Kebutuhan Dasar Manusia Dalam Perspektif Pendidikan Islam

heru juabdin sada

Abstract


Kebutuhan merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk mencapai tingkat kesejahteraan, sehingga jika kebutuhan manusia tersebut tidak terpenuhi dengan baik maka manusia mereka merasa tidak sejahtera. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada, karena tanpa itu hidup kita menjadi tidak sejahtera atau setidaknya kurang sejahtera. Ada lima Kebutuhan mendasar manusia sebagaimana yang di kemukakan oleh Abraham Maslow, Kebutuhan Aktualisasi diri, Kebutuhan harga diri, Kebutuhan akan rasa cinta serta kebutuhan akan rasa sayang, Kebutuhan akan rasa aman dan kebutuahn rasa nyaman dan Kebutuhan. Dalam Islam memandang kebutuhan paling dasar manusia merupakan kewajiban mutlak yang harus dijalani dan dipenuhi diantaranya kebutuhan: Kebutuhan Dharuriyat ( i) kebutuhan menjaga Agama: Berpegang teguh dengan agama, mempelajarinya, lalu mendakwahkannya, Menjauhi dan memperingatkan dari perbuatan syirik dan riya‟; Memerangi orangorang yang murtad; Mengingatkan dari perbuatan bid‟ah dan melawan ahlul bid‟ah. (ii).kebutuhan menjaga diri: dalam kondisi darurat (terpaksa), dapat memakan makanan apa saja demi bertahan hidup, walaupun yang tersedia hanya sesuatu yang diharam pada asalnya; Memenuhi kebutuhan mendasar dasar diri, seperti makanan-makanan, minuman serta pakaian; (iii) kebutuhan akhlaq. (iv)
menjaga keturunan; Anjuran melakukan pernikahan; menjadi saksi dalam pernikahan; wajib memelihara dan memberikan nafkah anak, kewajiban memastikan pendidikan anak; Mengharamkan pernikahan dengan pezina; Melarang thalaq kecuali terpaksa serta Mengharamkan ikhtilâth. (v) menjaga
harta: agama Islam mewajibkan muslim beramal dan berusaha; Memelihara harta yang dalam kekuasaan mereka; Agama Islam menganjurkan untuk bershadaqah, menghalalkan jual beli dan hutang-piutang; Agama Islam mengharamkan semua bentuk kezhaliman terhadap hak dan harta muslim lainya dan wajib menggantinya; Kewajiban menjaga harta dan tidak menyia-nyiakannya.

Keywords


Pendidikan Islam, dan Kebutuhan dasar manusia

Full Text:

PDF

References


Abdullah Nashih „Ulwan, Aktiftas Islam menghadapi Tantangan Global, Solo :

Al-Alaq, 2003.

Abdullah Nasihin „Ulwan, asy-Syabaab al-Muslim fi muwajahati at-Tahaddiyat,

Bairut : Darusy Syamiyah, 1998.

Abu Hanafi, Psikologi Umum, Jakarta : Reneka Cipta, 1992

Alex Sobur, Psikologi Umum, Bandung : Pustaka Setia, 2003

Al-Kharasyi, Sulaiman bin Saleh, Al-„Ashraniyyah Qintharat al-„Almaniyyah,

(terjemah), Bogor : Pustaka Thariqul Izzah : 2005.

Al-Qardhawy, Yusuf, at-Tatharafual-Ilmanifi Muwajahatial-Islam (terjemah),

Jakarta :Pustaka al-Kausar, 2000.

Bagus, Lorens, Kamus Filsafat, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2002.

Bauman Z, Globbalization; The Human Consequences, 1998.

Dawam Raharjo, Intelektual, Intelgensi, dan Perilaku Politik, Rahardjo, Bandung

:Al-Mizan, 1996.

Djamaludin Ancok dan Fuad Nashori Suroso, Psikologi Islami,Yogyakarta

:Pustaka Pelajar, 1994

Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, Jakarta : UI-Pres, 1985.

Jaiz, Hartono Ahmad, Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, (Jakarta : Pustaka alKausar, 2002.

Maqâshidusy-Syarî’ah ‘Inda Ibni Taimiyyah,

Muhammad Ash-Shadr, Pandangan Bagir ash-Shadr terhadap Pelbagai Aliran

Filsafat Dunia (terjemah), Bandung : al-Mizan, 1993

Saekanto, Soerjono, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta :PTRaja Grafindo

Persada, 1994.

Sarlito, W. Sarwono, Perkenalan Dengan Aliran-Aliran dan Tokoh Psikologi,

Jakarta : Bulan Bintang, 2002.

Wahid, IM dan Nurul, C. 2008. Buku Ajar Kebutuhan dasar Manusia, Teori dan

Aplikasi dalam Praktek. Jakarta: Salemba Medika

https://almanhaj.or.id/3373-dharuriyyatul-khams-lima-kebutuhan-penting-yangharus-dijaga-oleh-kaum-muslimin.html

http://mubarok-institute.blogspot.com


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 Creative Commons License
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International LicenseCopyright © IAIN Raden Intan LampungAll rights reserved.