Yang Tersingkap Dan Yang Tersungkup: Perang Padri Dan Implikasinya Terhadap Pakaian Keseharian Perempuan Minang-Muslim Pada Awal Abad XIX

https://doi.org/10.24042/ajsk.v18i2.3673

Dedi Arsa

Abstract


Pakaian adalah kulit sosial, kehadirannya merepresentasikan masyarakat, dan perubahannya menggambarkan perubahan masyarakat. Artikel ini membahas perubahan corak dan cara berpakaian perempuan Minangkabau sejak masa pra-Padri hingga kemunculan modernitas lewat kehadiran kolonialisme Barat. Selama kurun itu, pakaian perempuan Minangkabau telah mengalami transformasi dalam aspek cara dan corak, perubahan itu mengikuti perubahan social: terbuka dan sangat sederhana pada periode sebelum Padri; cenderung penuh gaya ketika ekonomi menaik menjelang Padri; hingga sangat tertutup dan sederhana atas dorongan Padri; pasca-Padri adalah masa yang kompromistis yang terbuka untuk inovasi tetapi tetap mendasarkan pada prinsip syar’iyyah; sementara kehadiran Barat memberi anasir-anasir baru berupa rok dan kemeja, juga topi. Di atas kulit tubuh perempuan Minangkabau, terdapat berlapis-lapis anasir: kreasi lokal, Islam puritan & modernis sekaligus, juga Barat.      


Keywords


Pakaian; Minangkabau; Padri; Perempuan

Full Text:

PDF

References


Achim Sibeth, “The Batak: People of the Island of Sumatra”, dalam Anthony Reid (editor), Sumatra Tempo Doeloe, Jakarta: Komunitas Bambu, 2008.

Achmad Sunjayadi, "Mengabadikan estetika. Fotografi dalam promosi pariwisata kolonial di Hindia-Belanda", Wacana, Vol. 10 No. 2, Oktober 2008 (p.201-316)

Adrian Vicker (editor), Bali Tempo Doeloe, Jakarta: Komunitas Bambu, 2012.

Ambas Mahkota, Kaba Klasik Minangkaba: Anggun nan Tongga, Bukittinggi: Kristal Multimedia, 2009.

Nigel Phillips, Sijobang: Song narrative poetry of West Sumatra, Cambridge: Cambridge University Press, 1981.

Ayu Septiani, "Perubahan Gaya Pakaian Perempuan Bangsawan Pribumi di Jawa Tahun 1900-1942" Jurnal Candrasangkala, Vol 1, No 1, November 2015.

B. J. O Schrieke, Pergolakan Agama di Sumatera Barat: Sebuah Sumbangan Bibliografi, Jakarta: Bharata, 1973.

Catherine L. Howey, "Dressing a Virgin Queen: Court Women, Dress, and Fashioning the Image of England’s Queen Elizabeth I”, Early Modern Women: An Interdisciplinary Journal, 2009, Vol. 4 (p.201-2018).

Christine Dobbin, "Islamic Revivalism in Minangkabau at the Turn of the Nineteenth Century," Modern Asian Studies, VIII, 3 (1974), p. 319-56.

Christine Dobbin, Islamic revivalism in a changing peasant economy: Central Sumatra 1784-1847, London: Curzon Press, 1983, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Gejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam, dan Gerakan Padri: Minangkabau 1784-1847, Jakarta: Komunitas Bambu, 2008.

Clare Hibbert, A history of fashion and costume. Vol 8. The Twentieth Century, Bailey Publishing Associates Ltd 11a Woodlands, 2005.

Dario Novellino, "An ethnographic account of Batak basket-weaving knowledge, Palawan island, Philippines", Indonesia and the Malay World, Vol. 37, No. 108 July 2009, p. 203–224.

De Stuers, De Vestiging en Uitbreiding der Nederlander ter Westkust van Sumatra Vol II, Amsterdam: P.N. Van Kampen, 1849.

Dedi Arsa, “Cerita Pendek dan Celana Pendek”, Padang Ekspres, 12 Juli 2017.

Dwi Ratna Nurhajarini, “Kain Kebaya dan Rok. Pakaian Perempuan Yogyakarta Awal Abad ke-20”, Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang, 2015.

Elif Rahmayanti, “Pengaruh Eropa Terhadap Perkembangan Mode Busana Harian Wanita di Jawa 1870-1942”. Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, 2016.

Elizabeth Wilson, Adorned in Dreams, Fashion and Modernity, I B Tauris & Co Ltd; Rev. ed edition (30 Oct. 2009)

F. C. Wilsen, Lain Dooeloe, Lain Sakarang, of Voorheen en Thans Shetsen Uit Oost Indie, Amsterdam: Firma Meijer, 1868.

Fadli Lukman, "Sejarah Sosial Pakaian Penutup Kepala Muslimah di Sumatera Barat", Musâwa, Vol. 13, No. 1, Januari 2014.

