MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS MELALUI PEMBELAJARAN PROBLEM POSING

Yeshinta Sari

Abstract


Kemampuan berpikir kreatif dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menghasilkan ide atau suatu cara baru dalam menghasilkan suatu produk. Produk kemampuan berpikir kreatif adalah kreativitas siswa dalam pemecahan masalah matematika. Kemampuan berpikir kreatif matematis ditandai oleh lima aspek yaitu kepekaan (sensitivity), kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), keaslian (originality), dan keterincian (elaboration). Dalam pembelajaran matematika, guru memiliki peran dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Guru juga perlu menggunakan strategi atau model pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran di kelas. Model pembelajaranyang dapat digunakan untuk mengembangkankemampuanberpikirkreatifadalahproblem posing. Pembelajaran problem posing merupakan salah satu pembelajaran yang tidak hanya menuntut para siswa untuk membuat soal atau mengajukan suatu pertanyaan, tetapi jugasiswa diminta untuk mencari penyelesaiannya. Permasalahan yang diajukan dapat berdasarkan pada topik yang luas, soal yang sudah dikerjakan atau informasi tertentu yang diberikan kepada siswa. Jadi dalam pembelajaran problem posing siswa dilatih untuk bertanya. Hal ini diyakini mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa karena pengajuan soal merupakan tugas yang mengarah pada sikap kritis dan kreatif. Pada makalah ini dipaparkan tentang kemampuan berpikir kreatif matematis, pembelajaran problem posing dan bagaimana pembelajaran problem posing dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis.

 


Keywords


berpikir kreatif matematis; pembelajaran problem posing

References


Ali Mahmudi. (2010). Mengukur kemampuan berpikir kreatif matematis”. Makalah Disajikan Pada Konferensi Nasional Matematika XV UNIMA Manado, 2010. Diunduh dari http://staffnew.uny.ac.idpada 30 maret 2017 pukul 09.27 WIB

Amalia, Yuli dkk. (2015). Penerapan Model Eliciting Activities untuk MeningkatkanKemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Self Confidence Siswa SMA .Jurnal Didaktik Matematika, Vol.2 No.2 tahun 2015

Arvyati, Muchtar Ibrahim & Andry Irawan. (2015). Efectivity of PeernTutoring Learning to Increase Mathematical Creative Thingking Ability of Class XI IPA SMAN 3 Kendari 2014. International Journal of Education and Research, Vol.3 No.1 tahun 2015.

Azhari & Somakin. (2013). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Melalui Pendekatan Konstruktivisme di Kelas VII smp negeri 2 banyuasin iii. Jurnal pendidikan matematika. Vol.7 No.2

Eko Siswono, TY. (2008). Proses Berpikir Kreatif Siswa Dalam Memecahkan Dan MengajukanMasalahMatematika. Jurnal Ilmu Pendidikan jilid 15 nomor 1 hal.60-68.

Fardah, Dini Kinati. (2012). AnalisisProsesdanKemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Matematika Melalui Tugas Open-Ended. JURNAL KREANO, ISSN :2086-2334. Diterbitkan oleh JurusanMatematika FMIPAUNNES Vol.3 No.2 Desember2012

Haerudin. (2011). Penerapan Motode SAVI Dengan Pendekatan Induktif dan Peningkatan Berpikir Kreatif Matematis. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung.

Mahmudi, Ali. (2008). Pemecahan masalah dan berpikir kreatif. Konferensi nasional matematika XIV UNSRI. Diunduh dari http://staff.uny.ac.id pada 20 April 2017 pukul 20.05 WIB

Martin. (2009). Convergent and Divergen Thingking. Diunduh dari http://www.eruptingmind.com/convergent-divergent-creative-thingking/ pada 20 April 2017 pukul 15.00 WIB

Mufida Asriningsih, Taffsilatul. (2014). Pembelajaran Problem Posing Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa. Gamatika Vol. 5 no.1.

Palobo, Markus. (2015) Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Melalui Pembelajaran ProblemPosing Dan Problem Solving. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika UNY. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Putra, TomiTridaya. (2012). Meningkatkan KemampuanBerpikir KreatifSiswaDengan Pembelajaran Berbasis Masalah. Jurnal Pendidikan Matematika,Vol. 1 No. 1 (2012)Part 3. Hal.22-26

Rohaeti, Euis Eti. (2010). Critical and Creative Mathematical Thinking of Junior High School Students. Educationist, Vol 4 No.2 Tahun 2010. Hal 99-106.

Rohim, Fathur, Susanto, Hadi & Ellianawati. (2012). Penerapan Model Discovery Terbimbing pada Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif. Unnes Physics Education Journal, Vol. 1 No.1 tahun 2012

Sambo, Sani & Maruf O. Ibrahim. (2012). Mathematical Creative Development Among Children: A Precusor for Counsellor and Mathematics Teachers. European Scientific Journal Vol.8 No.24 tahun 2012. Hal 164-169. Diunduh dari http://www.eujournal.org/index.php/esj/article/view/446 pada 21 April 2017 pukul 18.30 WIB

Sasmita, dkk. (2015). Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Dalam Pembelajaran Problem Posing Pada Materi Bangun Datar. Diunduh dari http://www.e-jurnal.com/2015/09/kemampuan-berpikir-kreatif-siswa-dalam.html pada 20 April 2017 pukul 14.48 WIB

Shoimin, Aris. (2014). 68 model pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Sofyan, Deddy dan SukandarM Sukanto. (2015) Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Komunikasi Matematik melalui PendekatanProblem Posing. Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 6, Nomor 1,Oktober2015, hal 1-51

Sriwongchai, Arunne, Nirat Jantharajit dan Sumalee Chookhampaeng. (2015). Developing the Mathematics Learning Management Model for Improving Creative Thingking in Thailannd. International Education Studies, Vol.8 No.11 tahun 2015.77-87.

Suriyani, Hasratuddin, Asmin. (2015). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Dan Kemandirian Belajar Siswa Mts Negeri 2 Medan Melalui Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Open-Ended. Jurnal Tabularasa PPS UNIMED Vol.12 No.3 Desember 2015, hal 224-234.

Wessels, Helena. (2014). Level of Mathematical Creativity in Model-Eliciting Activities. Journal of Mathematical Modelling and Aplication, Vol.1 No.9 Tahun 2014.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.