POSITION OF CHILDREN OUT OF MARRIAGE IN PERSPECTIVE OF PROGRESSIVE ISLAMIC LAW

https://doi.org/10.24042/smart.v2i1.13555

Toha Ma'arif, F. Faisal, K. Khairuddin, Yusuf Baihaqi

Abstract


Children born out of marriage are children born from marriages carried out according to their respective religions and beliefs. This understanding shows the existence of marriage, and if it is carried out according to the Islamic religion, then such a marriage is valid in the perspective of Islamic fiqh as long as it meets the requirements and pillars. Regarding to the position of children out of marriage, in 2012, the Constitutional Court issued a decision related to this matter which then raised pros and cons from various parties, both from legal practitioners, academics, the Indonesian Ulema Council, and even the community. Based on it, this research would like to examine more deeply related to the legal position of children out of wedlock in Indonesian legislation in the perspective of Progressive Islamic law. The type of research used is normative-empirical legal research using primary and secondary data, data analysis using qualitative descriptive and drawing conclusion using deductive thinking. The results showed that children out of marriage in the perspective of progressive Islamic law are children out of marriage have a kinship relationship with their father if born at least six months after marriage or within a grace period of four years after the marriage broke up provided it is evident that within four years their mother didn't excrete.


Full Text:

PDF

References


Adam, P. (2021). Hukum Islam: Konsep, Filosofi dan Metodologi. Sinar Grafika.

Ahmad, M. J., & Nabil, F. (2022). Hak Keperdataan Anak Hasil Perkawinan Incest. Court Review: Jurnal Penelitian Hukum (e-ISSN: 2776-1916), 2 (01), 57–75. https://aksiologi.org/index.php/courtreview/article/view/311

Aisyah, A., Siburian, S. M. P., & Sunarto, A. (2021). Status Waris Anak dari Perkawinan yang Putus Karena Pembatalan Perkawinan Menurut UU No 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Jurnal Mutiara Hukum, 4 (1), 9–21. http://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JMH/article/view/2604

Algiftiah, M. (2021). Pregnancy Diagnosis As a Condition For Islamic Marriage Application In Indonesia: Maslahah Mursalah Perspective. Shakhsiyah Burhaniyah: Jurnal Penelitian Hukum Islam, 6 (1), 1–24. https://doi.org/10.33752/sbjphi.v6i1.1638

Alyafie, H. (2009). Fazlur Rahman dan Metode Ijtihadnya: Telaah Sekitar Pembaruan Hukum Islam. Hunafa: Jurnal Studia Islamika, 6 (1), 29–52. https://doi.org/10.24239/jsi.v6i1.117.29-52

Al-Zuhaili, W. (1997). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (Cet. Ke-2). Dar al-Fikr.

Anshary. (2014). Kedudukan Anak dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Nasional. Mandar Maju.

Arfa, F. A., & Marpaung, W. (2018). Metodologi Penelitian Hukum Islam: Edisi Revisi. Prenada Media Group.

Bachtiar. (2021). Mendesain Penelitian Hukum. Deepublish.

Bahrudin, M., Faisal, F., & Hanif, H. (2022). Criticism of Reason against the Blasphemy of Ijma as a Source of Islamic Law. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 22 (1), 75–94. https://doi.org/10.24042/ajsk.v22i1.12527

Basri, M. U., & Soiman, S. (2017). Dampak Hukum Perkawinan Siri (Tidak Dicatatkan) terhadap Perlindungan Anak dalam Tinjauan Hukum Positif. Jurnal Al-Wasith: Jurnal Studi Hukum Islam, 2 (1), 36–52. https://jurnal.unugha.ac.id/index.php/wst/article/view/81

Bhattacherjee, A. (2012). Social Science Research: Principles, Methods, and Practices. Anol Bhattacherjee.

BIP, T. (2017). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Bhuana Ilmu Populer.

Darwis, R. (2010). Fiqh Anak di Indonesia. Al-Ulum, 10 (1), 119–140. https://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/au/article/view/15

Departemen Agama RI. (2003). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Diponegoro.

