, Kenabian dalam Islam: Menurut Filosof dan Ortodoksi, Terj. Rahmani Astuti, Bandung: Penerbit Pustaka, 1434 H/2003 M.

Harun Nasution, Akal dan Wahyu Dalam Islam. Jakarta UI Press, Cet. II, 1986

Harun Nasution, Muhammad Abduh dan Teologi Rasional Mu’tazilah, Jakarta: UI Press, 1987.

Harun Nasution. Theologi Islam: Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan Jakarta: UI Pess, 1986.

Hasyimsyah Nasution, Filsafat Islam, (Jakarta: Gaya Media Pratama, Cet. I,1999.

Hasyimsyah Nasution, Filsafat Islam, Jakarta: Gaya Media Pratama, 2002

Henry Corbin, History of Islamic Philosophy, Trans. Liadain Sherrard, (New York: Kegan Paul International and London: The Institute of Ismaili Studies, 1962.

Ibnu ‘Arabi, Al-Futuhat al-Makiyyah, Kairo: tp., 1911.

Ibnu Sina , al-Najah fi al-Hikmah al-Mantiqiyyah wa al-Ilahiyyah, Kairo: Matba’at al-Sa’adah, 1938.

Luis Ma’luf, al-Munjib, Beirut, tp, tt

M. Sa’id Syaikh, Kamus Falsafah Islam, terj. Machud Husein, (Jakarta: Raja Wali Press, 199.

Mehdi Nakosteen, Kontribusi Islam atas Dunia Intelektual Barat: Deskripsi Analisis Abad Keemasan Islam, ter.Joko S, Kahar (Surabaya: Risalah Gusti, 1996.

Muhammad Abdul Karim Syahrastani. An-Nihal wa al-Nihal, 1984.

Muhammad Yusuf Musa, Bain al-Din wa al-falsafah fi Ra’y Ibnu Rusyd wa Falsafah al-Ashr al-Wasith, Mesir: Dar al-Ma‟arif, 1968.

Muhammad Yusuf Musa, Bain al-Din wa al-falsafah fi Ra’y Ibnu Rusyd wa Falsafah al-‘Ashr al-Wasith, (Mesir: Dar al-Ma’arif, 1968.

Musa al-Asy’ari, Filsafat Islam Sunnah Nabi dalam Berpikir, Yogyakarta: LESFI, 2002.

Osman Bakar, Classification of Knowledge in Islam: A Study in Islamic Philosophies of Science, (Malaysia-Kuala Lumpur: Institute for Policy Research, 1992

Osman Bakar, Hierarki Ilmu: Membangun Rangka-Pikir Islamisasi Ilmu Menurut al-Farabi, al-Ghazali, dan Quthb al-Din al-Syirazi, Terj. Purwanto (Bandung: Mizan, 1417 H/ 1997 M).

Peters S. Groff, Islamic Philosophy A-Z, Edinburgh: Edinburgh University Press, 2007.

Sa‘īd Zāyid, Al-Fārābī, Kairo: Dār al-Ma‘ārif, T. Th.

Sirajuddin Zar, Filsafat Islam: Filosof dan Filsafatnya, Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, Cet. I, 2009.

Syarif M.M. Para Filosof Muslim, Terj Ilyas Hasan, Bandung: 1967.

Syarif M.M. Para Filosof Muslim, Terj Ilyas Hasan, Bandung: 1967

Zaki Najib Mahmud, al-Mausu`at al-Falsafiyyah al-Mukhtasarah, Kairo-Mesir: Maktabah al-Anjalu al-Misriyyah, 1963.




DOI: https://doi.org/10.24042/ajsk.v1i1.3301

Article Metrics

Abstract views : 129 | PDF downloads : 138

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
Analisis : Jurnal Studi Keislaman is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.