Deskripsi Konseli pada Proses Konseling: Refleksi Al Qur’an Surah Asy Syams

Karyono Ibnu Ahmad, Muhammad Andri Setiawan

Abstract


Abstract: This article aims to examine the description of counselee in the counseling process according to Surah Asy Syams, which is based on the author's reflection during counseling practice using the Qur'an media. Researchers found that counselees in the counseling process generally divided into three broad categories namely, (1) counselee based on growth and development level expressed based on sura Al Mukmin verse 67; (2) a special treatment counsel to women, referring to the Bukhari and Muslim narrated by Abu Hurairah Ra who calls women a crooked rib; and (3) the last counselor with special needs refers to Abasa 'verses 1-11. The counselee description in the counseling process based on the surah Asy Syams is divided into three parts: (1) the counselee has not understood the obstacles of his whole (sura Asy Shams verses 1-6); (2) the counselee when he finds out how to solve the obstacles he experienced (sura Asy Shams verses 7-10); and finally, the condition of the counselee who does not want to change the obstacles he experienced by analogizing the Thamud experienced (Surah Asy Syams verses 11 through 15).

Abstrak: Artikel ini bertujuan menelaah deskripsi konseli dalam proses konseling menurut surah Asy Syams, yang didasari refleksi penulis selama melakukan praktik konseling dengan menggunakan media Al Qur’an. Peneliti  menemukan bahwa konseli dalam proses konseling secara umum terbagi dalam tiga kategori besar yakni,(1) konseli yang didasari tingkatan pertumbuhan dan perkembangan yang diungkapkan berdasarkan surah Al Mukmin ayat 67; (2) konseli perlakuan khusus kepada wanita, yang mengacu pada hadist Bukhari dan Muslim yang diriwayatkan Abu Hurairah Ra yang menyebut wanita adalah tulang rusuk yang bengkok; dan (3) terakhir konseli yang berkebutuhan khusus mengacu pada surah Abasa’ ayat 1-11. Adapun deskripsi konseli dalam proses konseling didasari pada surah Asy Syams terbagi ke dalam tiga bagian: (1) konseli belum memahami hambatan dirinya secara utuh (surah Asy Syams ayat 1-6); (2) konseli ketika menemukan cara menyelesaikan hambatan yang dialaminya (surah Asy Syams ayat 7-10); dan terakhir, kondisi konseli yang tidak mau mengubah hambatan yang dialaminya dengan menganalogikan kaum Tsamud dialaminya (surah Asy Syams ayat 11 sampai ayat 15).       


Keywords


Konselor, Konseli, Proses Konseling

References


Al Qur’an

Deplhie, Bandi. (2005). Bimbingan dan Konseling untuk Perilaku Non-Adaptif. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.

Kartono, Kartini. (2006). Psikologi Wanita 1: Mengenal Gadis Remaja dan Wanita Dewasa. Bandung: CV. Mandar Maju.

Kementerian Agama RI. (2010). Al Qur’an dan Tafsirnya Jilid X: Juz 28, 29, 30. Jakarta: Lentera Abadi.

McLeod, John. (2008). Pengantar Konseling: Teori dan Studi Kasus. Terjemahan A.K. Anwar dan diedit Tri Wibowo B.S. Jakarta: Kencana.

Muslim, Al Imam. (2005). Terjemahan Hadits Sahih Muslim Jilid 1, 2, 3, 4. Terjemahan Ma’mur Daud. Kuala Lumpur: KBC.

Radjah, Carolina L. (2016). ‘Keterampilan Konseling Berbasis Metakognisi.’ Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 1(3): 90-94.

Sanyata, Sigit. (2006). ‘Perspektif Nilai dalam Konseling: Membangun Interaksi Efektif antara Konselor-Klien.’ Paradigma, 2(1), Juli: 75-84.

Thomas, Frank. (1999). ‘Competency-Based Relationship Counseling: The Necessity of Goal Setting and Counselor Flexibility in Efficient and Effective Couples Counseling.’ The Journal of Pastoral Care, 53 (1), Spring: 87-99.

Tirtawati, Anak Agung Rai. (2017).’Pentingnya Kualitas Hubungan antar Pribadi Konselor dalam Konseling Realitas.’ Jurnal Kajian Pendidikan Widya Accarya FKIP Universitas Dwijendra, Maret: 1-19.

Willis, Sofyan S. (2014). Konseling Individual: Teori dan Praktek. Bandung: Alfabeta.

Yusuf LN, Syamsu. (2004). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Rosdakarya.




DOI: http://dx.doi.org/10.24042/kons.v5i1.2426

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License

Konseli : Jurnal Bimbingan Konseling is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.