Model Kurikulum Pesantren Salafiyah Dalam Perspektif Multikultural

Imam Syafe'i

Abstract


Pesantren merupakan salah satu lembaga sosial keagamaan dan pendidikan
Islam. Dilihat dari secara umum, seluruh pesantren pasti memiliki karakteristik
yang tidak berbeda, yaitu suatu institusi yang pemimpin dan pengasuhnya bergelar
kyai. Salah satu jenis pesantren yang terdapat di Indonesia adalah pesantren
salafiyah dengan karakteristik khusus, yaitu salaf (tradisional). Pembelajaran
kitab-kitab Islam klasik atau sering disebut "kitab kuning", merupakan salah satu
ciri dari pesantren salaf, terutama karya-karya ulama yang memang sudah
menganut faham syafi'iyah yang memang diberikan dalam ruang lingkup
pembelajaran di pesantren tradisional yang pembelajarannya memfokuskan pada
penangkapan harfiyah atas suatu kitab (teks) tertentu. Santri merupakan salah satu
bagian dari elemen pesantren terdapat berbagai strata sosial dan suku yang
terdapat di Indonesia hingga sekarang ini tidak pernah terjadi benturan budaya
maupun perkelahian. Pemahaman tentang pandangan masyarakat di pesantren
tampaknya telah terimplementasikan dengan baik yang kemungkinan secara teks
mereka kurang familier. Transformasi pendidikan multikultural telah terintegrasi
dalam kajian teks-teks klasik serta bersumber dari sumber normatif yang terdapat
di Al-Qur`an dan hadis, atau melalui pembelajaran lain seperti PKN yang
mempunyai muatan pendidikan multikultural bagi pesantren yang merupakan
lembaga pendidikan formal. Pemahaman tentang ke-Bhineka-an dan
menghilangkan ke-Ika-an tampak dengan jelas di pesantren, tidak ada praktikpraktik diskriminasi bagi para santri pada proses pembelajaran maupun di
kehidupan sehari-hari, menghargai begitu banyaknya keanekaragaman etnis dan
perbedaan, persamaan hak, toleransi dan sikap terbuka. Upaya agar terwujudkan
dari suatu tujuan pendidikan nasional melalui pendidikan/pembelajaran
multikultural di lingkungan pesantren lebih didasarkan kepada pemahaman ajaran
Islam yang holistik dan konprehenship.

Keywords


Kurikulum Pesantren Salafiyah dan Multikultural

Full Text:

PDF

References


Andrik Puwasito, Komunikasi Multikultural, Surakarta, Muhammadiyah University

Press, 2003.

A., Mun'im, Zainul, Rafiq, Peran Pesantren Dalam Education For All di Era

Globalisasi,http:// ejournal. sunanampel.ac.id/

index.php/JPI/article/view/177/162. diakses tanggal, 24 Agustus 2010

Azyumardi Azra, 2005, Identitas dan Krisis Budaya, Membangun

Multikulturalisme

Indonesia,From:http://kongres.budpar.go.id/agenda/precongress/makala

h/abstrak/58%20 azyumardi%20azra.htm, akses, Selasa,24 Mei 2005,

jam. 11.00.

----------, 1999. ―Pesantren: Kontinuitas dan Perubahan,‖ dalam Pendidikan Islam:

Tradisi dan Modernisasi Menuju Millenium Baru. Jakarta: Logos.

----------. ―Identitas dan Krisis Budaya: Membangun Multikulturalisme

Indonesia,‖ dalam Makalah, disampaikan pada Simposium Internasional Jurnal

Antropologi Indonesia ke-3, Membangun Kembali Indonesia yang Bhinneka

Tunggal Ika: Menuju Masyarakat Multikultural, 16-19 Juli 2002, di Universitas

Udayana, Denpasar, Bali.

----------Koridor Renungan A. Mustofa Bisri, Jakarta: Kompas, 2010

Bloom, dalam Atmadja, 2003, Multikulturalisme dalam Perspektif Filsafat Hindu,

Makalah di Sajikan dalam Seminar Damai Dalam Perbedaan, Singaraja,

Maret 2003.

