Meningkatkan Rasa Percaya Diri Peserta Didik SMP dengan Menggunakan Teknik Assertive Training

Badrul Kamil, Mega Aria Monica, A. Busthomi Maghrobi

Abstract


Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah layanan konseling kelompok dengan teknik latihan asertif efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian True Eksperimental Design jenis pretest-posttest control group design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, metode kuisioner, wawancara, dan dokumentasi teknik pendukung. Hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat peningkatan peserta didik di sekolah sebelum diberikan layanan dan sesudah diberikan layanan. terhadap rasa percaya diri Hal ini ditujukan dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t (t-test), dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh dalam kelompok eksperimen t hitung = 36.701 > t tabel 0.05 = 2.228, df = n-1=10 dengan p value < t tabel (0.000 < 0.0005), maka Ho “Konseling Kelompok Tehnik Latihan Asertif (assertive training) tidak efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri pada peserta didik ditolak dan Ha “Konseling Kelompok Teknik Latihan Asertif (assertive training) efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri pada peserta didik diterima.


Keywords


Konseling;Kelompok;Latihan;Asertif;Percaya;Diri

References


Agung Hartono, sunarto. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta.

Agustian, H. (2009). Psikologi Perkembangan Pendekatan Ekologi Kaitannya Dengan Konsep Diri dan Penyesuaian Diri pada Remaja. Bandung: Refika Aditama.

Ahmadi, A. (2004). Psikologi Sosial. Jakarta: Bineka Cipta.

Hadja, I. (1999). Metode Penelitian Kuantitatif.

Hakim, T. (2002). Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri. Jakarta: Purwa Suara.

Mamat, S. (2013). Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi. Jakarta: Rajawali Pers.

Mastuti. (2013). Kiat Percaya Diri. Jakarta: Bimbingan Konseling Unnes.

Maulian Putri, I. (2015). Layanan Bimbingan dan konseling pribasi-sosial dengan menggunakan metode latihan Assertive Training untuk mengatasi siswa terisolir. Jurnal Skripsi Program Stara 1 IAIN Raden Intan Lampung, 32.

Nursalim, M. (2013a). Strategi & Intervensi Konseling. Jakarta: Indeks.

Nursalim, M. (2013b). Strategi dan Intervensi Konseling. Jakarta: Indeks.

Rahayu Purwati, septi. (2013). Mengatasi Masalah Kepercayaan Diri Siswa Melalui Layanan Konseling Kelompok. Semarang: Universitas Negeri Semarang UNNES.

Sugiyono. (n.d.). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Sunardi. (2010). Latihan Asertif. PLBFIPUPI.

Tohirin. (2009). Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah Berbasis Integrasi. Jakarta: Rajawali Pers.

UN, M. (2015). Psikologi dalam Alquran -Terapi Qurani Dalam Penyembuhan Gangguan Kejiwaan,. Bandung: Pustaka Setia.

Willis, S. (2011). Konseling Keluarga. Bandung: CV Alfabeta.




DOI: http://dx.doi.org/10.24042/kons.v5i1.2663

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License

Konseli : Jurnal Bimbingan Konseling is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.