Hubungan Bersyukur dengan Kesejahteraan Subjektif pada Orang Tua yang Memiliki Anak Tunagrahita di SLB Negeri 2 Kota Padang

Murisal Murisal, Trisna Hasanah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara bersyukur dengan kesejahteraan subjektif pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Padang. Alat ukur dalam penelitian ini adalah berupa skala psikologi yang mengungkap aspek-aspek penelitian berupa aitem- aitem pernyataan. Data dikumpulkan dengan menggunakan dua skala, yaitu skala bersyukur dan skala kesejahteraan subjekif. Skala bersyukur dirujuk dari teori Al- Ghazali yang operasionalisasinya berdasarkan tafsir dari ayat-ayat mengenai syukur. Sedangkan skala kesejahteraan subjektif dirujuk dari teori diener yang menyatakan bahwa kesejahteraan subjektif terdiri dari dua dimensi, yaitu afektif dan kognitif. Subjek dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Padang yang berjumlah 83 orang. Teknik   pengambilan   data   dalam penelitian ini adalah menggunakan simple random sampling yang berarti bahwa setiap subjek memiliki peluang yang sama untuk dipilih. Hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan antara bersyukur dengan kesejahteraan subjektif pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Padang. Koefisien korelasi dari hasil analisis data adalah sebesar 0,156 (rxy= 0,516 p<0,05). Deskripsi umum dari data penelitian menunjukkan bahwa tingkat bersyukur orang tua anak tunagrahita termasuk ke dalam kriteria tinggi dengan persentase sebesar 56% dan tingginya kesejahteraan subjektif orang tua anak tunagrahita sebesar 62%. Hal ini berarti bahwa orang tua anak tunagrahita mampu bersemangat dalam mendidik anaknya dan menerima keadaan   anaknya   dengan   lapang   dada.

Keywords


Behavior; Indisipliner; siswa; perceraian

Full Text:

PDF

References


Deiner, E., Lucas, R. E., & Oishi, S. (2002). Subjective Well-Being: The Science of Happiness and Life Satisfaction. In C. . Snyder & S. J. Lopex (Eds.), Handbook of positive psychology (p. 63). New York: Oxfort University Press. https://doi.org/0-19-513533-4

Dewanto, W., & Retnowati, S. (2015). Intervensi Kebersyukuran dan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas Fisik. Gadjah Mada Journal of Professional Psychology, 1(1), 33–47. Retrieved from https://jurnal.ugm.ac.id/gamajpp/article/view/7359

Emmons, R. A. (2005). Striving for the sacred: Personal goals, life meaning, and religion. Journal of Social Issues, 61(4), 731–745. https://doi.org/10.1111/j.1540-4560.2005.00429.x

Hallahan, D. P., & Kauffman, J. M. (2006). Exceptional learners: introduction to special education (10th ed.). Pearson/A and B.

Mangunsong, F. (2009). Psikologi dan pendidikan anak berkebutuhan khusus. LPSP3 UI.

Pramitasari, A. (2016). Hubungan Kebersyukuran dengan Kesejahteraan Subjektif pada Guru SMA Negeri I Sewon. UIN Sunan Kalijaga.

Prasa, B. A. (2012). Stres dan Koping Orangtua dengan Anak Retardasi Mental. Psikologi Klinis, 1(9), 1–20.

Snyder, C. ., & Lopex, S. J. (2002). Handbook of Positive Psychology. In Handbook of positive psychology (pp. 120–134). https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780195187243.001.0001




DOI: http://dx.doi.org/10.24042/kons.v4i2.2176

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License

Konseli : Jurnal Bimbingan Konseling is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.