Henk Schulte Nordholt (editor), Outward Appearences: Dressing State and Society in Indonesia, KITLV Press, 1997.

Henk Schulte Nordholt, “Negara di atas kulit: Pakaian, Sepatu dan Kerapian”, dalam Kriminalitas, Modernitas dan Identitas dalam Sejarah Indonesia, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002

Ibrahim Anwar dkk., Pakaian Adat Tradisional Daerah Sumatra Barat, Jakarta: Depdikbud & Dokumentasi Kebudayaan Daerah, 1985.

Jeffrey Hadler. Muslims and matriarchs: cultural resilience in Indonesia through jihad and colonialism. Ithaca, New York: Cornell. University Press. 2008. (Terjemahan dalam bahasa Indonesia diterbitkan tahun 2010 dengan judul Sengketa Tiada Putus: Matriarkat, Reformisme Islam dan Kolonialisme di Minangkabau. Jakarta: Freedom Institute)

Jugiarie Soegiarto, "Wacana kolonial dalam film Moeder Dao, de schildpadgelijkende", Wacana, Vol. 10 No.2, Oktober 2018 (p.317-347)

Melani Budianta. “Budaya, Sejarah & Pasar: New Historisisme dalam Perkembangan Kritik Sastra”, Jurnal Susastra, Vol 2, No 3, Tahun 2006.

Memoir of the Life and Public Service of Sir Thomas Stamford Raffles by His Widow, Vol. I (edisi kedua). Anthony Reid (editor), Sumatra Tempo Doeloe. Jakarta. Komunitas Bambu, 2008

Nilay Kayaalp, "Fashion in Venice: An Expression of Modernity", YTÜ Arch. Fac. E-Journal, Volume 3, Issue 2, 2008, (p.124-136)

Philip Steele, A history of fashion and costume. Vol 2. The medieval world, Bailey Publishing Associates Ltd 11a Woodlands 2005, p. 36-61.

Puti Reno Raudha Thaib, Pakaian Adat Perempuan Minangkabau, Padang: Penerbit Bundo Kanduang, 2014.

Rudolf Mrazek, Engineers of Happy Land Technology and Nationalism in a Colony, Jakarta: Yayasan Obor Indonnesia, 2006.

Selfi Mahat Putri, “Perempuan dan Modernitas: Perubahan Adat Perkawinan Minangkabau pada Awal Abad ke-20”, Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta, 2015.

Sri Bekti Yulitasari “Pengaruh Eropa Terhadap Gaya Berpakaian Bumiputra di Yogyakarta (1900-1942)” Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, 2016.

Sutan Mangkudun & Ilyas Sutan Pangaduan, Kaba Klasik Minangkabau: Kaba Rambun Pamenan, Bukittinggi: Kristal Multimedia, 2004.

Syafnir Aboe Nain, (transliterator), Naskah Faqih Shagir, Padang: Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau, 2004.

Syafnir Aboe Nain, (transliterator), Naskah Tuanku Imam Bonjol, Padang: Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau, 2005.

Taufik Abdullah, “Adat and Islam: An examination of conflict in Minangkabau”, Indonesia, Volume 2 (October 1966), p. 1-24.

Taufik Abdullah, “Some Notes on the Kaba Tjindua Mato: an Example of Minangkabau Traditional Literature”, Indonesia, Volume 9 (April 1970), p. 1-22.

Tsuyoshi Kato, “Change and continuity in the Minangkabau matrilineal system”. Indonesia Volume 25 (April 1978), p. 1-16.

William Marsden, History of Sumatera, Jakarta: Komunitas Bambu, 2008.

Wisran Hadi, Empan Lakon Perang Padri, Bandung: Angkasa, 2003, khususnya bag. 4, “Penyeberangan Syekh Abduljalil Tuanku Sembahyang”.

Sri Bekti Yulitasari, Pengaruh Eropa Terhadap Gaya Berpakaian Bumiputra di Yogyakarta (1900-1942). Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang, 2015.

Zariah Lee, "Muslim Dress Fashion Transformation In Malay Peninsula, 1930-1940". Jurnal Perspektif, Jil. 6 Bil. 3. 2014. p. 68-80.




DOI: https://doi.org/10.24042/ajsk.v18i2.3673

Article Metrics

Abstract views : 283 | PDF downloads : 640

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Analisis: Jurnal Studi Keislaman

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ANALISIS: Jurnal Studi Keislaman [p-ISSN: 2088-9046, e-ISSN:2502-3969] published by Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Office: Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Jl. Letkol H. Endro Suratmin, Sukarame, Bandar Lampung, Lampung, INDONESIA, KP. 34513. Website: http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/analisis, email: analisis@radenintan.ac.id