UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS BAHASA LISAN ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN DAN METODE BERCERITA DI TK BHAYANGKARI 23 BANDAR LAMPUNG

Nyimas Aisyah

Sari


Tema ini dipilih untuk mengungkapkan bahwa PAUD sangat penting, karena anak yang mendapatkan stimulus pendidikan sejak dini akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik jasmani dan rohani secara optimal. Dan, untuk keberhasilan PAUD selain peran orang tua, tidak kalah penting juga peran guru. Berkenaan dengan hal tersebut, guru-guru di TK Bhayangkari 23 Bandar Lampung telah menggunakan metode bermain peran dan metode bercerita. Metode ini digunakan dengan maksud agar anak dapat berkomunikasi (lisan) dengan baik.  Merangsang minat dalam aspek komunikasi dari kegiatan bermain saat bermain peran anak bisa mengubah-ubah status antara peran pura-pura dengan identitas sesungguhnya.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui hasil pelaksanaan pengembangan bahasa anak usia dini melalui metode main peran (role playing) dan metode bercerita. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan konstribusi positif bagi pengembangan penelitian pendidikan terutama dalam pengembangan kreativitas bahasa lisan anak usia dini, sekaligus sebagai bahan pertimbangan untuk TK Bhayangkari 23 Bandar Lampung.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan psikologis dan sosiologis. Teknik pengumpulan data didapatkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data didapatkan selanjutnya dianalisis dengan langkah-langkah reduksi data. Penyajian data, pengambilan kesimpulan, dan verifikasi data. Metode main peran (role playing) dan metode bercerita dirancang untuk mengaktifkan anak dalam pengembangan bahasa sesuai dengan tahap tumbuh-kembang anak. Kegiatan yang beragam dilakukuan oleh anak demi pengembangan sikap, kebiasaan, dan pemahaman yang karenanya bermuara pada pembentukan karakter anak.

Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: pertama, upaya guru yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk mengembangkan kreativitas bahasa lisan anak sudah cukup baik diantaranya anak mampu menyebut nama lengkapnya, senang menyebut kata-kata baru, senang bertanya tentang sesuatu, dan menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar. Kedua, metode bermain peran (role playing) dan metode bercerita adalah metode yang tepat digunakan untuk dapat mengembangkan kemampuan bahasa lisan anak. Ketiga, melalui sensorimotorik anak, yaitu: melihat, mendengar, merasa, mencium, dan meraba memungkinkan anak berbuat langsung dalam menemukan informasi-informasi yang mereka dapatkan sendiri akan lebih terarah sehingga potensi anak akan tumbuh secara optimal.


Teks Lengkap:

PDF


Article Metrics

Sari views : 164 | PDF downloads : 1049

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.