DUALISME HUKUM NIKAH SIRRI DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF FIQIH INDONESIA (Refleksi 41 Tahun Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan)

https://doi.org/10.24042/ajsk.v15i1.711

Moh Amin

Abstract


THE  DUALISM  OF UNREGISTERED  MARRIAGE  LAW IN INDONESIA IN INDONESIAN FIQH PERSPECTIVE (THE REFLECTION ON 41 YEAR OF LAW NO 1 OF 1974 ON MARRIAGE):  This paper examines  about  the legal dualism of unregistered  marriages  in  this  country  which  doesn’t  over 41 years after the enactment  of Law No 1 year 1974 about marriage by emphasizing on Indonesia Fiqh approach as the method of the analysis. The result  of the  study  found that  the  perspective  of Indonesian  Fiqh is the fulfillment  of the first  obligation  which is the responsibility  the obligation to fulfill the obligation of the first pillar and marriage according to the religious requirements as defined in article 2 verse (1) is the fulfillment of the normative- theological  aspects.  The  fulfillment  of the obligations  of both the obligation  is registering  the marriages  as noted in article  2 verse2 for the compliance of the normative aspects-sociological- juridical. The fulfillment of the obligations of both aspects is the main purpose of Article 2 verse (1) and verse (2) of Law No. 1 of 1974 about Marriage.  Thus, the dualism of unregistered marriage in Indonesia basically  is resolved. A marriage  is a legal action if it  fulfills  the elements  of religion  and marriage  registration procedures  based  on the  rules  that  have  been  specified  in the legislation.  The first element  has the function  as the legitimate sign and the second element serves the sign of a legal action which has any legal consequences. Marriage which is not recorded and has no legitimation  has not yet obtained legal consequences. The meaning  is the  unregistered  marriage or the  marriage  which is not recorded will automatically not considered as illegal action in Islamic law, besides the unregistered marriage is also not legal in the applicable law in Indonesia.


Keywords


Dualism law, unregistered marriage, Indonesian Fiqh

References


Abdullah, Abdul Gani, “Tinjauan Hukum Terhadap Perkaawinan di Bawah Tangan”, dalam Mimbar Hukum, Jakarta: DITBINBAPERA, Departemen Agama RI, 1995.

Abdullah, Abdul Gani, Himpunan Perundang-undangan dan

Peraturan Peradilan Agama, Jakarta: PT. Intermasa,

Al-Gazzali, Abu Hamid, Al-Mustashfa min ‘Ilmi al-Ushul, Beirut: Dar al-Kutb al-‘Ilmiyyah, 1993.

Ali, Muhammad Daud, “Hukum Keluarga dalam Masyarakat Islam Kontemporer”, makalah disampaikan pada Seminar pada Seminar Sehari Problematika Hukum Keluarga dalam Sistem Hukum Nasional, Jakarta, Agustus 2009.

al-Khatib,Muhammad Syarbini, al-Iqna’, terj. Thalhah Husein, (Semarang: Taha Putra, tt.Anderson, J.N.D., Hukum Islam di Dunia Modern (Islamic Law in Modern World), terj. Machnun Husein,, Yogyakarta: Tiara Wacana, 1994.

Anwar, Syamsul, “Pengembangan Metode Penelitian Hukum Islam”, dalam Riyanta dkk. (eds.), Neo Ushul Fiqh: Menuju Ijtihad Kontekstual, Yogyakarta: Fakultas Syari’ah Press,2004.

ash-Shiddieqy, Hasbi, “Tugas Para Ulama Sekarang dalam Memelihara dan Mengembangkan Qur’an, Hadits, dan Fiqh dalam Generasi yang sedang Berkembang”, dalam Panji Masyarakat, th. XIV No. 123, 15 Maret 1973.

ash-Shiddieqy, Hasbi, Islam Menjawab Tantangan Zaman, Jakarta: Bulan Bintang, 1966.

Departemen Agama, Kompilasi Hukum Islam (KHI) Di Indonesia, Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI, Tahun 1998/1999.

Flew, Anthony, (ed.), A Dictionary of Philosophy, New York: St.

Martin’s Press, 1979.

Fuad, Mahsun, Hukum Islam Indonesia: Dari Nalar Partisipatoris hingga Emansipatoris, Yogyakarta: Lkis, 2005.

Hamid, Zahry, Pokok-Pokok Hukum Perkawinan Islam dan UU Perkawinan di Indonesia, Yogyakarta: Bina Cipta, 1978.

Harahap, Yahya, “Antara Syari’at dan Hukum Negara”, dalam

Jurnal Ummat, No. 3 Tahun I, Agustus, 1995.

