PROFIL KEMAMPUAN LITERASI SAINS MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI

Naintyn Novitasari

Abstract


Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.  Teknik sampling digunakan adalah random sampling.  Instrumen penilaian literasi sains diperoleh dengan tes pilihan ganda yang mengacu pada indikator literasi sains menurut Gormally (2012).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains mahasiswa calon guru biologi pada indikator  mengidentifikasi pendapat ilmiah yang valid memiliki rerata skor 71,55%,  melakukan penelusuran literatur yang efektif 49,14%, memahahami elemen-elemen desain penelitian dan bagaimana dampaknya terhadap temuan/kesimpulan 60,92%,  membuat grafik secara tepat dari data 56,03%,  memecahkan masalah menggunakan keterampilan kuantitatif 55,17%,  memahami dan menginterpretasikan statistik dasar 43,10%, serta melakukan inferensi, prediksi dan penarikan kesimpulan berdasarkan data kuantitatif sebesar 71,55%.  Upaya mengatasi rendahnya literasi sains mahasiswa calon guru biologi dapat dilakukan dengan penataan ruang lingkup materi yang diberikan serta proses kegiatan belajar yang dilakukan

Keywords


biologi, literasi sains

References


Ben-Zvi, D., & Garfield, J. (2004). The Challenge of Developing Statistical Literacy, Reasoning, and Thinking. Dordrecht. The Netherlands: Kluwer Academic Publishers.

Ekohariadi. 2009. Perkembangan Kemampuan Sains Siswa Indonesia Berusia 15 TahunBerdasarkan Data Studi PISA. Jakarta: Pusat Penilaian Pendidikan Departemen PendidikanNasional.

Fazilla, Sarah. 2016. Kemampuan Literasi Sains Mahasiswa PGSD Pada Mata Kuliah Konsep Dasar Sains. Jurnal Pendidikan Dasar. Vol. 3, No. 2, 22-28.

Firman, H. 2007. Laporan Analisis Literasi Sains Berdasarkan Hasil PISA Nasional Tahun 2006. Jakarta: Pusat Penilaian Balitbang Depdiknas.

Gormally, C., Peggy B., dan Mary L. (2012). Developing a Test of Scientific Literacy Skills (TOLS): Measuring Undergraduates Evaluation of Scientific Information and Arguments. CBE-Life Sciences Education, No. 11, 364-377.

OECD. 2013. PISA 2012 Assessment and Analytical Framework: Mathematics,Reading, Science, Problem Solving and Financial Literacy. OECD Publishing.

Sagala, Syaiful. (2008). Konsep dan Makna Pembelajran.Bandung: Alfabeta.

Saud, Udin Syaefudin. (2008). Pengembangan Profesi Guru. Bandung: Alfabeta.

Sudijono, A. (2006). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sujana, A, dkk. 2014. Literasi Kimia Mahasiswa PGSD dan Guru IPA Sekolah Dasar.Jurnal Pendidikan IPA Indonesia. Vol 3 No.1.

Sujiono dkk. 2008. Metode Pengembangan Kognitif. Jakarta : Universitas Terbuka.

Sukiman. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta :Pustaka Insan Madani

Sukmadinata. 2011. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Toharudin, Uus., Hendrawati, Sri., Rustaman, Andrian. (2011). Membangun Literasi Sains Peserta Didik. Bandung: Humaniora.




DOI: http://dx.doi.org/10.24042/biosf.v9i1.2877

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Biosfer : Jurnal Tadris Biologi