Edyar, B. (2016). Status Anak Luar Nikah Menurut Hukum Positif dan Hukum Islam Pasca Keluarnya Putusan MK Tentang Uji Materiil Undang Undang Perkawinan. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 1 (2), 181–208. http://dx.doi.org/10.29240/jhi.v1i2.115

Efrinaldi, E. (2018). Usul Fikih: Rekonstruksi Metodologis dalam Dinamika Hukum Islam. Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi, Dan Keagamaan, 5 (2), 109–118. https://doi.org/10.29300/mzn.v5i2.1440

Esposito, J. L. (1994). The Islamic Threat: Myth or Reality? (Terj. Alwiyah Abdurrahman). Mizan.

Febriansyah, E. (2015). Tinjauan Yuridis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 Tentang Kedudukan Anak Diluar Nikah yang Diakui dalam Pembagian Warisan. Unnes Law Journal: Jurnal Hukum Universitas Negeri Semarang, 4 (1), 1–19. https://doi.org/10.15294/ulj.v4i1.7262

Hadi, S. (2012). Metode Research II. Andi Offset.

Hamzani, A. I. (2016). Nasab Anak Luar Kawin Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010. Jurnal Konstitusi, 12 (1), 57–74. https://doi.org/10.31078/jk1214

Hanif, H., & Susanto, I. (2020). Consumerism Culture of Urban Communities Based on Islamic Economic Perspective. Agregat: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 4 (1), 83–99. https://doi.org/10.22236/agregat_vol4/is1pp83-99

Harahap, R. B. (2017). Analisis terhadap Putusan MK Tentang Status Anak di Luar Kawin. Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi, 3 (2), 14–29. https://doi.org/10.24952/yurisprudentia.v3i2.1519

Harlina, Y. (2014). Status Nasab Anak dari Berbagai Latar Belakang Kelahiran (Ditinjau Menurut Hukum Islam). Hukum Islam, 14 (1), 64–81. https://doi.org/10.24014/hi.v14i1.989

Hartanto, A. (2012). Kedudukan Hukum dan Hak Waris Anak Luar Kawin Menurut BW. Laksbang Pressindo.

Herawati, H. (2021). Wali Nikah Anak Perempuan Yang Lahir dari Perempuan Hamil Luar Nikah Tinjauan Analisis Normatif dan Sosiologis (Studi di Kecamatan Sukakarya). El-Ghiroh: Jurnal Studi Keislaman, 19 (2), 155–175. https://doi.org/10.37092/el-ghiroh.v19i2.329

Hidayatulah, R. P. (2020). Penemuan Hukum Oleh Hakim Perspektif Maqashid Syariah. Teraju: Jurnal Syariah dan Hukum, 2 (01), 83–97. https://doi.org/10.35961/teraju.v2i01.94

Iqbal, M. (2016). Fiqh Siyasah Konstekstualisasi Doktrin Politik Islam. Kencana.

Ja’far, A. K., et.al. (2021). Reconstruction of Marriage Age Limit According To Law Number 16 Year 2019 about Marriage. Journal of Legal, Ethical and Regulatory Issues, 24 (1), 1–8.

Kansil, C. S. T. (1995). Modul Hukum Perdata. Pradnya Paramita.

Kurniawan, M. B. (2017). Politik Hukum Mahkamah Konstitusi tentang Status Anak di Luar Nikah: Penerapan Hukum Progresif sebagai Perlindungan Hak Asasi Anak. Jurnal HAM, 8 (1), 67–78. https://doi.org/10.30641/ham.2017.8.67-78

Lahia, D. (2017). Aspek Hukum terhadap Bayi Tabung dan Sewa Rahim dari Perspektif Hukum Perdata. Lex Privatum, 5 (4), 130–137. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/view/16106

Maki, L. P. (2021). Pemberian Mahar dalam Bentuk Hiasan Uang Kertas Menurut Perspektif Hukum Islam. Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1 (1), 49–71. https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/syakhsiyah/article/view/3501

Manan, A. (2006). Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia. Prenada Media Group.

