Internalisasi Kajian Kitab Akhlak Tasawwuf dan Pendidikan Karakter di Pesantren Al-Hikmah Bandar Lampung

https://doi.org/10.24042/ajsk.v1i1.3302

MA. Achlami HS

Abstract


Kemerosatan moral anak bangsa pada saat ini sudah sampai pada tingkat yang sangat memprihatinkan semua pihak. Hal itu adalah akibat dari terjauhnya nilai-nilai akhlak dan nilai-nilai sufistik di kalangan gererasi muda. Kondisi itu dapat dilihat dari peningkatan tindak kekerasan di kalangan remaja, tawuran antar pelajar, penyalah-gunaan narkoba, alkohol dan seks bebas. Demikian pula semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk, semakin rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru, rendahnya rasa tanggung jawab individu dan sosial, membudayanya ketidak jujuran, dan adanya rasa saling curiga dan kebencian di antara sesama dapat kita saksikan terjadi di mana-mana. Berdasarkan persoalan tersebut, kajian akhlak-tasawuf sebagai salah satu mata pelajaran yang banyak mengandung nilai pendidikan karakter dipandang memiliki peranan yang sangat vital dan strategis dalam membangun watak dan karakter anak bangsa yang bermartabat. Untuk itu diperlukan proses internalisasi dan pendidikan karakter dalam kajian  akhlak-tasawuf yang lebih kondusif dan prospektif terutama di kalangan generasi muda. Kajian kitab akhlak-tasawuf tidak mungkin dapat berhasil dengan baik sesuai dengan misinya bila hanya sekedar pada sebatas transfer ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya kepada siswa/santri, atau lebih menekankan pada aspek kognitif. Kajian kitab akhlak tasawuf dan pendidikan karakter juga harus dikembangkan ke arah internalisasi nilai (afektif) sehingga timbul dorongan yang sangat kuat untuk mengamalkan dan menaati ajaran dan nilai-nilai sufistik yang telah diinternalisasikan dalam diri siswa/santri (psikomotorik) yang dapat memberikan pemahaman yang terbangun dari dalam diri. Pondok Pesantren adalah salah satu lembaga dan sistem pendidikan yang dipandang cukup representatif, kondusif, dan strategis dalam menanamkan nilai-nilai akhlak-tasawuf kepada para santri, sehingga diharapkan akan terbentuk watak dan karakter anak bangsa yang bermartabat.


Keywords


Kajian akhlak-tasawuf, internalisasi, pendidikan karakter, pondok pesantren, santri.

Full Text:

PDF

References


Abdul Mujib, Sumber Ke-Islaman Sebagai Landasan Dalam Pengembangan Psikologi dalam Jurnal Psikologi, vol. 1, (Yogyakarta: Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2008).

Abdurrahman An Nahlawi, Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah dan Masyarakat, (Jakarta : Gema Insani Press, 2000).

Achmad Maulana, Kamus Ilmiah Populer Lengkap, (Yogyakarta: Absolut, 2008).

Baedhowi, Humanism Islam: Kajian Terhadap Pemikiran Filosofis Muhammad Arkoun, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008).

Bagja Waluya, Sosiologi: Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat, (Bandung: PT. Grafindo Media Pratama, 2007).

Bertens dikutip Maksudin, Pendidikan Nilai Komprehensif; Teori dan Praktik, (Yogyakarta: UNY Press, 2009).

Britha Mikkelsen, Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya-upaya Pemberdayaan: Sebuah Buku Pegangan bagi Praktisi Lapangan, (Matheos Nalle, Penerjemah) (Jakarta: Obor Indoneisa, 2003).

Chabib Thoha, Kapita Selekta Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000).

Cholid Arbuko dan Abu Achmadi, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Bumi Aksara, 2005).

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Semarang: Karya Toha Putra, 2000).

Endang Syaifudin Anshari, Kuliah al- Islam: Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi, (Jakarta: C.V Rajawali, 1992).

Fuad Hasan, Dasar-dasar Kependidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008).

Hamzah B. Uno, Orientasi Baru dalam Psikologi Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006).

Hardiman, F. Budi, Melampaui Positivisme dan Modernitas, (Yogyakarta: Kanisius, 2003).

Haris Herdiansyah, Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial, (Jakarta: Salemba Humanika, 2010).

Harun Nasution, Falsafah dan Mistisisme dalam Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1973).

J.P. Chaplin, Kamus Lengkap Psikologi, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005).

J.R. Raco, Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik, dan Keunggulannya, (Jakarta: PT Raja Grafindo, 2010).

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2010).

MA. Achlami HS, Tasawuf dan Etika Sosial, Harakindo, Bandar Lampung, 2016.

Mahdi Gulsyani, Filsafat-Sains Menurut Al-Qur’an, terj. Agus Effendi (Mizan: Bandung, 1996).

Maksudin, Pendidikan Nilai Komprehensif: Teori dan Praktik, (Yogyakarta: UNY Press, 2009).

Marasuddin Siregar, Pengelolaan Pengajaran (Suatu Dinamika Profesi Keguruan), (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998).

Mawardi Lubis, Evaluasi Pendidikan Nilai: Perkembangan Moral Keagamaan Santri PTAIN. Cet. II, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009).

Muhaimin, Paradigm Pendidikan Agama Islam: Upaya Untuk Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam Di Sekolah, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008).

-------------, Rekonstruksi Pendidikan Islam; Dari Paradigma Pengembangan, Manajemen Kelembagaan, Kurikulum hingga Strategi Pembelajaran, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2009).

Miles dan Huberman, Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Methods, (Beverly Hills: Saga Publication, 1987).

Mohammad Natsir, Metode Penelitian, (Jakarta: Galia Indonesia, 1985).

Rohmat Mulyana, Mengartikulasikan Pendidikan Nilai, (Bandung: Alfabeta, 2004).

Sembodo Ardi Widodo, Kajian Filosofis Pendidikan Barat dan Islam, Cet. Ke-1, (Jakarta: PT. Nimas Multima, 2003).

Sutrisno Hadi, Metodologi Research, (Yogyakarta: Andi Offset, 1990).

Zakiah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam, Cet. IV (Jakarta : Bumi Aksara, 2000),




DOI: https://doi.org/10.24042/ajsk.v1i1.3302

Article Metrics

Abstract views : 56 | PDF downloads : 434

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
Analisis : Jurnal Studi Keislaman is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.