BATAS KEWAJIBAN ANAK BEKERJA DALAM KAJIAN HUKUM KELUARGA ISLAM

Iman Nur Hidayat, Agus Hermanto, Nurnazli Nurnazli

Abstract


Children are the responsibility of parents, as long as they are not mature (adult) as their needs are the responsibility of parents, but when they grow up there are limits in both normative and positive laws that allow children to work, in reality many children are already working looking for income under the specified age. The problem is when can children work in both normative and positive law? This research is to be able to clearly describe a rule that applies, so that parents do not employ underage children. This research is a library research, namely a literature review of the views of the scholars and the laws and regulations in Indonesia with a philosophical-sociological approach. From a normative legal perspective, scholars agree that a child who has reached puberty can only carry out his religious obligations, including work, because he is considered an adult, while in Indonesian legislation, a child is said to be an adult when he is 21 years old, so that at that age, the child has an established mind, physically and psychologically.

Keywords: Minimum Limits, Child, Family Law


References


A Tafsir et al. “Cakrawala Pemikiran Pendidikan Islam” Bandung: Mimbar Pustaka, 2004

Ahamad Rofiq, Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: Rajawi Press, 1998

Abdullah, http://fakagamauisu.wordpress.com/admistrasi/ mempekerjakan-anak-dibawah-umur-menurut-hukum-islam/, diunggah pada tanggal 10 Desember 2012

Abdul Mujib, Jusuf Mudzakir, Nuansa-Nuansa Psikologi Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002

Abd al-Rahmân al-Jazîry, Kitab al-Fiqh ‘Alâ Madzhâhib al-Arba’ah,jilid IV, Bairut: Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2003

Abdurrahman, Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: Akademika Pressindo, 2007

Abdul Rahman Ghazali, Fikih Munakahat, Jakarta: Kencana Pranata Media Group, 2003

Abu Bakar Ibnu Umar, Thabaqat al-Syafi’iyyah al-Kubra, Bairut : Alam al-Kutub, tt., jilid ke-8, 47

Abd al-Rahman al-Jazîrî, Kitâb al-Fiqh Alâ Madzâhib al-Arba’ah, Bairut: Dâr al-Kutub al-Ilmiyyah, 2003

Absori, Perlindungan Hukum Hak-hak Anak dan Implementasinya di Indonesia Pada Era Otonomi Daerah http://eprints.ums.ac.id/349/1/5._absori.pdf, akses tgl 01 oktober 2010

Dedi Supriadi dan Mustofa, Perbandingan Hukum Perkawinan di Dunia Islam, Bandung: Pustaka Al-Fikris, 2009

Dewi, Mahardika Kusuma. "Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Mempekerjakan Anak sebagai Buruh di Kota Makassar." Universitas Hasanuddin Makassar (2013).

al-Imâm Abî al-Husain Muslim Bin al-Hajjâj al-Qusyairy al-Naysâbûny, Shahîh Muslm, jilid II, Bairut: Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2004

Ida Umami, Psikologi Remaja, Yogyakarta: Tiara Wacana, 1999

Hendri Kusuma Wahyudi, Do’a Mengharapkan Anak Saleh, Surabaya : Mizani, 2009

http://nasional.kompas.com/read/2015/06/18/1620408/MK.Tolak.Naikkan.Batas.Usia.Perkawinan.bagi.Perempuan. diunggah pada hari rabo tanggal 25 November 2015. Lihat salinan putusan nomor 30-74/PUU-XII/2014, diunggah pada tanggal 11 Desember 2015Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Menjaga dan Melindungi Anak, Jakarta: Devisi Pengaduan, 2011

Jalaluddin, Ramayulis, Pengantar Ilmu Jiwa Agama Jakarta: Kalam Mulia, 1998

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Menjaga dan Melindungi Anak, Jakarta: Devisi Pengaduan, 2011

Laporan UNICEF tahun 1995, Aspek Hukum Perlindungan Anak, dalam Perspektif Konvensi Hak Anak, Bandung, PT Citra Aditya Bakti, 1999

LTN PBNU, Solusi Problematika Aktual Hukum Islam, Keputusan Muktamar, Munas dan Konbes Nahdhatul Ulama, Surabaya: Khalista, 1926-2010

Muhammad Nawawi al-Jawi, al-Tafsir al-Munir (Marah Labid), Mesir: Maktabah Isa al-Halabi, 1314 H, jilid ke-1.

Muhammad Alî al-Shâbûny, Tafsîr Âyât al-Ahkâm min al-Qur’ân, Bairut: Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1999Mustafa Masyhur, Qudwah di Jalan Dakwah, Cirebon: Pustaka Nabawi, 2009.

Muhammad Joni, “Hak-hak Anak Dalam UU Perlindungan Anak Dan Konvensi PBB Tentang Hak Anak: Beberapa Isu Hukum Keluarga”,http://www.badilag.net/data/artikel/makalah%20hak%20anak%20dalam%20uu.pdf akses 02 Oktober 2021

Masde al-Diwanta, Panduan Smart Menjelang Pernikahan, Banjar Negara: Aulia, 2010

Muhammad Ardani, Risalah Haidh, Surabaya: al-Miftah, 1992

Muhammad Nurruddin Banjar al-Makky, Fikih Darah Perempuan, Solo: Era Intermedia, 2004

Muslim, Shahîh Muslim, Jakarta: Dâr Ihya’ Al-Kutub Al-Arabiyyah Jilid I, tt.

Muhammad bin Abd al-Qadir, Haidh, Kediri: al-Fajr, 2002

Muhammad Ali Albar, Penciptaan Manusia, Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2004

M. Arifin, Kapita Selekta Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 1998

Muhammad Jawad al-Mughniyyah, Fikih Lima Madhab, (Terj. Afif Muhammad et. al), Jakarta: Lentera, 2004

Nandi, Nandi. "Pekerja Anak Dan Permasalahannya." Jurnal Geografi Gea 6.1 (2016).

Pius A Partanto dan Muhammad Dahlan al-Barry, Kamus Ilmiah Populer, Surabaya: ARKOLA, 1994

Supriyadi W. Eddyono, Pengantar Konvensi Hak Anak, Makalah Disampaikan Dalam Kursus HAM untuk Pengacara X Tahun 200

Syaikh Ibrahim al-Baijuri, al-Baijûry, Bairut: Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyah, 2003

al-Syan’any, Subul al-Salâm, Indonesia: Maktabah Dahlan, jilid III, tt

Ubes Nur Islam, Mendidik Anak dalam Kandungan, Jakarta: Gema Insani, 2014

Yayasan Kesehatan Perempuan dalam perkara 30/PUU-XII/2014 dan Yayasan Pemantauan Hak Anak dalam perkara 74/PUU-XII/2014 meminta batas usia ditingkatkan dari 16 jadi 18 tahun.

Yunus, M. Mempekerjakan Anak Dibawah Umur Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Di Persimpangan Lampu Merah Jalan Sudirman-Tambusai Pekanbaru). Disertasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2015


Full Text: PDF

DOI: 10.24042/ijpmi.v14i2.10117

Refbacks

  • There are currently no refbacks.