DERADIKALISASI AGAMA BERBASIS PENDIDIKAN MULTIKULTURAL INKLUSIF DI PONDOK PESANTREN KOTA BANDAR LAMPUNG

Ummi Hasanah, Jamal Fakhri, Saiful Bahri

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kurikulum pendidikan multikultural-inklusivisme yang dikembangkan di Pondok Pesantren di kota Bandar Lampung, menganalisis proses internalisasi nilai-nilai multikultural-inklusivisme yang dilaksanakan di Pondok Pesantren di Kota Bandar Lampung, serta menganalisis efektivitas penerapan pendidikan multikultural-inklusivisme yang dikembangkan di Pondok Pesantren di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan berbasis penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan psikologi agama. Subjek pada penelitian ini adalah santri Pondok Pesantrenn Al-Hikmah, Way Halim, Pondok Pesantren Madarijul Ulum Telukbetung, dan Pondok Pesantren Al-Khairiyah Telukbetung. Data yang akan dicari dalam penelitian ini berupa data tertulis dan data tidak tertulis. Sumber data penelitian ini adalah Kiayi pimpinan pondok pesantren sebagai informan kunci. Teknik pengumpulan data direncanakan dengan tiga cara, yaitu wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Sebelum dianalisis, data yang telah diperoleh divalidasi dengan menggunakan teknik triangulasi. Semua data yang telah dikumpulkan dan divalidasi kemudian dianalisis dengan menggunakan metode berpikir induktif. Penelitian ini menghasilkan bahwa penerapan model pendidikan multikultural-inklusif cukup efektif sebagai upaya deradikalisasi di lingkungan tiga pondok pesantren tersebut


Keywords


Deradikalisasi, Pendidikan Multikultural Inklusif, Pondok Pesantren

Full Text:

PDF

References


Abdullah Aly, (2011), Pendidikan Islam Multikultural di Pesantren: Telaah terhadap Kurikulum Pondok Pesantren Modern Islam Assalam Surakarta. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ainurrofiq Dawam, (2006), Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Inspeal.

Asman Aziz, (2009). Multikulturalisme: Wawasan Alternatif Mengelola Kemajemukan Bangsa. Jurnal Titik-Temu, 2 (1), 105.

Azyumardi Azra, (2010). Prolog Urgensi Pendidikan Multikultural. Cerita Sukses Pendidikan Multikultural di Indonesia. Jakarta: CSRC UIN Syahid.

Bahtiar Effendy dan Hendro Prasetyo (eds.). (1998), Radikalisme Islam. Jakarta: PPIM-IAIN.

Donna M. Gollnick dan Philip C. Chinn, (2002), Multicultural Education in a Pluralistic Society. Upper Saddle River; Merrill Prentice Hall.

Farid Septian, (2010), Pelaksanaan Deradikalisasi Narapidana Terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang. Jurnal Kriminologi Indonesia, 7 (I).

H.A.R. Tilaar, (2003), Kekuasaan dan Pendidikan. Magelang: IndonesiaTera.

Hilda Herdandez, (2001), Multicultural Education: A Teacher’s Guide to Linking Context, Process, and Content. Upper Saddle River; Merrill Prentice Hall.

Internasitional CrisissGroup, (2007), DeradicalisationaAnd Indonesiani Prisons ”, Asia Report, (142).

Jajang Jahroniidan Jamhari, (2004), Gerakan Salafi Radikal di Indonesia. Jakarta: Rajawali Press.

M.A. Fattah Santoso, (1999), Pesantren dan Pengembangan Masyarakat Madani. Profetika: Jurnal Studi Islam, 1 (2).

M.H. Said Abdullah, (2006), Membangun Masyarakat Multikultural. Jakarta: Taman Pustaka.

Majalah Tempo Edisi 23 September 2002

Murdan,M(2004),pPondok Pesantren dalam>LintasandSejarah. IttihadJJurnal Ilmi: oKeagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, 2 (1), 33-45.

Nasaruddin Umar, (2014), Deradikalisasi Pemahaman al-Qur’an & Hadis. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Nurul Aini, (2009), Pesantren, Organisasi Modern Islam di Masa Penjajahan. Darussalam, Jumal Ilmiah Islam dan Sosial (Martapura: Sekolah linggi Agama Islam Darussalam), 8 (1), 47-64.

Republika Newsroom, (2009), Perlu Deradikalisasi Pemahaman Islam di Ponpes, dikutip dari http://koran.republika.co.id/berita/29871 diakses pada 25 April 2015

Said Aqil Husein Al-Munawar, (2005), Aktualisai Nilai-nilai Qur'ani dalam Sistem Pendidlk Islam. Jakarta: Ciputat Press.

Sutrisno Hadi, (1986), Metode Research. Yogyakarta : UGM Press.

www.metrotvnews.com, “Dua Sekolah Larang Siswa Hormat Bendera”. Berita ini dimuat pada 6 Juni 2011, terkait dua sekolah (SMP Al-Irysad Tawangmangu dan SD Al-Albani Matesih) berbasis agama yang melarang siswa menghormat Bendera Merah Putih di Karanganyar

ZakiyudinnBaidhawyy, (2005), Pendidikan Berwawasan Multikultural. Jakarta: Penerbit Erlangga.




DOI: http://dx.doi.org/10.24042/atjpi.v11i1.6896

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 Creative Commons License
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International LicenseCopyright © UIN Raden Intan LampungAll rights reserved.