Broto, Lelono, Anjrah, Pluralisme dan Multikultural, world press.com. 2010

Choirul Mahfud, Pendidikan Multikultural, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.

Dadang Kahmad, Multikulturalisme dalam perspektif Islam, Pustaka Al Kasyaf,

Bandung, 2011.

Ernie Isis Aisyah Amini, 2004, Analisis Kebutuhan Pendidikan Multikultural Berbasis Kompetensi Pada Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama [SLTP] di Kota Mataram, Program Pascasarjana IKIP Negeri Singaraja, Mataram, hlm. 31-32.

Sada, H. J. (2015). Pendidik Dalam Perspektif Al-Qur’an. Al-Tadzkiyyah: Jurnal

Pendidikan Islam, 6(1), 93–105.

Sada, H. J. (2016). Manusia Dalam Perspsektif Agama Islam. Al-Tadzkiyyah:

Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 129–142.

Husen Muhammad, Memahami Sejarah Ahlusunnah Waljama'ah: yang toleran

dan anti ekstrem, dalam Imam Baehaqi (ed). Kontroversi Aswaja,

Yogyakarta: LKiS, 1999.

Parsudi Suparlan, 2002, Menuju Masyarakat Indonesia Yang Multikultural,

Makalah, Disajikan pada Simposium Internasional Jurnal Antropologi

Indonesia ke-3, Membangun Kembali ―Indonesia yang Bhinneka

Tunggal Ika‖, Menuju Masyarakat Multikultural, Universitas Udayana,

Denpasar, Bali, 16-19 Juli 2002, From:

http://www.scripps.ohiou.edu/news/ cmdd/ artikel ps.htm, Akses, Senin,

mei 2005, jam 16.00.

Parekh, dalam Azyumardi Azra, Identitas dan Krisis Budaya, Membangun

Multikulturalisme Indonesia, 1997: hlm. 183-185,

From:http://kongres.budpar.go.id/ agenda/ precongress/

makalah/abstrak/58%20 azyumardi%20azra.htm, akses, Selasa, 24 Mei

, jam. 11.00

Musa Asy’arie,. ―Pendidikan Multikultural dan Konflik Bangsa‖, dalam

HarianKompas, Edisi Jum’at, 3 September 2004.

Mujamil Qomar, NU Liberal: Dari Tradisionalisme Ahlusunnah ke Universalisme

Islam, Bandung: Mizan, 2002.

Mustofa Bisri, Pesantren dan Pendidikan, Tebuireng, Edisi I/Tahun I/Juli

September 2007.

Ngainun Naim dan Achmad Sauqi, 2010. Pendidikan Multikultural konsep dan

Aplikasi.Yogyakarta: Ar-Ruuz Media Grub. Hal : 52-53.

Rafiq Rafi Mun'im, Peran Pesantren Dalam Education For All di Era

Globalisasi,http:// ejournal. sunanampel.ac.id/

index.php/JPI/article/view/177/162. diakses tanggal, 24 Agustus 2010.

Suprapto, 2009. Penanaman Dan Sikap Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap

Nilai-Nilai Multikultural.Jurnal penelitain pendidikan agama dan

keagamaan. Vol VII, No 1, Januari-Maret.

Tilaar, H.A.R., Kekuasaan dan Pendidikan: Manajemen Pendidikan Nasional

dalam Pusaran Kekuasaan, Jakarta: Rineka Cipta, 2009, hlm 106.

ZamakhsyariDhofier, Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai,

Jakarta: LP3ES, 1994, hlm. 50.

Zakiyuddin Baidhawy, Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural Jakarta:

Erlangga, 2005, hlm.




DOI: http://dx.doi.org/10.24042/atjpi.v8i2.2121

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




 Creative Commons License
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International LicenseCopyright © IAIN Raden Intan LampungAll rights reserved.