Actualization of Local Wisdom in Anticipating Radicalism of Religion In Gorontalo Indonesia

https://doi.org/10.24042/klm.v12i2.2676

Rahmawati Rahmawati, Muh. Rusli, Kasim Yahiji

Abstract


This paper aims to express the values of local wisdom that belong to the people of Gorontalo, Indonesia. The values of local wisdom need to be explored to anticipate the symptoms of religious radicalism that began to emerge in the life of the people of Gorontalo city. Using phenomenology method, this study analyzes the data obtained through interviews, observation, documentation, and focus group discussions. The results of the study show that Gorontalo people have many local wisdom values, such as huyula; dulohupa;Modungohe ta Uda’a; Mopiyohu to bisala wawu huhutu; dan Tombulu. In the local wisdom found the value of mutual cooperation, deliberation, adherence to custom , tolerance, love for the motherland, moral education, self-purification, deepening of Islamic teachings, benevolence, and virtue. This study concludes that Gorontalo people have internal strength as social capital to anticipate the symptoms of religious radicalism.


Keywords


radikalisme agama; kearifan lokal;Gorontalo

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Irwan dkk., Agama dan Kearifan Lokal dalam Tantangan Global. Cet. II; Yogyakarta: Sekolah Pascasarjana UGM dan Pustaka Pelajar, 2008.

Adhan, Syamsurijal. Islam dan Patuntung di Tanah Toa Kajang: Pergulatan Tiada Akhir, dalam Hak Minoritas Dilema Multikulturalisme di Indonesia. Jakarta: Yayasan Interseksi, 2005

Angga, La Ode. Akibat Hukum Tidak Adanya Pengaturan Pengawasan dan Evaluasi Penataan Ruang dalam Perda RT RW Provinsi Maluku, Jurnal Kajian Hukum, Vol. 1,No. 2, Tahun 2016

Aziz, Abdul. Imam Tholkhah, dan Soetarman, Gerakan Islam Kontemporer di Indonesia. Cet. III; Jakarta: Diva Pustaka, 2006.

Bakri, Hendry. Resolusi Konflik Melalui Pendekatan Kearifan Lokal Pela Gandong di Kota Ambon, Jurnal The Politics, Vol. 1, No. 1, Januari 2015.

Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Puslitbang Kehidupan Keagamaan, Direktori Kasus-kasus Aliran, Pemikiran, Paham, dan Gerakan Keagamaan di Indonesia. Ed. I.. Cet. 1; Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama 2010.

Bototihe, Medi dan Parha Daulima “Tata Upacara Adat Gorontalo – Dari Upacara Adat Kelahiran, Perkawinan, Penyambutan Tamu, Penobatan dan Pemberian Gelar Adat Sampai Upacara Adat Pemakaman”. Gorontalo:t.p., 2003.

Effendi, Tadjuddin Noer. Budaya Gotong Royong Masyarakat dalam Perubahan Sosial Saat Ini,Jurnal Pemikiran Sosiologi, Vol. 2, No. 1, tahun 2013.

Greetz, Califord. The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books, Inc, Publishers, 1973.

Hanafi, Mukhlis. Konsep Wasatiyyah dalam Islam, dalam Nuhrison M. Nuh., Peranan Pesantren – Dalam Mengembangkan Budaya Damai. Cet. I; Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama 2010

Hariyanto, Prinsip Keadilan dan Musyawarah dalam Hukum Islam serta Impelementasinya dalam Negara Hukum Indonesia, Justitia Islamica, Vol. 11, No. 1, Juni 2014

Heryati dan Nurnaningsih Nico Abdul, Kearifan Lokal pada Arsitektur Vernakular Gorontalo: Tinjauan pada Aspek Budaya dan Nilai-nilai Islam, Jurnal el- Harakah Vol.16 No.2 Tahun 2014.

Hermawati, Rina dkk., Toleransi Umat Beragama di Kota Bandung, Jurnal Umbara, Vol . 1 No. 2, Tahun 2016.

Husnan, Moh. Ihsan. Adat bersendikan Syara’, Syara’ Bersendikan Kitabullah (Tinjauan Terhadap Aspek Pemikiran dan Perubahan), dalam Islam Tradisi dan Kearifan Lokal. Cet. I; Gorontalo: Sultan Amai Press, 2013.

Idris, Irfan. Membumikan Deradikalisasi – Soft Approach Model Pembinaan Terorisme dari Hulu Ke Hilir Secara Berkesinambungan. Cet. I; Jakarta: Daulat Press, 2017.

Irewati, Afadlal Awani. dkk., Islam dan Radikalisme di Indonesia. Cet. 1; Jakarta: LIPI Press, 2005.

Irrubai, Mohammad Liwa., Idrus Affandi, Nana Supriatna, Kearifan Lokal Awik-awik Desa Sasaot dalam Perspektif Hukum Islam, Jurnal Istindath, Vol. 16, No. 2, Desember 2017.

Ishak, Ajub dkk., Mentari Serambi Madinah Gorontalo, Cet. I; Gorontalo: Sultan Amai Press, 2014.

