Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Calon Guru Fisika

https://doi.org/10.24042/jipfalbiruni.v6i2.1891

Nurussaniah Nurussaniah, Eka Trisianawati, Ira Nofita Sari

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan peningkatan keterampilan proses sains calon guru fisika setelah diterapkan pembelajaran inkuiri dan konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk quasi eksperimen dan rancangan non-equivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan proses sains pada kelas yang diterapkan pembelajaran inkuiri adalah 38,09 sedangkan pada kelas yang diterapkan pembelajaran konvensional adalah 17,86. Hasil uji t independent sampel menunjukkan angka signifikansi yaitu 0,004 lebih kecil dari 0,05. Hal ini menandakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima sehingga terdapat perbedaan peningkatan keterampilan proses sains calon guru fisika di kelas yang diterapkan pembelajaran inkuiri dan konvensional. N-Gain (g) pada kelas eksperimen adalah 0,65 dengan interpretasi sedang dan pada kelas kontrol adalah 0,27 dengan interpretasi rendah. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri mampu meningkatkan keterampilan proses sains guru fisika.

Inquiry Learning to Improve The Science Process Skills of The Pre-Service Physics Teachers

This study aims to determine the difference in the improvement of science process skills of physics teacher candidates after applied inquiry and conventional learning. This research uses the experimental method with quasi-experimental design and non-equivalent control group design. The results showed science process skills’ gain in the classroom applied inquiry learning is 38.09 while in the classroom applied conventional learning is 17.86. The result of the independent sample t-test shows that the significance is 0.004 less than 0.05. This indicates that H0 rejected and Ha accepted, so there is a difference in the improvement of science process skills of physics teachers in the classroom which is applied inquiry and conventional learning. N-Gain (g) in the experimental class is 0.65 with moderate interpretation and in the control class is 0.27 with low interpretation. The existence of such differences indicates that inquiry learning can improve the science physics teacher process skills.


Keywords


calon guru fisika; inkuiri; keterampilan proses sains

Full Text:

PDF

References


Dimyati, M. (2002). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Ertikanto, C. (2017). Perbandingan Kemampuan Inkuiri Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar dalam Perkuliahan Sains. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 6(1), 103.

Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement Versus Traditional Methods : A Six-thousand-student Survey of Mechanics Test Data for Introductory Physics Courses. American Journal of Physics, 66(64), 64–74.

Hardiyanto, Susilawati, & Harjono, A. (2015). Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Ekspositori dengan Keterampilan Proses Sains terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas VIII MTsN 1 Mataram Tahun Ajaran 2014/2015. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Teknologi, 1(4).

Hartati, B. (2010). Pengembangan Alat Peraga Gaya Gesek untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 6, 128–132.

Jannah, L., Nur, M., & Suyono. (2016). Desain Bahan Ajar Materi Gelombang dan Bunyi Model Inkuiri Terbimbing untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sais Siswa SMP. Pendidikan Sains Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya, 6(1), 1196–1203.

Karamustafaoğlu, S. (2011). Improving The Science Process Skills Ability of Science Student Teachers Using I Diagrams. Eurasian Journal of Physics and Chemistry Education, 3(1), 26–38.

Komikesari, H. (2016). Peningkatan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Fisika Siswa pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division. Jurnal Keguruan Dan Ilmu Tarbiyah, 1(1), 15–22.

Kurniawati, D., Masykuri, M., & Saputro, S. (2016). Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dilengkapi LKS untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Prestasi Belajar pada Materi Pokok Hukum Dasar Kimia Siswa Kelas X MIA 4 SMA N 1 Karanganyar Tahun Pelajaran 2014/2015. Jurnal Pendidikan Kimia, 5(1), 88–95.

Lestari, I. A. P. M., Suniasih, N. W., & Putra, I. K. A. (2016). Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Berbasis Portofolio untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V. E-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha, 4(1), 1–10.

Rerung, N., Sinon, I. L. S., & Widyaningsih, S. W. (2017). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik SMA pada Materi Usaha dan Energi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 6(April), 47–55.

Sanjaya, W. (2011). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Sains PEndidikan. Jakarta: Kencana.

Saregar, A. (2016). Pembelajaran Pengantar Fisika Kuantum Dengan Memanfaatkan Media Phet Simulation Dan Lkm Melalui Pendekatan Saintifik : Dampak Pada Minat Dan Penguasaan Konsep Mahasiswa. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 5(1), 53–60.

Saregar, A., Latifah, S., & Sari, M. (2016). Efektivitas Model Pembelajaran CUPs: Dampak terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik Madrasah Aliyah Mathla’ul Anwar Gisting Lampung. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 5(2), 233–243. https://doi.org/10.24042/jpifalbiruni.v5i2.123

Setyawati, N. W. I., Candiasa, M., & Yudana, I. M. (2016). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Pemahaman Konsep dan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Kuta Kabupaten Bandung. E-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha, 4(1), 1–10.

Sohibun, Febriani, Y., & Maisaroh, I. (2017). Peranan Mata Kuliah Profesi Kependidikan dan Microteaching terhadap Kompetensi Profesional Mahasiswa PPL Fisika. Tadris: Jurnal Keguruan Dan Ilmu Tarbiyah, 2(1), 53–61.

Susilo, A. B., Wiyanto, & Supartono. (2012). Model Pembelajaran IPA Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Berpikir Kritis Siswa SMP. Unnes Science Education Journal, 1(1), 12–20.

Syamsu, F. D. (2017). Pengembangan Penuntun Praktikum IPA Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Siswa SMP Siswa Kelas VII Semester Genap. BIOnatural, 4(2), 13–27.

Wahyudin, Sutikno, & Isa, A. (2010). Keefektifan Pembelajaran Berbantuan Multimedia Menggunakan Metode Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Siswa. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 6, 58–62.

Wati, W., & Fatimah, R. (2016). Effect Size Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran Fisika. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 5(2), 213–222. https://doi.org/10.24042/jpifalbiruni.v5i2.121

Wulanningsih, S., Prayitno, B. A., & Probosar, R. M. (2012). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains Ditinjau dari Kemampuan Akademik Siswa SMA Negeri 5 Surakarta. Pendidikan Biologi, 4(2), 33–43.

Yamin, M. (2016). Peningkatan Hasil Belajar dan Aktivitas Matematika Siswa Melalui Strategi Pembelajaran Inkuiri pada Kelas XII IPA-2 SMAN 2 Bagan Sinembah Tahun Pelajaran 2014/2015. Jurnal EduTech, 2(1), 65–71.




DOI: https://doi.org/10.24042/jipfalbiruni.v6i2.1891

Article Metrics

Abstract views : 786 | PDF downloads : 432

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 nurussaniah nia, Eka Trisianawati, Ira Nofita Sari

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License

Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Copyright © UIN Raden Intan Lampung. All rights reservedp-ISSN 2303-1832 | e-ISSN 2503-023X