Hubungan Efikasi Diri Dengan Regulasi Diri Dalam Belajar Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

https://doi.org/10.24042/ajp.v3i1.6046

Deta Hikmalia Efendi, Vira Sandayanti, Arti Febriyani Hutasuhut

Abstract


ABSTRAK

 

Latar Belakang : Regulasi diri dalam belajar (Self Regulated Learning) adalah kemampuan mahasiswa untuk menjadi aktif secara metakognisi, motivasi, dan perilaku (behavior) di dalam proses belajar.Efikasi diri merupakan suatu keyakinan atau kepercayaan diri individu mengenai kemampuannya untuk mengorganisasi, melakukan suatu tugas, mencapai suatu tujuan, menghasilkan sesuatu dan mengimplementasi tindakan untuk mencapai kecakapan tertentu. Efikasi diri juga berpengaruh terhadap keaktifan, dan psikologi mahasiswa dalam proses pembelajaran di perkuliahan. Efikasi diri dan regulasi diri dalam belajar yang tinggi akan membuat mahasiswa lebih mampu mengelola pengalaman belajarnya di dalam berbagai hal secara efektif sehingga dapat mencapai hasil belajar yang optimal, sedangkan pada mahasiswa yang memiliki efikasi diri yang rendah akan sangat mempengaruhi dalam menyelesaikan tugasnya untuk mencapai hasil tertentu

Tujuan Penelitian  :   Untuk Mengetahui hubungan efikasi diri dengan regulasi diri dalam belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati.

Metode  : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 123 mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati. angkatan 2018.

Hasil Penelitian  : Sebagian besar efikasi diri dari mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati adalah kategori sedang sebanyak 76 mahasiswa (61,8%). Nilai median 36.68, standar deviation 7.359, nilai minimum 18, dan nilai maksimum 45. Sebagian besar regulasi diri dalam belajar pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati adalah kategori sedang sebanyak 67 mahasiswa (54.5%). Nilai median 102.16, standar deviation 16.750, nilai minimum 54 dan nilai maksimum 131.Terdapat hubungan bermakna antara efikasi diri dengan regulasi diri dalam belajar (p-value=0.000)

Kesimpulan : Bahwa semakin tinggi efikasi diri maka  semakin tinggi regulasi diri dalam belajar seseorang.

 

Kata Kunci : Efikasi diri, Regulasi diri, Mahasiswa

 

 


Keywords


Psychology

Full Text:

PDF

References


Adicondro, N. and Purnamasari, A., 2011. Efikasi diri, dukungan sosial keluarga dan self regulated learning pada siswa kelas VIII. Universitas Ahmad Dahlan.

Alfina, I., 2014. Hubungan self-regulated learning dengan prokrastinasi akademik pada siswa akselerasi. Jurnal Psikologi, 2(2), pp.227-237.

Alwison., 2007. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.

Azwar, S., 2013. Penskalaan teori klasik instrument multiple inteliggences tipe thurstone dan likert. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 17(2), pp.259-274

Bandura, A., 1997. Self-efficacy: The exercise of control. Macmillan.

Indonesia, K.M.K.K.G., 2012. Konsil Kedokteran Indonesia.

Ishtifa, H., 2011. Pengaruh self-efficacy dan kecemasan akademis terhadap self-regulated dan learning mahasiswa fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Jakarta.

Kembang mustika jagad, H.A.R.U.M. and Noviana Khairunisa, R.I.Z.A., 2018. Hubungan Antara Efikasi Diri dengan Self Regulated Learning Pada Siswa SMPN X. Character: Jurnal Penelitian Psikologi., 5(3).

Latipah, E., 2010. Strategi self regulated learning dan prestasi belajar: kajian meta analisis. Jurnal Psikologi, 37(1), pp.110-129.

Liawati, S., 2015. Minat Memilih Program Studi Pendidikan Akuntansi Ditinjau Dari MInat Menjadi Guru Dan Persepsi Peluang Kerja (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Liwu, Y.F.D., 2014. Self-Efficacy mahasiswa dalam mengerjakan skripsi dan implikasinya terhadap upaya peningkatan Self-Efficacy.

Masruroh, S.I.T.I., 2017. Hubungan efikasi diri terhadap hasil belajar blok emergency medicine pada mahasiswa tingkat akhir fakultas kedokteran universitas lampung. Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Bandar Lampung.

Mukhid, A., 2008. Strategi Self-Regulated Learning (Perspektif Teoritik). TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 3(2).

Notoatmodjo, S., 2012. Metodologi penelitian kesehatan (Cetakan VI). Jakarta: Penerbit PT. Rineka Cipta.

Priyastama, R., 2017. Buku Sakti Kuasai SPSS, Pengolahan Data & Analisis Data.

Santrock, J.W. and Santrock, J.W., 2007. Psikologi Pendidikan edisi kedua.

Santrock, J.W., 2007. Psikologi Pendidikan, terjemahan. Tri Wibowo BS Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Sudjana.(2005). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.

Schwarzer, R. and Fuchs, R., 1996. Self-efficacy and health behaviours. Predicting health behavior: Research and practice with social cognition models, 163, p.196.

Sugiyono, M.P.P., 2007. Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta.

Wolters, C.A., Pintrich, P.R. and Karabenick, S.A., 2003. Assessing Academic Self-regulated Learning Conference on Indicators of Positive Development: Definitions. Measures, and Prospective Validity.

Zimmerman, B.J., 1989. A social cognitive view of self-regulated academic learning. Journal of educational psychology, 81(3), p.329.

Zimmerman, B.J., 1990. Self-regulated learning and academic achievement: An overview. Educational psychologist, 25(1), pp.3-17.




DOI: https://doi.org/10.24042/ajp.v3i1.6046

Article Metrics

Abstract views : 2083 | PDF downloads : 1111

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 ANFUSINA: Journal of Psychology