Manan, A. (2008). Hukum Islam dalam Bingkai Pluralisme Bangsa: Persoalan Masa Kini dan Harapan Masa Depan. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, 42 (2), 459–483. https://doi.org/10.14421/ajish.2008.42.2.%p

Manan, A. (2017). Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia (Ke-5). Prenada Media.

Martinelli, I. (2017). Status Hukum Anak Luar Kawin Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010. De Lega Lata: Jurnal Ilmu Hukum, 1 (2), 308–328. https://doi.org/10.30596/dll.v1i2.796

Matnuh, H. (2016). Perkawinan Dibawah Tangan dan Akibat Hukumnya Menurut Hukum Perkawinan Nasional. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 6 (11), 899–908. https://doi.org/10.20527/kewarganegaraan.v6i11.727

Mokodompit, G. A. (2021). Implementasi Peran Pengakuan dan Hak Mewaris terhadap Anak Luar Kawin Berdasarkan KUH Perdata. Lex Privatum, 9 (8), 42–50. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/view/35170

Muamar, A. (2016). Ketentuan Nasab Anak Sah, Tidak Sah, dan Anak Hasil Teknologi Reproduksi Buatan Manusia: Antara UU Perkawinan dan Fikih Konvensional. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6 (1), 45–56. http://ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/Ahwal/article/view/1059

Muhammad, A. (2004). Hukum dan Penelitian Hukum. Citra Aditya Bakti.

Munawar, A. (2015). Sahnya Perkawinan Menurut Hukum Positif yang Berlaku di Indonesia. Al-Adl: Jurnal Hukum, 7 (13), Article 13. https://doi.org/10.31602/al-adl.v7i13.208

Mutaqin, Z., & Ariono, I. (2021). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Wali Nikah Anak Perempuan yang Lahir Kurang dari Enam Bulan. Syariati: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Hukum, 7 (1), 69–80. https://doi.org/10.32699/syariati.v7i1.1859

Muthhar, M. A. (2018). The Ideal State. IRCISOD.

Na’imah, M. F. N. F. U. (2019). Nasab Bayi Tabung dalam Prespektif Hukum Islam dan Maqasid Syari’ah. Al-’`Adalah: Jurnal Syariah Dan Hukum Islam, 4 (2), 149–176. https://doi.org/10.31538/adlh.v4i2.550

Nugroho, I. Y., & Safiudin, A. (2021). Nasab Anak di Luar Perkawinan Perspektif Hukum Progresif dan Maqasid Shari’ah. Al-Hukama’, 11 (2), 1–28. https://doi.org/10.15642/alhukama.2021.11.2.1-28

Nurry, T. K., Nasution, E. R., & Pratiwi, I. (2020). Kedudukan Anak Yang Lahir Di Luar Pernikahan Di Tinjau Dari Kompilasi Hukum Islam. De Lega Lata: Jurnal Ilmu Hukum, 5 (2), 208–215. https://doi.org/10.30596/dll.v5i2.3576

Pongoliu, H. (2013). Kedudukan Anak Lahir di Luar Nikah dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif. Al-Mizan, 9 (1), 115–134. https://www.journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/am/article/view/141

Projodikoro, W. (1981). Hukum Perkawinan di Indonesia. Sumur Bandung.

Puat, N. (2013). Status Hukum Anak Diluar Nikah. Al Hikmah: Jurnal Studi Keislaman, 3 (2), 258–268. https://doi.org/10.36835/hjsk.v3i2.374

Purwaningsih, P. (2016). Status Anak yang Dilahirkan dari Perkawinan di Bawah Tangan Menurut Hukum Positif Indonesia. Yustisi, 3 (2), 61–77. https://doi.org/10.32832/yustisi.v3i2.1106

Quthny, A. Y. A., & Muzakki, A. (2021). Urgensi Nasab dalam Islam dan Silsilah Nasab Habaib di Indonesia. Asy-Syari’ah : Jurnal Hukum Islam, 7 (2), 131–151. https://doi.org/10.55210/assyariah.v7i2.592

Rahayu, T. Q., Karwiyah, & Pertiwi, A. P. (2022). Peran Tes DNA terhadap Kedudukan Status Anak Li’an dari Hasil Perkawinan yang Sah Ditinjau dari Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 3 (2), 148–166. https://doi.org/10.56370/jhlg.v3i2.181

Rahman, F. (1982). Islam and Modernity, Transformation of Intellectual Traditions. Chicago University Press.

