PROSES BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI PENGETAHUAN AWAL TINGGI DAN PERSPEKTIF GENDER

Miftahul Arifin, Haninda Bharata

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif matematis siswa laki-laki dan perempuan berdasarkan pengetahuan awal tinggi dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Pengungkapan proses berpikir kreatif ini dilakukan di kelas VIII SMP. Peneliti mengambil sampel siswa laki-laki dan perempuan dengan pengetahuan awal tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan materi yang digunakan adalah materi lingkaran. Data yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara dan hasil tes. Validasi data adalah dengan triangulasi teknik yaitu menyesuaikan data yang diperoleh berdasarkan teknik yang digunakan. Indikator proses yang digunakan adalah menurut Torrance yaitu: 1) siswa mampuĀ  memahami soal; 2) siswa mampu membuat hipotesis; 3) siswa mampu menguji hipotesis; 4) siswa mampu retest atau evaluasi; 5) siswa mampu mengkomunikasikan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa laki-laki dan perempuan dengan pengetahuan awal tinggi mampu melakukan kelima proses berpikir kreatif, hanya saja memiliki sedikit perbedaan pada proses memahami dan proses evaluasi.

Keywords


Berpikir; Kreatif, Pengetahuan; Gender

References


Arnyan, I. B. (2006). Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Inovatif Pada Pelajaran Biologi Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, 39.

Asrori, M. A. (2009). Psikologi Remaja. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Bimo, W. (2005). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : Andi Offset.

Budiyasa, T. Y. (2006). Implementasi Teori Tentang Tingkat Berpikir Kreatif Matematika. Jurnal Matematika .

Fauziah, I. N. (2013). Proses Berpikir Kreatif Siswa Kelas X Dalam Mamecahkan Masalah Geometri Berdasarkan Tahapan Wallas Ditinjau Dari Adversity Quotien (AQ) Siswa. Jurnal Pendidikan Matematika Solusi , Vol.1, No.1.

Kunandar. (2011). Langkah-Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: PT. Remajagrafindo Persada.

Kusnadi, E. (2008). Metodologi Penelitian. Jakarta : Ramayana Pers.

Mahmud. (2010). Psikologi Pendidikan. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Mahmud, H. (2010). Psikologi Pendidikan. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Masfingatin, T. (2011). Proses Berpikir Siswa Sekolah Menengah Pertama Dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau Dari Adversity Qountient (AQ). Jurnal Matematika .

Nurmasari, N. (2014). Analisis Berpikir Kreatif Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Pada Materi Peluang Ditinjau Dari Gender Siswa Kelas XI Ipa SMA Negeri 1 Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Surakarta: Tesis Program Mmagister Pendidikan Matematika, Tidak Diterbitkan.

Rakhmat, J. (2005). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Robert, S. d. (2007). Psikologi Kognitif. Jakarta: Erlangga.

Santroock, J. W. (2007). Perkembangan Remaja Edisi Kesebelas Jilid 2. Jakarta: Airlangga.

Semiawan, e. (2002). Dimensi Kreatif dalam Filsafat Ilmu. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Soedjadi, R. (2004). Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia konstasi Keadaan Masa Kini Menuju Harapan Masa Depan. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departrmen Pendidikan Nasional .

Sudarma, M. (2013). Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kreatif. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuntitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Suharman, E. (2005). Psikologi Kognitif. Surabaya : Srikandi.

Sujanto, A. (2012). Psikologi Umum. Jakarta : Bumi Aksara.

Supriyono, A. A. (2003). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Suryabrata, S. (2013). Metodelogi Penelitian. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Widayati, A. D. (2013). Analisis Kemampuan Problem Solving Menurut Jhon A. Malone Dalam Pokok Bahasan Pecahan Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 16 Surakarta Ditinjau Dari Kemempuan Awal Siswa. Surakarta: Tesis Tidak Diterbitkan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.