Jati, Wasisto Raharjo. Kearifan Lokal Sebagai Resolusi Konflik keagamaan, Jurnal Walisongo, Vol. 21, No. 2, November 2013.

Katu, Mas Alim. Kearifan Manusia Kajang, Cet. II; Makassar: Pustaka Refleksi, 2008.

Kau, Sofyan A.P. Wawasan Islam tentang Multikulturalisme – Indahnya Hidup Beragama dalam Keragaman, “Makalah” Workshop Pengembangan Wawasan Multikultul di Kalangan Majelis Ta’lim, Gorontalo, Desember 2010

Mahmudi, Idris Islam, Budaya Gorontalo, dan Kearifan Lokal, jurnal.unmuhjember.ac.id

Muzadi, Hasyim. Terorisme Subur Akibat Radikalisme Agama. http://www.nu.com, 20 Februari 2017.

Nuh, Nuhrison M. et. al. Menelusuri Kearifan Lokal di Bumi Nusantara- Catatan Perjalanan dan Hasil Dialog Pengembangan Wawasan Multikultural antar Pemuda Agama Pusat dan Daerah. Cet. I; Jakarta: Puslitbang Kehidupan Beragama, 2005

Puhi, Ismail. Nilai-nilai Ekonomi Syariah dalam Sistem Adat dan Budaya Masyarakat Gorontalo, dalam Islam, Tradisi, dan Kearifan Lokal Goroontalo, Cet. I; Gorontalo: Sultan Amai Press, 2013.

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2005.

Polontalo, Ibrahim. Upaya-upaya Mempertahankan Sistem Nilai Adat Bersendikan Syara’, Syara’ Bersendikan Kitabullah sebagai Prinsip Adat Gorontalo. Makalah pada Dialog Budaya Balai Kajian dan Nilai Tradisional Manado, 2003.

Ruslan, Idrus. Dimensi Kearifan Lokal Masyarakat Lampung Sebagai Media Resolusi Konflik. Jurnal Kalam, Vol. 12, No. 1, Juni 2018.

Rufaidah, Erlina. Revitalisasi Desa Adat Berbasis Pendidikan dan Kearifan Lokal, Jurnal Kalam, Vo. 10, No. 2, Desember 2016.

Rusli, Muh. Khazanah Teologi Islam Klasik dan Modern. Cet. I; Gorontalo: Sultan Amai Press, 2015.

Rusli, Muh. Kearifan Lokal Towani Tolotang. Cet. I; Gorontalo: Sultan Amai Press, 2012.

Salam, Kearifan Lokal Masyarakat Gorontalo dalam Sastra Lisan Tujai, dalam Sastra Indonesia Berakar pada Sastra Daerah Meraih Sastra Indonesia, Cet.I; Jatinangor: UNPAD Press, 2013.

Sau, Ferbriani I. Kearifan Lokal Masyarakat Gorontalo dalam Naskah Tinilo Pa’ita dan relevansinya dengan pendidikan karakter, Artikel, UNG, Mei 2015, www. kim.ung.ac.id.

Saefulloh, Aris. Nalar Teologis Budaya Pamali pada Masyarakat Gorontalo dalam Perspektif Ulama dan Tokoh Masyarakat, dalam Prosiding IAIN Sultan Amai Gorontalo, 2014

Sohrah, Konsep Syura dan Gagasan Demokrasi (Telaah Ayat-ayat al-Qur’an), Jurnal al-Daulah, Vol. 4, No. 1, Juni 2015

Stamadova, Hasven, Hermi Yanzi, Yunisca Nurmalisa,Peranan Tokoh Adat dalam Mempertahankan Adat Tunggu Tubang pada Masyarakat Semendo, Jurnal Kultur Demokrasi, Vol. 4, No. 5, tahun 2015

Tamsir, Membangun Toleransi di Sekolah; Sebuah Eksplorasi Nilai-nilai Pendidikan Toleransi. Jurnal Toleransi Vol. 10, No. 1, Juni 2018.

Yuliati, Linda. Pelaksanaan Nilai-nilai Gotong Royong dalam Perayaan Kupatan di Masyarakat Kec. Durenan, Kab. Trenggalek. Jurnal Online.um.ac.id. 2013.

Zada, Khamami. Islam Radikal Pergulatan Ormas-ormas Islam Garis Keras di Indonesia. Cet. I; Jakarta: Teraju, 2002.

Zulkarnain, dkk, Model Landasan Sosial antara Umat Beragama dalam Memelihara Ketahanan dan Ketertiban Masyarakat Miskin pada Daerah Terpencil dan Terisolasi di Pulau Enggano dalam Sinopsis dan Indeksi Hasil Penelitian Kompetitif Dosen PTAI Tahun 1999-2003.Cet. I; Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam Ditjen Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama, 2004.




DOI: https://doi.org/10.24042/klm.v12i2.2676

Article Metrics

Abstract views : 275 | PDF downloads : 130

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License

All publications by KALAM [p-ISSN: 0853-9510, e-ISSN: 2540-7759] are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.