Tepung Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) Sebagai Alternatif Media Pengganti Media PDA (Potato Dextrose Agar)

https://doi.org/10.24042/organisms.v2i2.14252

Nur Halimah, Ike Apriani, Riri Novita Sunarti

Abstract


Fungus belong to eukaryotic prosthetic organisms that are chemohypertrophic. When studying the properties of fungus, a material is needed as a nutritional source to grow or isolate fungus known as the media. The most commonly used media for fungal culture is instant PDA media. The relatively high price of instant PDA media is a common problem. That's why we need alternative media that are more economical. The aim of this research is to test whether the gadung tuber flour media can be used as an alternative to PDA. Method used in this study is the experimental method and  design used, fully randomized design with 6 treatments and 4 replicates. Concentrations of gadung tuber flour used were 5%, 10%, 15%, 20% and 25%. The data obtained was analyzed with Annova with a confidence level of 95%. The results showed that the grading tuber meal alternative media had a significant effect on the growth of Candida albicans. Fungus can grow in alternative media at a concentration of 5% to 25% with the highest number of colonies at a concentration of 25%, namely 155.3 in 100 µl.

Abstrak

Jamur termasuk organisme prostetik eukariotik yang bersifat kemohipertrofik. Dalam mempelajari sifat-sifat jamur diperlukan suatu bahan sebagai sumber nutrisi untuk menumbuhkan atau mengisolasi jamur yang dikenal dengan media. Media yang paling umum digunakan untuk kultur jamur adalah media PDA instan. Harga media PDA instan yang relatif mahal merupakan masalah yang umum. Untuk itu diperlukan media alternatif yang lebih ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah media tepung umbi gadung dapat digunakan sebagai alternatif pengganti PDA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dan desain yang digunakan, Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Konsentrasi tepung umbi gadung yang digunakan adalah 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Data yang diperoleh dianalisis dengan Annova dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grading media alternatif tepung umbi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan Candida albicans. Jamur dapat tumbuh pada media alternatif pada konsentrasi 5% sampai 25% dengan jumlah koloni tertinggi pada konsentrasi 25% yaitu 155,3 dalam 100 µl


Keywords


Candida albicans; Media Alternatif; Tepung Umbi Gadung

Full Text:

PDF

References


Aini, S dan Rahayu, T. Media Alternatif Untuk Pertumbuhan Jamur Menggunakan Sumber Karbohidrat yang Berbeda. Seminar Nasional XII Pendidikan Biologi FKIP UNS. 861-866.

Aripin, S., Saing, B dan Kustiyah, E. 2017. Studi Pembuatan Bahan Alternatif Plastik Biodegradble Dari Pati Ubi Jalar dengan Plasticizer Gliserol deng Metode Melt Intercalation. Jurnal Teknik Mesin. 6: 79-84.

Christiningsih, R dan Darini, M.T. 2015. Kajian Kandungan Mineral dan Asam Sianida Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) pada berbagai umur panen. Agro UPY. 6(2): 55-63

Dwidjoseputro, D. 1998. Dasar-dasar Mikrobiologi. Malang: Djambatan

Estiasih, T., Putri,W.D.R dan Waziiroh, E. 2017. Umbi-umbian dan Pengolahannya. Malang: UB Press

Gandjar, I dan Sjamsuridzal, W. 2006. Mikologi Dasar dan Terapan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Getas, W. Wiadnya, B.R. dan Waguriani, A. 2013. Pengaruh Penambahan Glukosa Dan Waktu Inkubasi Pada Media SDA (Sabaroud Dextrose Agar) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans. Media Bina Ilmiah. 8 (1): 51-56

Handayani, P., Khaidir dan Wirda, Z. 2017. Pengaruh Jenis Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) Terhadap Kadar Bioetanol Pada Proses Fermentasi Menggunakan Ragi Roti. Jurnal Agrium. 14(2): 45-58

Harsojuwono, B.A., Arnata, W.I dan Puspawati, G.A. 2011. Rancangan Percobaan (Teori, Aplikasi SPSS dan Excel). Malang: Lintas Kata Publishing

Hartati, A. 2015. Mikrobiologi Kesehatan. Yogyakarta: ANDI

Hartati., Aini, M., dan Yasin, Y. Identifikasi Candida albicans Pada Wanita Dewasa di Kota Kendari Secara Makroskopis dan Mikroskopis. EISSN: 2443-0218. 6 (2): 535-540

Jayanti, N.K dan Jirna, I.N. 2018. Isolasi Candida albicans Dari Swab Mukosa Mulut Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Teknologi Laboratorium. 7(1): 1-7

Jiwintarum, Y., Urip., Wijaya, A.F., dan Diarti, M.W. 2017. Media Alami Untuk Pertumbuhan Jamur Candida albicans Penyebab Kandidiasis Dari Tepung Biji Kluwih (Artocarpus Communis). Jurnal Kesehatan Prima. 11 (2): 158-170

Junaidi, D., Santoso, M.C.K.P., Retnoningtyas, E.S., dan Hartono, S.B. 2015. Penurunan Kadar Sianida Pada Umbi Gadung (Dioscorea hispida) dengan Proses Fermentasi Menggunakan Kapang Rhizopus Oryzae. Jurnal Ilmiah Widya Teknik. 14 (1): 9-14

Jutono. 1980. Pedoman Praktikum Mikrobiologi Umum. Yogyakarta: Fakultas Pertanian UGM.

Kamsiati, E., Herawati, H dan Purwani, E.Y. 2017. Potensi Pengembangan Plastik Biodegradable Berbasis Pati Sagu dan Ubi Kayu di Indonesia. Litbang Pertanian. 36 (2): 67-76.

