Mengatasi Perilaku Membolos Peserta Didik Menggunakan Konseling Individual

Busmayaril Busmayaril, Efi Umairoh

Abstract


: Kegiatan layanan konseling dapat diselenggarakan baik secara perorangan maupun kelompok. Secara perorangan layanan konseling dilaksanakan melalui konseling individual, sedangkan secara kelompok melalui konseling kelompok. Konseling individual ditujukan kepada peserta didik untuk membantu memperbaiki kebiasaan yang kurang memadai/perilaku menyimpang (perilaku membolos) agar menjadi perilaku yang lebih baik lagi di lingkungan sekolah. Hasil survey pra penelitian yang penulis peroleh di Sekolah Menengah Atas (SMA) Pangudi Luhur Bandar Lampung menunjukkan bahwa masih terdapat peserta didik yang melakukan pelanaggaran tata tertib sekolah (membolos). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI dan 1 guru bimbingan konseling, dari jumlah keseluruhan peserta didik kelas XI, penulis mengambil 7 peserta didik ditambah 1 guru bimbingan dan konseling untuk dijadikan sampel dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan metode interview, observasi dan dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data digunakan metode analisis data yang bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan berfikir induktif dan deduktif. Berdasarkan pengolahan dan analisis data yang penulis lakukan dalam skripsi ini diketahui bahwa pelaksanaan layanan konseling individual terjadi kebanyakan didasari atas inisiatif guru BK yaitu dengan cara memanggil peserta didik, selain itu kondisi sarana dan prasarana yang kurang memadai untuk melakukan konseling individual. Oleh karena itu guru BK harus menguasai pengetahuan bidang konseling teknik dan langkah-langkah yang akan dilaksanakan, sehingga pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling individual di sekolah berjalan dengan baik dan maksimal.


Keywords


Membolos; Konseling; Individual

References


Abu, A., & Uhbaiti, N. (2001). Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Maryati, K., & Suryawati, J. (2010). Sosiologi 1 B For Senior High School Grade X Semester 2. Jakarta: Gelora Aksara Pratama.

Richard-Jones, N. (2011). Theory and Practice Of Conceling and Teraphy,. (T. Helly & T. dan P. K. dan T. Prajitno Soetjipjo, Eds.). Yogyakarta, , hlm. .: Pustaka Pelajar.

S. Willis, S. (2013). Konseling Individual Teori dan Praktek. Bandung: Alfabeta.

Sarwono, S. W. (2010). Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

Sugiyono. (2011). Statistik Untuk Penelitian.pdf.

Sukardi, D. K. (2000). Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah,. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Thalib, S. B. (2010). Psikologi Pendidikan Berbasis Analisis Empiris Edukatif. Jakarta: Kencana.




DOI: http://dx.doi.org/10.24042/kons.v5i1.2659

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License

Konseli : Jurnal Bimbingan Konseling is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.