Rahmi, A., & Sakdul, S. (2017). Fungsi Pencatatan Perkawinan Dikaitkan dengan Upaya Perlindungan Hukum terhadap Anak Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 46/PUU-VIII/2010. De Lega Lata: Jurnal Ilmu Hukum, 1 (2), 264–286. https://doi.org/10.30596/dll.v1i2.794

Rasyid, C. (2012). Anak di Luar Nikah (Secara Hukum) Berbeda dengan Anak Hasil Zina: Kajian Yuridis terhadap Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010. Jurnal Mimbar Hukum Dan Peradilan, Edisi No. 75, 187.

Redaksi Sinar Grafika. (2004). Undang-Undang Pokok Perkawinan Beserta Peraturan Perkawinan Khusus untuk Anggota ABRI, Anggota Polri, Pegawai Kejaksaan, dan Pegawai Negeri Sipil (Cet. Ke-5). Sinar Grafika.

Rofiq, A. (2000). Hukum Islam di Indonesia (Edisi 1, Cet. Ke-4). Raja Grafindo Persada.

Ruslan, M. (2019). Ijtihad dan Problematika Kekinian. Akademika, 13 (01), 53–62. https://doi.org/10.30736/adk.v13i01.136

Shabuny, S. M. A. A. (2001). Az-Zawaju Islamil Mubakkrir (Penerjemah Mustaqiim, “Hadiah untuk Pengantin”). Mustaqim.

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan Dan Keserasian Al-Qur’an (Vol. 2). Lentera Hati.

Shihab, M. Q. (2004). Mistik, Seks, dan Ibadah. Penerbit Republika.

Shomad, B. A., et.al. (2020). Rethinking Islam: Inspiring Qur’an For Conducting Scientific Research. Hamdard Islamicus, 43 (1), 1–10.

Sipahutar, A. (2019). Tinjauan Yuridis Terhadap Perlindungan Anak Dari Hasil Perkawinan Siri Yang Ditelantarkan Menurut Hukum Islam Dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Doktrina: Journal Of Law, 2 (1), 66–82. https://doi.org/10.31289/doktrina.v2i1.2383

Sulthon, M. (2019). Hukum Islam dan Perubahan Sosial (Studi Epistemologi Hukum Islam dalam Menjawab Tantangan Zaman). Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 19 (1), 27–34. https://doi.org/10.33087/jiubj.v19i1.548

Syahuri, T. (2013). Legislasi Hukum Perkawinan di Indonesi, Pro-Kontra Pembentukannya Hingga Putusan Mahkamah Konstitusi. Kencana Prenada Media Group.

Tim Redaksi. (2015). Kompilasi Hukum Islam (Hukum Perkawinan, Kewarisan dan Perwakafan) (Edisi Revisi, Cet. Ke-6). Nuansa Aulia.

Yanti, I. (2019). Kedudukan Hukum Anak Siri dan Implikasinya terhadap Perlindungan Kesejahteraan Anak. Harakat An-Nisa: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 4 (2), 48–60. https://doi.org/10.30631/harakatan-nisa.2019.42.49-60




DOI: https://doi.org/10.24042/smart.v2i1.13555

Article Metrics

Abstract views : 28 | PDF downloads : 7

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

    

 

 

Diterbitkan Oleh:

Program Studi Hukum Keluarga Program Doktor Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung

Alamat : Jl. Z. A. Pagar Alam Labuhan Ratu, Kedaton, Kota Bandar Lampung, Lampung 35132, Telepon : (0721) 5617070, Website : pasca.radenintan.ac.id