Kalista, K., Chen, L., Wahyuningsih, R., dan Rumende, C. 2017. Karakteristik Klinis dan Prevalensi Pasien Kandidiasi Invasif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia. 4 (2): 56-61

Lay, B.W. 1994. Analisis Mikroba di Laboratorium. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Lestari. 2010. Peran Faktor Virulensi Pada Patogenesis Infeksi Candida albicans. Stomatognatic. 7 (2):113-117

Leviana, W dan Paramita, V. 2017. Pengaruh Suhu Terhadap Kadar Air dan Aktivitas Air Dalam Bahan Pada Kunyit (Curcuma longa) Dengan Alat Pengering Electrical Oven. Metana. 13 (2): 37-44

Maulani., Rijanti, R., Budiasih, R dan Immaningsih, N. 2012. Karakteristik fisik dan kimia pati garut (Marantha arundinacea L) Pada Berbagai Umur Panen. Madura: Fakultas Pertanian Universitas Trunojoya

Mosaid, A., Sullivan, D., Salkin, I., Shanley, D dan Coleman, D. 2001. Differentiation of Candida dubiliniensis from Candida albicans on Staib Agar and Caffeic Acid-Ferric Citrate Agar. Journal of Clinical microbilogy, 39 (1): 323-327.

Murtiningsih dan Suyanti. 2011. Membuat Tepung Umbi dan Variasi olahannya. Jakarta: Agromedia Pustaka

Murwani, S. 2015. Dasar-Dasar Mikrobiologi Veteriner. Malang: UB Press

Mutiawati, V.K. 2016. Pemeriksaan Mikrobiologi Pada Candida albicans. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala. 16 (1): 53-63

Nuryati, A dan Huwaina, A.D. 2015. Efektivitas Berbagai Konsentrasi Kacang Kedelai (Glycine max (L) Merill). Jurnal Teknologi Laboratorium. 5(1): 1-4

Octavia, A dan Wantini, S. 2017. Perbandingan Pertumbuhan Jamur Aspergillus Flavus Pada Media PDA (Potato Dextrose Agar) Dan Media Alternatif Dari Singkong. Jurnal Analis Kesehatan. 6 (2): 625-631

Pambayun, R. 2007. Kiat Sukses Teknologi Pengolahan Umbi Gadung. Yogyakarta: Ardana Media

Pramitha, A.R dan Wulan, S.N. 2017. Detoksifikasi Sianida Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) dengan Kombinasi Perendaman dalam Abu Sekam dan Perebusan. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 5(2): 58-65

Putri, N., Ramatri, D., Sugiartati, R., Deviyanti, S dan Abraham, S. 2011. Uji Invitro Anti Jamur Candida albicans dari Minuman kemasan Yoghurt dan Kefir. Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi. 8(1): 36-40

Rahmawati, R. 2016. Pertumbuhan Jamur A. Niger Pada Media Biji Kluwih Dan Biji Nangka Sebagai Substitusi Media PDA. Skripsi Universitas Muhammadiyah, Surakarta

Richana, N. 2012. Manfaat Umbi-umbian di Indonesia. Bandung: Nuansa

Santi, R.A., Sunarti, T.C., Santoso, D dan Triwisari, D.A. 2012. Komposisi Kimia dan Profil Polisakarida Rumput Laut Hijau. Jurnal Akuatika. 3 (2): 105-114

Sari, A.P., Indriyani, S., Ekowati, G dan Batoro, J. 2017. Keragaman Struktur Butir Amilu, Kadar Tepung dan Clustering Delapan Taksa Tanaman Berumbi di desa Simo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi. Jurna Biotropika. 5 (1): 14-21

Sasongko, P. 2009. Detoksifikasi Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) Melalui Proses Fermentasi Menggunakan Kapang Mucor sp. Jurnal Teknologi Pertanian. 10(3): 205-215

Shihab, M.Q. 2002. Tafsir Al-Mishbah. Jakarta: Lentera Hati.

Sidupa, H. E., Wahyuni, S dan Khaeruni, A. 2019. Pengaruh Modifikasi Terhadap Karakteristik Tepung Gadung Termodifikasi. Jurnal Sains dan Tekonologi Pangan. 4 (2): 2064-2073.

Standar Nasional Indonesia (SNI). 2015. Cara Uji Mikrobiologi (Perhitungan Kapang dan Khamir Pada Produk Perikanan). Jakarta: Badan Standarisasi Nasional

Sulistyarti, H., Kusumawardhani, N., Zulfah, N.L., Cahyani, Y.D., Fahriyani, H dan Milda, B. 2014. Test Kit Untuk Analisis Sianida Dalam Ketela Pohon Berdasarkan Pembentukan Hidrindantin. Jurusan kimia Universitas Brawijaya

Tjitrosoepomo, G. 2000. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Waluyo, L. 2010. Teknik dan Metode Dasar dalam Mikrobiologi. Malang: UPT Penerbitan Universitas Muhamadiyah Malang.

Wanita, Y.P. 2018 Umbi-umbian Minor Lokal Daerah Istimewa Yogyakarta, Sifat Fisikokimia dan Diversifikasi Pengolahannya. Jurnal Pertanian Agros. 20 (1): 49-58.

Warisno dan Dahana, K. 2009. Tiram (Menabur Jamur Menuai Rupiah). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Warsito, H., Rindiani dan Nurdyansyah, F. 2015. Ilmu Bahan Makanan Dasar. Yogyakarta: Nuha Medika.

Yunliani, D., Wilson, W dan Isworo, J.T. 2018. Pemanfaatan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L) Sebagai Media Alternatif Terhadap Pertumbuhan Trichophyton Sp. Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Unimus. Vol 1: 28




DOI: https://doi.org/10.24042/organisms.v2i2.14252

Article Metrics

Abstract views : 160 | PDF downloads : 101

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Organisms