Paradigma Dakwah Pada Masyarakat Plural Dalam Memahami Perbedaan Sebagai kerangka Persatuan

M. Nasor

Abstract


Kehidupan secara pluralitas merupakan sebuah kehidupan yang tidak mungkin kita pungkiri, karena Allah SWT menciptakan alam ini di atas sunnah keragaman dan keberadaannya harus diakui oleh setiap insan di dunia ini. Dalam keberagaman mengakui hidup bersama dan menyetujui adanya hukum kemajuan serta terciptanya interaksi antar sesama untuk terwujudnya kehidupan yang harmonis. Kondisi semacam ini perlu diperhatikan oleh para da’i dalam rangka mencapai tujuan dakwah secara baik. Paradigma dakwah harus dilakukan dalam koridor semangat kebersamaan, toleransi, kerjasama, musyawarah, saling menghargai, dan tolong menolong. Teks-teks Islam harus diterapkan secara jelas menghimbau kaum muslimin untuk mengayomi dan kasih sayang kepada sesama manusia serta tunjukkan bahwa Islam menolak skstrimisme, kekakuan, kebekuan, dan keangkuhan. Dalam menyampaikan pesan-pesan Islam harus dirancang sesuai dengan kondisi masyarakat yang majemuk atau heterogin. Seorang da’i harus mampu berkreasi dan berinovasi secara bervariasi agar pesan-pesannya mudah diterima untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan.

Keywords


Paradigma Dakwah, kehidupan pluralitas, persatuan.

Full Text:

PDF

References


Abd. Al-Rahman ‘Azzam, The Eternal Message of Muhammad, London-Melboutne-New York: Quarted Books, 1979

Afzalur Rahman, Muhammad as Military Leader, terj. Joko S. Kohar, Muhammad Sang Panglima Perang, Yogyakarta: Tajidu Press, 2002

Alwi Shihab, Islam Inklusif Menuju Sikap Terbuka Dalam Beragama, Kerjasama Anteve-Mizan, Jakarta, 1998

Asep Muhidin, Dakwah Dalam Perspektif Al-Qura’an: Studi Kritis Atas Visi, Misi dan Wawasan, Bandung: Pustaka Setia, 2002.

BurhanuddinJajat & Subhan Arief, eds, Sistem Siaga Dini Terhadap Kerusuhan Sosial, Jakarta: Balitbang Agama, Depag. RI dim PPIM, 2000

Defrinal, Islam dan Pluralisme; Strategi Dakwah di Tengah-Tengah Masyarakat, Presentasi Makalah Seminar Program Pasca Sarjana UIN RIL, Bandar Lampung, 2017.

Ibnu Khaldun, Muqaddimat, Bairut: Dar al-Fikr, t.th.

Muhammad Imarah, Islamm dan Pluralitas, Perbedaan dan Kemajemukan Dalam Bingkai Persatuan, Terj. Abdul Hayyie al-Kattanie, Jakarta: Gema Insani Press, 1999.

Mustoto, Membangun Masyarakat Pluralisme Dalam Kegiatan Dakwah, Presentasi Makalah Seminar Program Pasca Sarjana UIN RIL, Bandar Lampung, 2017.

M. Zaenuddin, Pluralisme Agama: Pergulatan DIalogis Islam Kristen di Indonesia, Malang: UIN Maliki Press, 2010.

Nurcholis Madjid, Dialog Keterbukaan, Jakarta: Paramadina, 1998.

Quraish Shihab, Membumikan Al-Quran: Peran dan Fungsi Wahyu Dalam Kehidupan, Bandung: Mizan, 1995.

Said Agil Husain al Munawwar, Fiqih: Hubungan Antar Agama,(Jakarta: Ciputat Press, 2003.

Sayyid Mahmud al-Nasir, Islam Konsepsi dan Sejarahnya, Bandung: PT. Remaja Karya Rosda Karya, 1994.

Al-Thabathaba’i, Muhammad Husein, al-Mizan fi tafsir al-Qur’an, Theheran: Dar al-Kurtubi al-Islamiyyah, 1397, Jilid IV.




DOI: http://dx.doi.org/10.24042/ajsk.v18i1.3303

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Analisis: Jurnal Studi Keislaman

License URL: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0

Analisis: Jurnal Studi Keislaman Indexed by:

    

   

   

 

ANALISIS: Jurnal Studi Keislaman [p-ISSN: 2088-9046, e-ISSN:2502-3969] published by Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Office: Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Jl. Letkol H. Endro Suratmin, Sukarame, Bandar Lampung, Lampung, INDONESIA, KP. 35131. Website: http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/analisis, email: analisis@radenintan.ac.id