Hasaballah, Ali, Ushul at-Tasyri’ al-Islami, Mesir: Dar al-Ma’arif,

Hassan, Muhammad Kamal, Modernisasi Indonesia: Respon

Cendekiawan Muslim, Jakarta: Lingkaran Studi

Ibrahim, Hilal Yusuf, Ahkam az-Zawaj al-‘Urfi li al-Muslimin wa gair al-Muslimin, Iskandariah: Dar al-Matbu’at al- Jami’iyah, tt.

Jazuni, Kompilasi Hukum Islam: Hukum Islam Berwawasan

Indonesia, Jakarta: UI Press, 1998.

Katjasungkana, Nursyahbani dan Sri Wijanti, “Keabsahan

Perkawinan, Otoritas Siapa?”, dalam Kompas, edisi 12

Mei 1997.

Lukito, Ratno, Hukum Sakral dan Hukum Sekuler: Studi tentang Konflik dan Resolusi dalam Sistem Hukum Indonesia, (Jakarta: Pustaka Alvabet, 2008), 263.

Manan, Bagir, “Problematika Hukum Keluarga dalam Sistem Hukum Nasional: Antara Realitas dan Kepastian Hukum”, makalah disampaikan pada Seminar Sehari Problematika Hukum Keluarga dalam Sistem Hukum Nasional, Jakarta, Agustus 2009.

Mudzhar,M. Atho’, Membaca Gelombang Ijtihad: Antara Tradisi dan Liberasi, Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1998.

Najib, Agus Moh., “Pengembangan Metodologi Fikih Indonesia dan Kontribusinya bagi Pembentukan Hukum Nasional”, Ringkasan Disertasi pada Program Doktor Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2010.

Nasution, Khoiruddin, Hukum Perdata (Keluarga)) Islam Indonesia dan Perbandingan Hukum Perkawinan di Dunia Muslim, Yogyakarta: Academia Tazzafa, 2009.

Rasyidi, Lili, Hukum Perkawinan dan Perceraian di Malaysia dan

Indonesia, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1991.

Rusyd, Muhammad Ibnu, Bidayatul Mujtahid, Beirut: Dar al- Kutub, ttt, Juz II. Siddiqi, Nouruzzaman, “Muhammad T.M. Hasbi ash-Shiddieqy dalam perrspektif Sejarah Pemikiran Islam Di Indonesia, idalam Al-Jami’ah, No. 35, 1987.

Siddiqi, Nouruzzaman, Fiqih Indonesia: Penggagas dan

Gagasannya, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997.

Siraj, Muhammad, “Hukum Keluarga di Mesir dan Pakistan”, dalam Syamsul Anwar, Islam, Negara dan Hukum, Jakarta: INIS, 1993.

Subekti, Pembaharuan Hukum Islam di Indonesia: In Memoriam

Prof. Mr. Dr. Hazairin, Jakarta: UI Press, t.tt.

Sudarsono, Hukum Perkawinan Nasional Jakarta: PT. Rineka

Cipta, 1991.

Suny, Ismail, “Kedudukan Hukum Islam dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia”, dalam Amrullah Ahmad (ed.), Dimensi Hukum Islam dalam Sistem Hukum Nasional, Jakarta: Gema Insani Press, 1996.

Wahyudi, Yudian, Ushul Fikih versus Hermeneutika: Membaca Islam dari Kanada dan Amerika, Yogyakarta: Pesantren Nawesea Press, 2007.

Wasian, Abdullah, “Akibat Hukum Perkawinan Siri (Tidak Dicatatkan) Terhadap Kedudukan Istri, Anak, Dan Harta Kekayaannya: Tinjauan Hukum Islam Dan Undang-Undang Perkawinan”, Tesis pada Program Magister Kenotariatan, Pascasarjana Universitas Diponegoro, Semarang, 2010.

Yasin, Fahruddin Abul, Risalah Hukum Nikah, Surabaya: Terbit

Terang, 2006.




DOI: https://doi.org/10.24042/ajsk.v15i1.711

Article Metrics

Abstract views : 510 | PDF (Bahasa Indonesia) downloads : 110

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Analisis: Jurnal Studi Keislaman

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ANALISIS: Jurnal Studi Keislaman [p-ISSN: 2088-9046, e-ISSN:2502-3969] published by Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Office: Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Jl. Letkol H. Endro Suratmin, Sukarame, Bandar Lampung, Lampung, INDONESIA, KP. 34513. Website: http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/analisis, email: analisis@radenintan.ac.id